6 Jenis Kanker Paling Banyak Serang Usia di Bawah 50 Tahun, Waspada!

Kanker menjadi ancaman serius yang tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada individu di bawah 50 tahun. Studi terbaru yang dipublikasikan dalam British Journal of Surgery menyoroti peningkatan signifikan kasus kanker saluran cerna pada kelompok usia muda. Hal ini mengingatkan pentingnya kesadaran dan kewaspadaan terhadap jenis kanker yang rawan menyerang usia di bawah 50 tahun.

Jenis Kanker Saluran Cerna Paling Banyak Menyerang Usia Muda

Penelitian yang dikutip dari Antara ini meninjau literatur mengenai kanker gastrointestinal (GI) dini, yaitu kanker yang terdiagnosis pada pasien usia di bawah 50 tahun. Peneliti utama, Sara Char dari Dana-Farber Cancer Institute, menyatakan bahwa kanker kolorektal menjadi perhatian utama karena merupakan jenis kanker saluran cerna dengan kasus terbanyak pada usia muda.

Berikut enam jenis kanker saluran cerna yang paling banyak menyerang usia di bawah 50 tahun berdasarkan hasil studi tersebut:

  1. Kanker Kolorektal
    Kanker ini mendominasi kasus kanker GI dini dengan sekitar 54 persen laporan. Di Amerika Serikat, angka kejadian kanker kolorektal pada usia muda meningkat dari 5,9 per 100.000 orang pada tahun 2000 menjadi 8,4 per 100.000 orang pada 2017. Pentingnya skrining sejak usia 45 tahun sudah disarankan untuk deteksi dini.

  2. Kanker Lambung
    Merupakan jenis kanker saluran cerna kedua yang paling sering didiagnosis pada usia di bawah 50 tahun. Kasusnya juga menunjukkan tren kenaikan di kalangan dewasa muda.

  3. Kanker Usus Buntu (Apendiks)
    Walau jarang terjadi, kanker ini menunjukkan peningkatan paling tajam dengan kenaikan jumlah diagnosis sebesar 15 persen antara 2010 dan 2019.

  4. Kanker Pankreas
    Dikenal sebagai kanker yang sangat mematikan, kasusnya juga meningkat di kelompok usia muda, khususnya pada rentang umur 25 hingga 29 tahun yang mengalami kenaikan lebih dari 4 persen selama periode penelitian.

  5. Kanker Esofagus
    Kasus kanker esofagus pada usia muda juga meningkat meskipun tidak sebesar peningkatan kanker kolorektal dan lambung.

  6. Tumor Neuroendokrin dan Kanker Saluran Empedu
    Kedua jenis kanker ini kini semakin sering ditemukan pada pasien berusia di bawah 50 tahun, menandakan tren peningkatan yang signifikan.

Faktor Penyebab dan Peran Gaya Hidup

Para peneliti juga menemukan bahwa kanker saluran cerna ini tidak menyerang secara merata di semua kelompok masyarakat. Ada “kesenjangan ras yang signifikan” yang diperkirakan terkait dengan faktor-faktor sosial dan lingkungan. Selain itu, peran gaya hidup modern sangat dianggap berkontribusi terhadap peningkatan kasus kanker ini.

Menurut Suneel D. Kamath, MD, ahli onkologi gastrointestinal dari Cleveland Clinic, kenaikan prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas dalam 50 tahun terakhir, termasuk di kalangan dewasa muda, menjadi salah satu penyebab utama. Pola makan tinggi daging merah dan makanan olahan juga diduga memperburuk risiko.

Faktor lain yang ikut memicu adalah konsumsi alkohol berlebihan, minuman manis, serta gaya hidup kurang aktivitas fisik. Semua hal ini secara kolektif meningkatkan risiko munculnya berbagai jenis kanker pencernaan pada generasi muda.

Perlunya Kesadaran dan Deteksi Dini

Kematian komedian dan presenter Nina Carolina alias Mpok Alpa pada usia 38 tahun akibat kanker payudara menggarisbawahi betapa kanker dapat menyerang usia muda dan berdampak fatal. Oleh karena itu, deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi langkah krusial dalam mengurangi risiko kanker.

Upaya skrining yang disarankan sejak usia 45 tahun, terutama untuk kanker kolorektal, harus dimaksimalkan. Edukasi mengenai pola hidup sehat, mengurangi konsumsi makanan berisiko, serta meningkatkan aktivitas fisik penting dilakukan di semua kelompok usia, termasuk yang masih muda.

Kendati kanker saluran cerna menjadi fokus penelitian, kewaspadaan terhadap semua jenis kanker tetap diperlukan. Pemantauan kesehatan yang rutin dan konsultasi medis bila ditemukan gejala mencurigakan dapat menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup.

Exit mobile version