Olahraga padel kini menjadi tren baru yang digemari banyak kalangan, terutama generasi muda, berkat karakteristiknya yang seru, dinamis, dan ramah untuk pemula. Kombinasi unik antara tenis dan squash ini tidak hanya memberikan tantangan fisik, tetapi juga menawarkan ragam manfaat kesehatan yang signifikan. Dalam konteks rendahnya tingkat kebugaran jasmani masyarakat Indonesia, padel dapat menjadi solusi olahraga modern dan menyenangkan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Padel sebagai Jawaban bagi Kebugaran Jasmani yang Rendah
Menurut data Indeks Pembangunan Olahraga 2024, sebagian besar masyarakat Indonesia, yakni 55,5%, berada pada kategori kebugaran jasmani yang sangat rendah. Sementara itu, hanya 6,3% yang memiliki kebugaran jasmani dalam kategori “baik ke atas”. Kondisi ini menjadi tantangan kesehatan yang cukup serius. Menyikapi hal tersebut, dr. Elva Septiruliana, Customer Claims Experience Manager Allianz Life Indonesia, sekaligus praktisi yang aktif melakukan olahraga, menyatakan bahwa padel cocok sebagai pilihan olahraga gaya hidup sehat. “Olahraga ini bisa menjadi salah satu solusi tubuh lebih sehat dengan cara yang seru dan menyenangkan karena padel menggabungkan elemen permainan dan interaksi sosial, tidak sama seperti olahraga kompetitif lainnya yang cenderung berat,” ujar dr. Elva.
Manfaat Olahraga Padel untuk Kesehatan
-
Membantu Menurunkan Berat Badan dan Meningkatkan Kebugaran Kardiovaskular
Bermain padel selama satu jam dapat membakar sekitar 400 hingga 600 kalori, tergantung pada intensitas permainan. Hal ini menjadikan padel sebagai olahraga efektif bagi mereka yang ingin menjaga ataupun menurunkan berat badan. Selain itu, padel membantu meningkatkan fungsi kardiovaskular dengan melibatkan gerakan-gerakan dinamis yang menaikkan detak jantung secara stabil. Dengan demikian, risiko penyakit jantung dapat berkurang, serta fungsi paru-paru menjadi lebih optimal. -
Merangsang Fungsi Otak dan Konsentrasi
Permainan yang cepat dan memerlukan respon instan ini secara otomatis melatih koordinasi mata-tangan serta kemampuan pengambilan keputusan secara cepat. Aktivitas otak yang intens dalam padel dapat merangsang koneksi saraf, membantu menjaga daya ingat dan fokus, terutama bagi kelompok usia produktif. Dr. Elva menjelaskan bahwa hal ini penting untuk mencegah penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. - Meningkatkan Koordinasi dan Refleks Tubuh
Padel membutuhkan kemampuan koordinasi yang baik antara mata, tangan, dan kaki karena bola dapat datang dari berbagai arah dengan tempo cepat. Latihan koordinasi ini secara bertahap memperbaiki refleks tubuh, yang berguna untuk aktivitas sehari-hari, seperti mengemudi dan menghindari cedera akibat terjatuh, terutama pada usia lanjut.
Dampak Positif pada Kesehatan Mental melalui Interaksi Sosial
Selain manfaat fisik, olahraga padel mendorong interaksi sosial yang erat antar pemain. Dr. Elva menuturkan bahwa kegiatan sosial ini memicu pelepasan hormon endorfin yang berperan mengurangi stres serta meningkatkan suasana hati. Hubungan sosial yang terjalin selama bermain padel memberikan dampak positif bagi kesehatan mental dengan mencegah risiko depresi dan mengurangi rasa kesepian. Hal ini turut mendukung peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dengan berbagai manfaat tersebut, padel tidak hanya menawarkan aktivitas fisik yang mengasikkan tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kesehatan jasmani dan rohani. Tren olahraga ini berpotensi memperbaiki kebugaran masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan menyenangkan.
Sebagai rekomendasi, bagi masyarakat yang ingin mencoba olahraga baru yang menyehatkan, padel bisa menjadi alternatif yang tepat. Dengan intensitas yang tinggi namun tetap menyenangkan, olahraga ini cocok untuk semua kalangan dan dapat diintegrasikan ke dalam gaya hidup sehari-hari tanpa kesan membosankan. Tak heran jika olahraga padel kian cepat mendapatkan tempat di hati para pecinta olahraga di Indonesia.
