Ini yang Terjadi Jika Anda Tak Sengaja Menelan Permen Karet: Fakta dan Risiko

Permen karet yang tak sengaja tertelan sering menjadi kekhawatiran banyak orang. Namun, menurut ahli kesehatan, menelan permen karet sekali atau dua kali biasanya tidak menyebabkan masalah serius bagi sistem pencernaan. Tubuh manusia mengolah permen karet yang masuk ke saluran pencernaan hampir sama seperti makanan yang sulit dicerna, dengan mengeluarkannya melalui proses pembuangan dalam beberapa hari.

Bagaimana Sistem Pencernaan Mengolah Permen Karet?
Permen karet terdiri dari pemanis, perasa, pelembut, dan bahan dasar yang kenyal dan tidak dapat dicerna oleh tubuh. Saat tertelan, permen karet akan melewati kerongkongan dan sampai ke lambung. Di sini, tubuh menyerap elemen yang bisa dicerna seperti pemanis dan perasa. Sedangkan bahan dasar permen karet yang kenyal tetap utuh dan bergerak menuju usus halus serta usus besar.

Proses ini dibantu oleh gerakan peristaltik usus yang berfungsi memindahkan segala sesuatu di dalam saluran pencernaan hingga keluar bersama limbah lainnya. Biasanya, permen karet akan keluar dari tubuh melalui tinja dalam waktu 24 hingga 48 jam. Dengan demikian, permen karet tidak akan ‘menempel’ atau bertahan di dalam tubuh selama bertahun-tahun, berbeda dengan mitos yang selama ini berkembang.

Kapan Menelan Permen Karet Menjadi Masalah?
Meski jarang terjadi, ada kondisi di mana menelan permen karet berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Salah satunya adalah jika menelan permen karet secara berulang dalam jumlah banyak, terutama pada anak kecil. Beberapa kasus menunjukkan, kombinasi permen karet dengan benda asing lain—seperti koin—dapat membentuk bezoar, yaitu massa lengket yang menyumbat saluran usus. Penyumbatan ini bisa menyebabkan nyeri dan masalah pencernaan lebih serius.

Selain itu, penderita gangguan pencernaan seperti sembelit kronis atau gastroparesis (lambung yang sulit mengosongkan isinya) dapat mengalami komplikasi jika menelan permen karet. Gejala yang harus diwaspadai meliputi sakit perut berkelanjutan, perut kembung, sulit buang air besar, hingga mual atau muntah. Jika merasakan gejala-gejala tersebut usai menelan permen karet, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Fakta Baru Mengenai Mikroplastik dalam Permen Karet
Penelitian terbaru dari UCLA mengungkap fakta mengejutkan bahwa mengunyah permen karet dapat melepaskan partikel mikroplastik ke dalam air liur. Mikroplastik ini dapat tertelan bersama sisa permen karet. Meskipun dampak mikroplastik pada tubuh manusia belum sepenuhnya diketahui, studi menunjukkan potensi kaitannya dengan kerusakan sel, inflamasi, dan berbagai penyakit kronis. Para ilmuwan menegaskan bahwa konsumsi permen karet sesekali tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan, tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut.

Efek Permen Karet Bebas Gula pada Pencernaan
Permen karet bebas gula biasanya mengandung sorbitol dan jenis alkohol gula lainnya. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, zat ini dapat berperan sebagai pencahar, menyebabkan kembung, kram, hingga diare. Meski satu batang permen karet biasanya tidak menimbulkan masalah, mengunyah terlalu banyak bisa membuat perut merasa tidak nyaman.

Tips Mengunyah Permen Karet yang Aman
Agar menjaga kesehatan saluran pencernaan, sebaiknya hindari menelan permen karet. Setelah selesai mengunyah, buang permen karet ke tempat sampah, bukan ke dalam tubuh. Meskipun menelan permen karet tidak menyebabkan bahaya besar dalam kebanyakan kasus, membiasakan kebiasaan tersebut tidak disarankan untuk mencegah potensi komplikasi.

Dengan pemahaman ini, permen karet tetap dapat dinikmati dengan aman selama digunakan dengan tepat. Informasi ini berguna bagi masyarakat agar tidak terlalu cemas ketika permen karet tertelan secara tidak sengaja, sekaligus menyadarkan akan pentingnya kebiasaan yang sehat demi mencegah risiko kesehatan kedepannya.

Exit mobile version