Peringatan Hari Anak Nasional 2025 mengingatkan semua orang tua bahwa masa depan anak bukan sekadar sebuah kebetulan melainkan hasil dari pilihan-pilihan kecil yang diambil sejak dini. Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, peran orang tua semakin penting dalam mendukung cita-cita dan potensi yang dimiliki anak-anak. Salah satu upaya yang dilakukan dalam mengenali potensi unik anak adalah melalui inisiatif “Door of Future” yang diselenggarakan oleh Morinaga, di Car Free Day Jakarta.
Inisiatif ini memberikan kesempatan bagi orang tua untuk memahami dan mengenali karakteristik serta potensi anak melalui teknologi kecerdasan buatan (AI). Dengan pendekatan yang dikenal sebagai Multiple Intelligence Play Plan (MIPP), orang tua dapat melihat visualisasi masa depan anak mereka. Melalui foto AI, anak-anak dibayangkan dalam berbagai profesi yang sesuai dengan kecerdasan dan minat mereka. Gregorius Daru, Brand Group Manager Morinaga, menjelaskan bahwa Hari Anak Nasional adalah waktu yang tepat untuk merenungkan bagaimana keluarga berkontribusi dalam membentuk masa depan anak.
“Tema ‘Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045’ menghujamkan pesan bahwa keluarga harus memberikan perhatian penuh, mendukung potensi, dan membuat keputusan yang terbaik untuk anak,” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya menyediakan pengalaman visual. Ini juga memperkenalkan pemahaman tentang teori Multiple Intelligences yang disampaikan oleh Howard Gardner dari Harvard University. Gardner menyatakan bahwa kecerdasan anak tidak terbatas pada nilai akademis tetapi juga mencakup aspek lain seperti musikalitas, keterampilan sosial, dan bahkan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan. Setiap anak memiliki kombinasi unik dari kecerdasan ini, dan peran orang tua dalam mengenalinya menjadi sangat krusial.
Senada dengan itu, Kenty Novita Pratiwi, Senior Brand Manager Morinaga, menekankan pentingnya pendekatan personal bagi setiap anak. “Anak-anak memiliki mimpi dan potensi berbeda-beda. Oleh karena itu, dukungan dari orang tua perlu mencakup semua aspek, termasuk nutrisi dan stimulasi kecerdasan,” ujarnya.
Upaya untuk mengenali dan mengembangkan potensi anak sejalan dengan kebijakan nasional yang tercatat dalam Permenkes No. 62 Tahun 2015. Kebijakan ini menekankan perlunya stimulasi kecerdasan berbasis pendekatan majemuk sejak usia dini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pengalaman Morinaga selama lebih dari empat dekade dan kolaborasi dengan Morinaga Research Center Jepang bertujuan untuk memberdayakan orang tua agar lebih memahami karakter anak dan lebih percaya diri dalam mendampingi tumbuh kembang mereka.
Kampanye “Your Choice, Their Future” juga menekankan bahwa setiap keputusan yang diambil hari ini akan membentuk jalan masa depan anak. “Membesarkan anak bukan hanya tanggung jawab kita hari ini, tetapi juga persiapan mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan,” papar Gregorius.
Hari Anak Nasional 2025 menjadi kesempatan yang berharga untuk merenung: sudahkah kita benar-benar hadir untuk mendengarkan dan mendampingi anak-anak dalam merancang impian mereka? Melalui upaya mengenali potensi dengan teori Multiple Intelligences, orang tua tidak hanya membantu anak menemukan jalan mereka tetapi juga menyiapkan mereka untuk meraih kesuksesan di masa depan.
