Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan Infertilitas Pria dan Solusi Efektif yang Perlu Diketahui

Infertilitas pria masih jadi persoalan yang kerap diabaikan meski memengaruhi sekitar 30 persen kasus kesuburan pasangan. Dokter spesialis andrologi, dr. Geraldo Laurus, Sp.And, menegaskan bahwa penyebab infertilitas pria sangat beragam dan sering kali tidak diketahui secara pasti, yang disebut sebagai infertilitas idiopatik.

Selain idiopatik, penyebab umum lainnya adalah varikokel, yaitu kondisi pelebaran pembuluh darah di kantong zakar yang mengganggu kualitas sperma. Varikokel ini bersifat genetik dan bisa diperburuk oleh aktivitas berat seperti angkat beban. Sayangnya, varikokel tidak bisa disembuhkan dengan obat atau herbal dan memerlukan operasi untuk memperbaikinya.

Untuk mengatasi masalah sperma yang buruk, dr. Geraldo menyarankan agar pria melakukan evaluasi sperma sedini mungkin. Banyak pria baru sadar ada masalah setelah menikah dan belum memiliki anak, padahal pemeriksaan bisa dilakukan sejak sebelum menikah agar langkah penanganan bisa lebih cepat.

Faktor gaya hidup juga berperan besar dalam kualitas sperma, mulai dari demam tinggi, obesitas, hingga kebiasaan kurang sehat. Oleh karena itu, perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya bergantung pada suplemen atau makanan penyubur.

Beberapa langkah penting yang direkomendasikan dokter untuk menjaga kesuburan pria adalah:

1. Menjaga berat badan ideal dengan lingkar perut kurang dari 90 cm
2. Rutin berolahraga 3-5 kali seminggu, minimal 30 menit per sesi
3. Memastikan tidur cukup selama 7-8 jam setiap malam
4. Mengurangi konsumsi makanan ultra-proses seperti nugget, sosis, dan mi instan
5. Membatasi minuman kopi maksimal dua gelas per hari

Selain perbaikan gaya hidup, kemajuan teknologi fertilitas juga memberikan harapan baru bagi pasangan suami istri. Bocah Indonesia sebagai pelopor klinik fertilitas memperkenalkan inovasi terbaru seperti EMBRACE Test untuk seleksi embrio tanpa biopsi dan terapi PRP yang meningkatkan kualitas rahim dan sel telur.

Teknologi IVF modern ini terbukti meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan, terutama bagi pasangan yang sudah lama berjuang dengan program bayi tabung. Bocah Fertility Week 2025 juga mengangkat pentingnya dukungan mental dan emosional selama proses terapi fertilitas.

Masih banyak pria merasa pemeriksaan sperma itu memalukan atau menurunkan harga diri. Namun, menurut dr. Raka selaku tenaga ahli, pemeriksaan ini sangat penting dan tidak kalah penting dibandingkan pemeriksaan pada istri. Deteksi dini dapat membantu menentukan terapi yang tepat dan meningkatkan hasil promil.

Melalui edukasi yang tepat, teknologi mutakhir, serta empati terhadap kondisi pasien, pihak klinik dan tenaga medis berupaya memastikan setiap pasangan memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan momongan. Infertilitas pria bukanlah akhir dari segalanya, tapi tantangan yang bisa diatasi dengan pendekatan ilmiah dan dukungan holistik.

Penting bagi pria untuk membuka diri dan tidak menunda pemeriksaan kesuburan, karena langkah awal ini menjadi kunci dalam mengatasi infertilitas. Dengan perkembangan teknologi dan kesadaran yang meningkat, harapan bagi pejuang dua garis untuk segera memiliki keturunan semakin nyata.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version