Pertolongan Pertama Terkena Gas Air Mata dan Lebam, Hindari Odol untuk Keamanan Kulit

Dalam situasi darurat seperti terkena gas air mata dan mengalami lebam akibat benturan, penanganan pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Khusus untuk gas air mata, penggunaan odol atau pasta gigi yang sering dipercaya masyarakat sebagai pertolongan pertama sebaiknya dihindari karena justru berpotensi memperparah iritasi.

Gas air mata merupakan bahan kimia berbentuk serbuk padat yang digunakan untuk mengendalikan kerusuhan dan demonstrasi. Zat kimia seperti 2-chlorobenzalmalononitrile (CS) dan chloracetophenone (CN) yang terkandung dalam gas air mata bereaksi dengan kelembapan di mata, kulit, maupun saluran pernapasan sehingga menimbulkan sensasi terbakar, kemerahan, serta iritasi yang intens. Gejala khas paparan gas air mata meliputi perih dan kemerahan pada mata, keluarnya air mata berlebihan, rasa panas dan gatal pada kulit, serta gangguan pernapasan seperti sesak dan batuk.

Menurut dr. Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, Sp.B dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, odol hanya meredakan nyeri secara temporer namun tidak menetralkan efek bahan kimia gas air mata. Bahkan, penggunaan odol dapat menimbulkan iritasi tambahan karena sifat abrasif dan kandungan bahan kimia yang tidak cocok diaplikasikan pada mata atau area yang terkena gas. Oleh karena itu, langkah pertolongan pertama yang benar lebih direkomendasikan.

Berikut ini adalah tahapan pertolongan pertama saat terkena gas air mata:

1. Segera menjauh dari lokasi paparan gas dan mencari tempat dengan udara segar agar tidak terpapar lebih banyak.
2. Hindari menggosok mata meskipun terasa sangat perih, karena dapat memperburuk iritasi dan menyebarkan partikel kimia.
3. Bilas mata dan wajah dengan air bersih yang mengalir atau saline selama 10-15 menit. Membuka mata lebar-lebar saat membilas sangat dianjurkan agar bahan kimia benar-benar terangkat.
4. Bilas juga hidung dan rongga mulut jika merasakan perih di area tersebut, lakukan berkumur dan buang air ludah secara berkala.
5. Lepaskan pakaian yang terkena gas dan masukkan ke kantong plastik tertutup untuk mencegah kontaminasi lanjutan.
6. Segera mandi dengan air dingin atau suam-suam kuku dan sabun. Hindari mandi dengan air panas karena dapat membuka pori-pori dan memperdalam penetrasi bahan kimia.

Selain gas air mata, lebam atau memar akibat benturan juga kerap dialami saat kerusuhan atau situasi keramaian. Lebam terjadi karena pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit akibat benturan benda tumpul, menyebabkan warna biru atau ungu, bengkak, dan rasa nyeri.

Penanganan lebam dapat dilakukan dengan langkah berikut:

1. Kompres area lebam dengan es batu yang dibungkus kain selama 15-20 menit, beberapa kali dalam 24-48 jam pertama. Kompres dingin berfungsi menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi pembengkakan.
2. Angkat bagian tubuh yang lebam, terutama jika berada di tangan atau kaki, lebih tinggi dari posisi jantung untuk mengurangi penumpukan cairan.
3. Istirahatkan bagian tubuh yang terluka agar proses penyembuhan lebih optimal.
4. Setelah 48 jam, lakukan kompres hangat untuk meningkatkan aliran darah dan mempercepat penyembuhan.
5. Perhatikan tanda-tanda bahaya seperti lebam yang membesar secara drastis, nyeri hebat, atau gejala seperti pusing yang memerlukan penanganan medis segera.

Peristiwa unjuk rasa yang melibatkan penggunaan gas air mata di Jakarta pada 28 Agustus 2025 mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko cedera fisik. Pengetahuan tentang pertolongan pertama yang efektif membantu mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh zat iritan dan benturan fisik. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dengan selalu menjaga jarak aman dan segera mencari pertolongan medis bila keadaan memburuk.

Dengan mengikuti panduan tepat ini, masyarakat dapat mengurangi risiko cedera serius dan membantu proses pemulihan dengan meminimalkan iritasi serta inflamasi akibat paparan gas air mata maupun lebam. Hindari penggunaan odol untuk gas air mata dan terapkan langkah pencucian yang benar agar kondisi segera membaik.

Exit mobile version