Vape Bukan Alternatif Aman: Ahli Ungkap Risiko Serius bagi Kesehatan Paru-Paru Anda

Penggunaan vape semakin marak di kalangan muda dengan anggapan sebagai alternatif aman pengganti rokok konvensional. Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa vape tidak benar-benar aman dan memiliki risiko tersembunyi bagi kesehatan paru-paru.

Dr. Chin Tan Min, Senior Consultant in Medical Oncology di Parkway Cancer Centre (PCC), menyatakan bahwa meskipun vape tidak secara langsung terbukti menyebabkan kanker paru, kandungan nikotin dan bahan kimia toksik di dalamnya tetap berbahaya. Zat-zat tersebut berpotensi merusak jaringan paru dan menyebabkan kecanduan yang sulit diatasi.

Bahaya Kandungan Vape bagi Paru-Paru

Nikotin adalah zat adiktif utama dalam vape yang merangsang kecanduan. Selain nikotin, terdapat berbagai bahan kimia berbahaya yang dapat mengiritasi dan merusak mukosa paru. Dr. Chin menegaskan bahwa risiko kesehatan akibat vape tidak boleh dianggap remeh oleh pengguna maupun masyarakat.

Bagi yang ingin berhenti menggunakan rokok atau vape, ia menyarankan program berhenti merokok dengan bimbingan medis serta perubahan gaya hidup. Pendekatan terstruktur ini terbukti jauh lebih efektif untuk menurunkan risiko kanker paru dibanding hanya mengandalkan pengurangan nikotin secara mandiri.

Kanker Paru: Ancaman ‘Silent Killer’

Kanker paru menjadi masalah kesehatan global yang serius. Data dari Global Cancer Observatory (Globocan) 2022 menunjukkan terdapat sekitar 2,48 juta kasus kanker paru di dunia. Di Indonesia, kasus meningkat dari 30.023 tahun 2018 menjadi 38.904 tahun 2022.

Dr. Lim Hong Liang, Senior Consultant in Medical Oncology di PCC, menjelaskan kanker paru tumbuh ketika sel abnormal berkembang tak terkendali di jaringan paru dan bisa menyebar ke organ lain seperti otak dan tulang. Gejala awalnya sering tidak disadari, seperti batuk berkepanjangan dan sesak napas, sehingga deteksi dini sangat penting.

Dia juga membagi kanker paru menjadi dua tipe utama. Pertama, Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) yang berkembang lebih lambat dan mencakup lebih dari 80% kasus. Kedua, Small Cell Lung Cancer (SCLC) yang lebih agresif dan cepat menyebar.

Deteksi Dini Menyelamatkan Nyawa

Deteksi dini dengan CT scan dosis rendah mampu mengidentifikasi kanker paru sebelum gejala muncul. Semakin cepat kanker ditemukan, semakin tinggi peluang pengobatan yang berhasil.

Dr. Lim mengatakan, “CT scan dosis rendah mampu mendeteksi kanker paru sebelum gejala muncul. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang terapeutik yang efektif.”

Terobosan Pengobatan Kanker Paru

Terapi kanker paru telah mengalami perkembangan pesat dari kemoterapi biasa ke terapi bertarget dan immunotherapy. Penemuan mutasi genetik pada sel kanker membuka jalan bagi pengobatan yang lebih spesifik dan minim efek samping.

Targeted therapy seperti EGFR Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI) secara efektif menonaktifkan gen penyebab pertumbuhan kanker tanpa merusak jaringan sehat. Dr. Chin menyatakan bahwa 80% pasien menunjukkan perbaikan gejala dalam 2-4 minggu dengan terapi ini. Tingkat kelangsungan hidup rata-rata pasien dengan mutasi EGFR juga meningkat sampai 3-4 tahun.

Immunotherapy memberikan harapan baru dengan membantu sistem imun melawan kanker secara alami. Efeknya bisa bertahan lama, menyerupai mekanisme vaksinasi terhadap kanker.

Pendekatan Perawatan Holistik

PCC menekankan perawatan holistik dan personal yang melibatkan tim multidisiplin termasuk dokter onkologi, bedah toraks, radiolog, ahli gizi, dan konselor psikologis. Pengobatan tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga dukungan emosional dan perubahan gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh. Teknologi medis terkini dan pengalaman spesialis di PCC terus berkontribusi pada inovasi pengobatan kanker paru yang efektif dan aman.

Menggunakan vape dengan anggapan lebih aman dari rokok masih membawa risiko kesehatan paru yang serius dan tidak boleh dianggap remeh. Deteksi dini dan terapi modern menjadi senjata utama dalam melawan kanker paru yang mematikan namun bisa dikendalikan dengan penanganan tepat.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version