Main Ponsel di Toilet Picu Risiko Ambeien Naik 46 Persen, Waspada!

Penggunaan ponsel saat berada di toilet ternyata dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ambeien hingga 46 persen. Temuan ini berasal dari sebuah studi terbaru yang mengamati kebiasaan penggunaan smartphone di kamar mandi dan dampaknya terhadap kesehatan usus, khususnya terkait pembengkakan pembuluh darah di area anus dan rektum.

Ambeien atau wasir merupakan kondisi umum di mana pembuluh darah di sekitar anus membengkak dan menyebabkan berbagai gejala seperti rasa nyeri, gatal, dan perdarahan. Di Amerika Serikat, hampir 50 persen orang dewasa di atas usia 50 tahun mengalami masalah ini, dengan sekitar 4 juta kasus yang memerlukan penanganan medis setiap tahunnya. Sementara itu di Indonesia, sekitar 5,7 hingga 6,1 persen populasi atau sekitar 10 juta orang diperkirakan mengalami gejala ambeien.

Kebiasaan Menggunakan Ponsel di Toilet dan Risiko Ambeien

Penelitian yang dikutip dari New York Post dan dipublikasikan di jurnal PLOS One ini melibatkan 125 orang dewasa yang menjalani prosedur kolonoskopi. Hasilnya menunjukkan bahwa 66 persen dari responden menggunakan ponsel ketika berada di toilet. Dari kelompok ini, 37 persen menghabiskan waktu duduk lebih dari lima menit saat buang air, jauh lebih tinggi dibandingkan 7,1 persen pada orang yang tidak menggunakan ponsel di toilet.

Duduk terlalu lama di toilet memberi tekanan tambahan pada jaringan anus dan rektum. Tekanan ini dianggap sebagai faktor utama yang menyebabkan pembengkakan pembuluh darah dan kemudian memicu ambeien. Hal ini menegaskan pentingnya membatasi durasi waktu duduk di toilet agar risiko tersebut dapat ditekan.

Dr. Trisha Pasricha dari Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston menjelaskan, “Smartphone dan gaya hidup modern kita ternyata membawa konsekuensi kesehatan yang tidak kita sadari, termasuk kebiasaan menggunakan ponsel di kamar mandi.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa cara kita berinteraksi dengan teknologi harus diperhatikan dalam konteks kesehatan fisik sehari-hari.

Faktor Lain yang Berkontribusi Terhadap Ambeien

Selain durasi waktu duduk yang berlebihan, beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami ambeien, seperti konstipasi (sembelit), kehamilan, obesitas, faktor genetik, dan penurunan fungsi pembuluh darah akibat proses penuaan. Berbeda dengan anggapan lama, penelitian ini justru menemukan bahwa mengejan saat buang air tidak secara signifikan meningkatkan risiko ambeien.

Dr. David L Schwarzbaum, seorang ahli gastroenterologi asal Long Island, AS, menyarankan agar waktu berada di toilet dibatasi maksimal 10–15 menit. "Jika Anda membutuhkan waktu istirahat sebentar, sebaiknya duduk di atas tutup toilet, bukan di kloset saat buang air," ujarnya. Tips ini bertujuan mengurangi tekanan yang tidak perlu pada area anus selama proses buang air.

Imbauan untuk Pengguna Ponsel dan Masyarakat

Dengan semakin maraknya penggunaan ponsel dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di toilet, para ahli menyarankan untuk membatasi kebiasaan tersebut guna mencegah meningkatnya risiko ambeien. Meski penggunaan ponsel saat di kamar mandi mungkin dirasa membantu mengisi waktu luang atau mengurangi rasa bosan, dampak kesehatan yang ditimbulkan perlu mendapatkan perhatian serius.

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa efek negatif penggunaan teknologi tidak hanya terlihat pada aspek psikologis atau sosial saja, tetapi juga berpengaruh pada kondisi fisik seperti kesehatan saluran pencernaan. Studi lanjutan tentu diperlukan untuk mengkonfirmasi dan memperdalam pemahaman mengenai mekanisme yang mendasari hubungan antara penggunaan ponsel di toilet dan potensi ambeien.

Secara praktis, masyarakat disarankan untuk mengatur durasi waktu saat berada di toilet dan mengurangi penggunaan ponsel di sana, terutama bagi kelompok usia 50 tahun ke atas yang lebih rentan terkena ambeien. Dengan langkah sederhana ini, risiko gangguan kesehatan yang mengganggu kenyamanan hidup bisa diminimalkan.

Exit mobile version