Jungkook, anggota BTS yang kini berusia 27 tahun, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dewasa. Pengakuan ini muncul dalam siaran langsungnya di platform Weverse pada Jumat, 29 Agustus, yang awalnya bertujuan untuk memberikan penggemar tur singkat di rumahnya. Namun, suasana berubah menjadi lebih serius saat Jungkook menjelaskan bahwa dirinya sulit untuk duduk diam dan sering bergerak karena kondisi ADHD yang dialaminya.
Pengertian ADHD Dewasa
Menurut Mayo Clinic, ADHD adalah suatu kondisi neurologis yang membuat cara kerja otak berbeda dari kebanyakan orang. Pada penderita ADHD, terutama pada orang dewasa, gejala seperti kesulitan berkonsentrasi, hiperaktifitas, dan impulsivitas umum terjadi. Penyebab pasti ADHD tidak sepenuhnya diketahui, namun faktor genetik menjadi penyebab utama yang sering diturunkan dalam keluarga. Selain itu, ADHD juga terkait dengan kondisi seperti kelahiran prematur, epilepsi, cedera otak, dan autisme.
Orang dengan ADHD sering disebut sebagai neurodivergen, sebuah istilah yang merepresentasikan variasi alami dalam cara otak manusia bekerja. Neurodiversitas membantu memahami bahwa tidak semua perbedaan fungsi otak harus dianggap sebagai gangguan, melainkan sebagai bagian dari spektrum keanekaragaman neurologis manusia.
Gejala ADHD pada Orang Dewasa
Gejala ADHD dewasa bisa bermacam-macam, umumnya terbagi menjadi dua kategori utama: kurang perhatian dan hiperaktif-impulsif. Berikut adalah tanda-tanda yang dapat ditemukan pada pengidap ADHD:
-
Gejala kurang perhatian:
- Mudah teralihkan dan sering lupa
- Kesulitan mengatur waktu dan menyelesaikan tugas
- Sulit mengikuti instruksi secara efektif
- Sering kehilangan barang-barang penting, seperti dompet, ponsel, atau kunci
- Gejala hiperaktif dan impulsif:
- Energi berlebihan atau kecenderungan gelisah
- Sering berbicara berlebihan atau menyela pembicaraan
- Membuat keputusan cepat tanpa mempertimbangkan konsekuensinya
Sebagian besar penderita menunjukkan gejala gabungan kedua tipe di atas, meskipun ada yang hanya memiliki salah satu tipe. Gejala ini biasanya sudah muncul sejak masa kanak-kanak, sebelum usia 12 tahun, namun mungkin baru terdiagnosis saat dewasa karena tanda-tandanya tidak terlalu kentara.
Perlu dicatat, ADHD cenderung lebih jarang dikenali pada wanita karena wanita umumnya menunjukkan gejala kurang perhatian yang lebih halus dan sulit terdeteksi dibanding gejala hiperaktif pada pria.
Penanganan dan Pengelolaan ADHD Dewasa
Pengidap ADHD dewasa dapat menjalani berbagai metode penanganan yang sesuai dengan tingkat keparahan gejala dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Perawatan yang umum meliputi:
- Terapi perilaku kognitif untuk membantu mengatur perhatian dan mengontrol impuls.
- Pengaturan gaya hidup dengan pola makan sehat dan olahraga teratur.
- Pengelolaan lingkungan kerja dan rutinitas agar lebih terstruktur.
- Konsumsi obat-obatan jika diperlukan dan atas rekomendasi medis.
Olahraga menjadi salah satu cara efektif dalam mengalihkan energi berlebih dan meredakan gejala kecemasan serta depresi yang kerap menyertai ADHD. Selain itu, menjaga kualitas tidur juga sangat penting. Disarankan untuk tidur cukup di ruangan yang tenang, membatasi penggunaan layar sebelum tidur, serta mengurangi konsumsi kafein, gula, dan alkohol menjelang waktu istirahat malam.
Jungkook dan Kesadaran terhadap ADHD
Pengakuan Jungkook mengenai kondisi ADHD dewasa ini menjadi momen penting karena membawa kesadaran tentang gangguan neurodevelopmental yang masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Sebagai sosok publik dengan pengaruh besar, keterbukaan Jungkook dapat memberikan dukungan moral bagi individu lain yang menghadapi kondisi serupa, serta membantu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami dan menerima beragam kondisi kesehatan mental dan neurologi.
Dengan semakin banyaknya tokoh publik yang berbicara terbuka tentang ADHD, diharapkan stigma negatif dapat berkurang dan akses terhadap penanganan yang lebih tepat bagi penderita ADHD, khususnya pada tahap dewasa, akan meningkat.
Informasi lebih lanjut tentang ADHD dapat diperoleh dari sumber resmi seperti Mayo Clinic dan institusi kesehatan terkemuka, serta konsultasi dengan tenaga medis profesional untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.
