Penggunaan sound horeg, yaitu pengeras suara dengan volume sangat keras yang kerap digunakan dalam berbagai acara di ruang publik, mulai mendapat perhatian serius oleh pemerintah dan masyarakat. Berbagai daerah bahkan telah memberlakukan larangan terhadap penggunaan sound horeg karena potensi dampak negatifnya yang cukup besar terhadap kesehatan dan ketertiban masyarakat.
Dampak Kesehatan yang Mengancam
Paparan suara keras yang terus-menerus dari sound horeg dapat menyebabkan kerusakan pada sel rambut halus di telinga bagian dalam, khususnya di koklea yang berperan penting dalam proses pendengaran. Kerusakan ini bisa berujung pada gangguan pendengaran permanen yang dikenal sebagai noise induced hearing loss (NIHL), yakni kehilangan pendengaran akibat paparan kebisingan berlebihan. Kondisi ini sulit dipulihkan dan berlangsung seumur hidup.
Selain itu, suara bising yang berkepanjangan juga mengganggu pola tidur. Gangguan tidur seperti insomnia akan menurunkan kualitas istirahat dan menimbulkan berbagai risiko kesehatan serius, termasuk peningkatan risiko diabetes, obesitas, gangguan jantung, serta gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Studi menunjukkan bahwa kebisingan kronis memicu lonjakan hormon stres dalam tubuh sehingga berdampak langsung pada kesehatan mental seseorang.
Suara keras dari sound horeg juga menimbulkan gangguan konsentrasi, terutama pada anak-anak dan remaja. Hal ini dapat memengaruhi prestasi belajar karena fokus yang terganggu akibat kebisingan lingkungan. Sakit kepala dan migrain turut menjadi keluhan yang cukup sering muncul pada orang yang terpapar suara bising intensitas tinggi. Tak kalah penting, komunikasi sosial sehari-hari menjadi terganggu karena suara keras menyulitkan percakapan dan menimbulkan frustrasi.
Pengaruh Terhadap Ketertiban dan Kenyamanan Masyarakat
Penggunaan sound horeg kerap menimbulkan kegaduhan sehingga mengganggu kenyamanan warga di sekitar lokasi pemakaian. Kebisingan yang melampaui ambang batas yang diatur pemerintah daerah merusak ketentraman kawasan pemukiman. Aktivitas vital seperti belajar, bekerja, hingga beristirahat menjadi terganggu. Konflik antartetangga pun sering muncul akibat masalah kebisingan ini.
Pemerintah daerah di sejumlah wilayah telah menetapkan aturan yang mengatur batas maksimal tingkat kebisingan di ruang publik. Pelanggaran pada aturan ini dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana ringan, terutama jika menimbulkan keresahan di masyarakat. Langkah ini menjelaskan pentingnya pelarangan dan pembatasan penggunaan sound horeg sebagai upaya menjaga kesehatan pendengaran masyarakat sekaligus memelihara ketertiban umum.
Upaya Pengendalian dan Kesadaran Masyarakat
Pembatasan volume pengeras suara dalam acara-acara publik telah menjadi prioritas dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Kesadaran bersama masyarakat untuk mengurangi penggunaan sound horeg dengan suara bervolume tinggi perlu terus ditingkatkan. Penyuluhan tentang bahaya kesehatan dan dampak sosial dari kebisingan dapat membantu menumbuhkan sikap hormat terhadap tetangga dan lingkungan sekitar.
Dengan memahami risiko yang timbul dari sound horeg, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental, serta dampak sosialnya, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif mendukung kebijakan pelarangan dan pembatasan ini. Selain upaya dari pemerintah, kerjasama komunitas sangat krusial guna mengurangi kebisingan berlebih sehingga kualitas hidup bersama tetap terjaga.
Penggunaan teknologi audio yang ramah lingkungan dan pengaturan volume yang tepat dapat menjadi alternatif agar acara tetap meriah tanpa mengorbankan kesehatan pendengaran dan kenyamanan warga. Langkah-langkah preventif seperti ini semakin penting mengingat efek kebisingan dapat menimbulkan gangguan permanen dan menurunkan kualitas hidup secara menyeluruh.
