Beberapa makanan yang sering kita konsumsi ternyata bisa mempercepat penuaan kulit secara diam-diam. Kandungan tertentu dalam makanan tersebut dapat merusak kolagen, mengurangi hidrasi, dan memicu peradangan, yang semuanya berkontribusi pada munculnya garis halus, kerutan, dan kulit kendur lebih awal. Menurut Edson Brandao, seorang biohacker berusia 58 tahun, berikut tujuh jenis makanan yang perlu diwaspadai agar kulit tetap sehat dan awet muda.
1. Es krim dapat merusak kolagen
Es krim mengandung gula tinggi yang memicu pembentukan produk akhir glikasi lanjutan (AGEs). AGEs ini merusak kolagen dan elastin, protein utama yang menjaga kekencangan dan elastisitas kulit. Selain itu, produk susu dalam es krim dapat memicu peradangan atau jerawat bagi sebagian orang, sehingga kulit tampak kurang bersih dan lebih cepat menua.
2. Cola menyebabkan dehidrasi kulit
Kandungan kafein dalam cola bertindak sebagai diuretik yang mempercepat keluarnya cairan tubuh. Hal ini menyebabkan kulit dehidrasi, yang membuatnya terlihat kusam, lelah, dan lebih rentan terhadap kerutan. Selain itu, gula dalam cola juga merusak kolagen dan elastin, mempercepat penuaan kulit.
3. Jus buah dengan gula tambahan
Meski terkesan sehat, jus buah kemasan biasanya mengandung kadar gula yang setara dengan minuman bersoda. Gula tambahan ini meningkatkan glukosa darah yang menyebabkan glikasi pada kolagen dan elastin, sehingga kulit kehilangan elastisitas dan kekenyalannya. Selain itu, jus buah tidak mengandung serat seperti buah utuh, sehingga lonjakan gula lebih sering terjadi dan memicu peradangan kulit.
4. Margarin mengurangi hidrasi kulit
Margarin mengandung lemak trans yang dapat membuat membran sel kaku dan mengurangi tingkat hidrasi kulit. Lemak trans juga merusak kolagen dan meningkatkan peradangan, sehingga kulit menjadi kering, kasar, dan lebih mudah berjerawat. Meskipun terasa lembut saat dioles, margarin sebenarnya mempercepat munculnya tanda penuaan.
5. Pemanis buatan menimbulkan peradangan
Pemanis buatan memicu respons insulin tubuh meskipun tanpa gula asli, yang menyebabkan peradangan pada kulit. Efek ini dapat menimbulkan kulit kusam, kemerahan, dan jerawat. Selain itu, pemanis buatan berpotensi mengganggu kesehatan usus, yang kemudian berdampak negatif pada kondisi kulit karena hubungan erat antara usus dan kulit.
6. Muffin melemahkan kolagen
Muffin mengandung gula dan tepung rafinasi tinggi yang menyebabkan lonjakan gula darah dan glikasi kolagen. Ditambah dengan minyak tidak sehat yang biasa dipakai dalam pembuatannya, muffin mempercepat peradangan kulit. Dampaknya, kulit kusam dan bengkak serta munculnya kerutan lebih cepat tidak bisa dihindari.
7. Alkohol menyebabkan dehidrasi kulit
Alkohol adalah penyebab utama dehidrasi pada kulit yang membuatnya kering, datar, dan bergaris. Konsumsi alkohol juga mengiritasi kulit, memperburuk kemerahan dan kondisi seperti rosacea. Selain itu, alkohol mengganggu kadar vitamin A, yang sangat penting untuk perbaikan dan regenerasi kulit. Kekurangan vitamin A mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.
Menurut laporan Harvard, konsumsi gula tambahan rata-rata orang Amerika bahkan mencapai sekitar 68 gram atau setara dengan 17 sendok teh per hari, jauh melampaui batas yang direkomendasikan. Sumber utama gula ini berasal dari minuman manis, makanan penutup, dan camilan manis yang juga berkontribusi pada penurunan kesehatan kulit.
Memahami dampak dari berbagai makanan ini membantu kita untuk lebih bijak dalam memilih asupan sehari-hari. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, lemak trans, dan pemanis buatan dapat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit agar tetap kenyal, segar, dan bebas penuaan dini. Alih-alih es krim dan cola, memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi buah utuh bisa menjadi pilihan yang lebih aman bagi kulit. Dengan cara ini, perawatan kulit dari dalam pun menjadi lebih optimal.
