Ini 6 Makanan yang Harus Dihindari untuk Kurangi Risiko Kanker Kolorektal

Kanker kolorektal, yang meliputi kanker usus besar dan rektum, merupakan salah satu jenis kanker yang umum dan menjadi penyebab kematian signifikan di Indonesia. Berdasarkan data GLOBOCAN 2020, tercatat 33.427 kasus baru kanker kolorektal di Indonesia, menjadikannya kanker dengan jumlah kasus terbanyak keempat di tanah air. Tren penyebarannya kini semakin mengkhawatirkan karena tidak hanya menyerang orang dewasa yang lebih tua, tetapi juga populasi dewasa muda, seiring dengan meningkatnya faktor risiko seperti obesitas dan merokok.

Penting untuk dipahami bahwa pola makan memegang peranan krusial dalam risiko seseorang terkena kanker kolorektal. Beberapa jenis makanan dapat memicu peradangan dan kerusakan pada jaringan usus besar yang pada akhirnya meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, menghindari konsumsi tertentu menjadi langkah preventif yang efektif. Berikut ini adalah enam jenis makanan yang perlu diminimalkan atau dihindari untuk mengurangi risiko kanker kolorektal, berdasarkan penelitian dan rekomendasi dari berbagai lembaga kesehatan, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

1. Daging Merah dan Olahan
Konsumsi daging merah seperti daging sapi, babi, dan domba dalam jumlah besar, serta daging olahan seperti sosis, bacon, ham, dan hot dog, telah terbukti meningkatkan risiko kanker kolorektal. WHO mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1—zat penyebab kanker yang sudah jelas—sementara daging merah berada pada Grup 2A, artinya kemungkinan bersifat karsinogenik. Zat besi heme yang terkandung pada daging merah dan nitrat-nitrit dalam daging olahan dapat merusak lapisan usus seiring waktu.

2. Makanan Goreng dan Cepat Saji
Makanan yang digoreng dan tergolong cepat saji banyak mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan produk akhir glikasi lanjut (AGE). Senyawa ini terbentuk saat makanan dimasak dengan suhu tinggi dan dapat memicu peradangan kronis yang berkontribusi pada perkembangan kanker usus besar. Contoh makanan yang sebaiknya dihindari adalah kentang goreng, ayam goreng, burger cepat saji, dan camilan goreng tepung.

3. Makanan Manis dan Karbohidrat Olahan
Makanan tinggi gula seperti soda, permen, kue, serta karbohidrat olahan seperti nasi putih, roti putih, dan pasta dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Konsumsi minuman manis dikaitkan dengan peningkatan risiko hingga 10%. Gula berlebih memicu obesitas dan peradangan kronis yang menjadi faktor risiko utama kanker.

4. Alkohol
Alkohol adalah zat yang saat terurai menjadi asetaldehida dapat merusak DNA dan meningkatkan potensi kanker. Konsumsi alkohol berlebihan, bahkan dalam jumlah sedang, dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, apalagi jika dikombinasikan dengan merokok. Minuman seperti bir, anggur, dan minuman keras sebaiknya dikurangi atau dihindari.

5. Makanan Olahan Tinggi
Makanan kemasan seperti mi instan, pizza beku, keripik, dan keju olahan biasanya tinggi garam, gula, dan lemak tidak sehat, namun rendah serat dan nutrisi penting. Konsumsi rutin makanan olahan ini berbanding lurus dengan buruknya kesehatan usus dan peningkatan risiko kanker kolorektal, terutama pada pria.

6. Diet Rendah Serat
Meskipun bukan makanan, pola makan rendah serat sangat berkaitan dengan risiko kanker kolorektal. Serat penting untuk memperlancar pencernaan dan mendukung pertumbuhan bakteri usus yang sehat. Diet yang kekurangan buah, sayur, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan memperlambat pembuangan limbah dan meningkatkan paparan racun di usus besar.

Untuk menggantikan makanan yang dianjurkan dihindari, sebaiknya memperbanyak konsumsi buah dan sayur, terutama sayuran berdaun hijau gelap dan beri. Biji-bijian utuh seperti beras merah dan oat, serta kacang-kacangan seperti lentil dan buncis juga sangat baik dikonsumsi. Lemak sehat dari alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan serta makanan fermentasi seperti yogurt dan kimchi membantu menjaga mikrobioma usus tetap seimbang.

Dengan mengurangi konsumsi enam jenis makanan tersebut dan menerapkan pola makan yang kaya serat serta nutrisi, risiko terkena kanker kolorektal dapat ditekan. Langkah ini juga dapat memperbaiki kesehatan usus secara menyeluruh serta mendukung pencegahan penyakit kronis lainnya. Pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat tetap menjadi hal yang tidak kalah penting untuk mengatasi ancaman kanker usus besar.

Exit mobile version