Anak Sulit Konsentrasi? Waspadai Tanda Cacingan Penyebabnya

Anak yang mengalami kesulitan berkonsentrasi dan cepat merasa lelah bisa jadi sedang mengalami infeksi cacing, atau yang dikenal dengan cacingan. Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh karena berpengaruh langsung pada tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kemampuan kognitifnya. Dokter Spesialis Anak dari Eka Hospital Permata Hijau, Jeannie Flynn, mengungkapkan bahwa anak yang sering terkena cacingan biasanya menunjukkan gejala kesulitan fokus, kelelahan, serta penurunan prestasi di sekolah.

Cacingan dapat menyebabkan anemia, terutama bila infeksi disebabkan oleh cacing tambang yang menghisap darah dari dinding usus. Hal ini mengakibatkan berkurangnya asupan nutrisi yang seharusnya diserap tubuh karena nutrisi tersebut malah dihisap oleh cacing. Akibatnya, anak terancam mengalami gangguan gizi seperti gizi buruk dan stunting, yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap kemampuan belajar dan perkembangan secara keseluruhan.

Penyebab dan Dampak Cacingan pada Anak

Cacing yang paling umum menyerang anak-anak di lingkungan yang kurang higienis adalah cacing tambang, cacing gelang, dan cacing kremi. Infeksi cacing ini seringkali tidak terlihat secara kasat mata namun memengaruhi kesehatan anak secara signifikan.

Beberapa dampak cacingan yang perlu diwaspadai meliputi:

  1. Anemia akibat kehilangan darah yang kronis.
  2. Gangguan pencernaan seperti sakit perut dan mual.
  3. Penurunan daya tahan tubuh yang memicu sering sakit.
  4. Risiko malnutrisi dan pertumbuhan terhambat.
  5. Kemungkinan komplikasi serius seperti penyumbatan usus dan gangguan fungsi paru-paru hingga jantung.

Jeannie menekankan pentingnya deteksi dan penanganan cacingan sejak dini agar tidak berlanjut ke kondisi yang membahayakan. Jika anak menunjukkan tanda-tanda muntah berulang, demam tinggi, dehidrasi, atau nyeri perut kronis selama lebih dari dua minggu, maka pemeriksaan medis segera diperlukan.

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Untuk menghindari cacingan, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) wajib dibiasakan pada anak. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:

  1. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah makan, dan setelah bermain.
  2. Menjaga kebersihan kuku dengan rutin memotong dan membersihkan kotoran di bawah kuku.
  3. Menggunakan alas kaki saat bermain di luar rumah untuk mencegah penetrasi larva cacing tambang melalui kulit.
  4. Memastikan makanan yang dikonsumsi sudah matang sempurna dan air minum bersih serta higienis.

Selain itu, orang tua disarankan rutin memeriksa kesehatan anak dan mengikuti program pemberian obat cacing yang biasanya dilakukan di sekolah-sekolah atau fasilitas kesehatan. Hal ini penting untuk mencegah infeksi cacing yang bisa terjadi tanpa gejala awal yang jelas.

Waspadai Komplikasi dari Infeksi Cacing

Infeksi cacing yang tidak diobati dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius seperti cysticercosis, yakni infeksi parasit yang bisa menimbulkan gangguan penglihatan dan kejang. Selain itu, komplikasi lain yang berpotensi terjadi adalah penyumbatan usus dan gangguan pada fungsi paru serta jantung.

Dokter Jeannie menyarankan apabila gejala yang disebutkan muncul, sebaiknya segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Pengobatan yang cepat dapat mencegah komplikasi sekaligus memastikan anak dapat kembali tumbuh dan berkembang secara optimal.

Kasus kematian anak akibat cacingan pernah menjadi sorotan penting di berbagai daerah. Hal ini menjadi peringatan agar cacingan tidak dianggap sepele dan penanganannya mendapat perhatian serius dari orang tua dan tenaga kesehatan. Dengan menjaga kebersihan serta melakukan pemeriksaan rutin, risiko akibat cacingan dapat diminimalisasi demi masa depan anak yang lebih sehat dan cerah.

Exit mobile version