Kelebihan Konsumsi Vitamin D Bisa Rusak Ginjal dan Jantung, Jangan Asal Minum!

Konsumsi vitamin D yang berlebihan dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan, terutama kerusakan ginjal dan komplikasi jantung. Meskipun vitamin D penting untuk menjaga kesehatan tulang dan sistem imun, asupan yang tidak tepat atau tanpa kontrol medis berpotensi memicu keracunan dan gangguan organ vital.

Sejumlah kasus terbaru mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam mengonsumsi vitamin ini. Pada 2024, seorang pria berusia 89 tahun di Inggris meninggal akibat komplikasi gagal jantung dan ginjal yang diakibatkan oleh kelebihan asupan vitamin D. Para ahli mengaitkan kematian ini dengan kondisi hiperkalsemia, yaitu tingginya kadar kalsium darah yang dipicu oleh konsumsi suplemen vitamin D yang berlebihan secara kronis.

Batas Aman Asupan Vitamin D

Otoritas kesehatan seperti Institute of Medicine (sekarang NASEM) merekomendasikan asupan vitamin D harian sebesar 600 IU bagi orang dewasa usia 19-70 tahun, dan 800 IU untuk lansia di atas 70 tahun. Asupan maksimal yang dianggap aman adalah 4.000 IU per hari. Melebihi batas tersebut meningkatkan risiko toksisitas.

Penelitian menunjukkan bahwa dosis kronis vitamin D di atas 10.000 IU (setara 250 mikrogram) secara signifikan berpotensi menimbulkan efek samping serius. Kadar vitamin D dalam darah yang melebihi 50 mikrogram/mL dapat berisiko, sementara level di atas 150 mikrogram/mL menunjukkan keracunan. Bahkan, menurut Cleveland Clinic, gejala hiperkalsemia dapat muncul pada individu yang mengonsumsi sekitar 2.000 IU per hari, tergantung respons tubuh masing-masing.

Gejala Keracunan Vitamin D

Hipervitaminosis D memanifestasikan dirinya melalui hiperkalsemia yang menyebabkan berbagai gejala awal, antara lain:

  1. Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, konstipasi, dan nyeri perut.
  2. Gejala neurologis seperti kebingungan, lesu, sakit kepala, hingga hilang kesadaran pada kasus berat.
  3. Gangguan ginjal, termasuk rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, dan risiko batu ginjal atau nefrokalsinosis.
  4. Nyeri tulang dan kelemahan otot akibat pencucian kalsium dari tulang.
  5. Masalah jantung berupa aritmia, tekanan darah tinggi, dan palpitasi.

Dampak Pada Ginjal

Ginjal menjadi organ yang sangat rentan akibat penumpukan kalsium berlebih. Ginjal bekerja ekstra keras untuk menyaring kalsium, sehingga durasi lama menyebabkan pembentukan batu ginjal dan nefrokalsinosis. Kondisi ini menimbulkan kerusakan ginjal akut yang mengancam fungsi penyaringan darah dan keseimbangan cairan tubuh.

Dampak Pada Jantung dan Sistem Pembuluh Darah

Kadar kalsium darah yang terus-menerus tinggi berdampak langsung pada otot jantung dan sistem konduksi listrik jantung, meningkatkan risiko detak jantung abnormal dan palpitasi. Kalsium juga dapat mengendap di pembuluh darah dan katup jantung, memicu pengerasan arteri (aterosklerosis) dan kalsifikasi struktur jantung.

Akumulasi ini meningkatkan risiko hipertensi, penyakit arteri koroner, gagal jantung, dan potensi serangan jantung mendadak. National Institutes of Health Inggris menegaskan bahwa kadar vitamin D yang sangat tinggi dapat mengakibatkan gagal ginjal, gangguan irama jantung, bahkan kematian mendadak.

Pentingnya Konsultasi Medis dan Pemeriksaan

Konsumsi vitamin D harus berdasarkan kebutuhan medis dan petunjuk dokter. Pemeriksaan kadar 25-hidroksivitamin D dalam darah sangat disarankan untuk mencegah asupan berlebihan tanpa disadari. Suplemen vitamin D yang diberikan secara sembarangan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Menjaga keseimbangan asupan vitamin D sesuai dosis yang dianjurkan dan memonitor kadar kalsium darah secara berkala menjadi kunci utama untuk meminimalisir efek samping. Konsumen juga perlu waspada terhadap dosis yang melebihi batas toleransi dan menghindari konsumsi bersama sumber kalsium tinggi dalam jumlah besar tanpa pengawasan medis.

Dengan informasi ini, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh tren konsumsi suplemen vitamin D secara masif tanpa landasan klinis, agar terhindar dari potensi kerusakan ginjal dan gangguan kardiovaskular yang serius. Penggunaan vitamin D yang bijak harus dilandasi oleh pengetahuan, kesadaran, dan konsultasi medis yang tepat.

Exit mobile version