Tren Staycation 2026: Liburan Singkat Populer, Akomodasi Unik Jadi Pilihan Favorit

Tren staycation diprediksi akan semakin mendominasi pola liburan masyarakat Indonesia pada tahun 2026. Peningkatan minat terhadap liburan singkat terlihat jelas pada kuartal akhir 2025, yang mana permintaan akomodasi naik hingga 12 persen dibandingkan awal tahun. Pilihan liburan hemat waktu dan tenaga ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat urban yang mendambakan rehat singkat di tengah kesibukan.

Perubahan gaya hidup serta keterbatasan waktu cuti menjadikan short escape sebagai alternatif favorit. Banyak orang kini memanfaatkan kalender libur nasional dan akhir pekan panjang secara cerdas demi mendapatkan pengalaman relaksasi dalam waktu terbatas. Hal inilah yang mendasari lonjakan popularitas konsep staycation, terutama pada momen Natal dan Tahun Baru.

Akomodasi Kini Menjadi Magnet Utama

Fungsi akomodasi tidak lagi sekadar sebagai tempat bermalam. Wisatawan semakin menuntut kenyamanan, fleksibilitas, dan kemudahan fasilitas yang menyatu dengan tema liburan yang mereka pilih. Akomodasi bertema khusus seperti vila, apartemen, atau hotel dengan pengalaman unik kini menjadi incaran utama keluarga dan wisatawan muda. SVP of Accommodation tiket.com, Cisyelya Bunyamin, menyebutkan bahwa pengalaman menginap dengan nuansa individual kini menjadi daya tarik utama, seiring dengan meningkatnya selektivitas wisatawan dalam memilih layanan penginapan.

Permintaan akomodasi yang terus melonjak, terutama pada periode akhir tahun, tidak terlepas dari kebiasaan baru masyarakat. Mereka semakin gemar melakukan pemesanan lebih awal demi mengamankan akomodasi sesuai bujet dan preferensi. Data menunjukkan, kebiasaan ini telah membentuk pola pemesanan yang lebih terencana dan efisien.

Staycation Keluarga & Tematik Semakin Populer

Liburan bersama keluarga kini lebih banyak difokuskan pada kualitas kebersamaan di dalam area akomodasi. Pilihan seperti staycation bertema, family trip di vila, atau apartemen dengan fasilitas privat menawarkan pengalaman berkesan tanpa harus melakukan perjalanan jauh. Fleksibilitas dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama, apalagi untuk keluarga dengan anak-anak yang membutuhkan ruang lebih luas dan fasilitas penunjang aktivitas.

Staycation tematik tidak hanya berkutat pada gaya hidup, namun juga menyatu dengan minat liburan seperti wellness, kuliner, hingga fasilitas hiburan yang terintegrasi di dalam properti. Ini menjadikan akomodasi semakin kompetitif dalam menawarkan berbagai program spesial untuk menarik wisatawan.

Short Getaway: Pilihan Liburan 1,5 Hari

94 persen responden survei di Jakarta, Bandung, dan Surabaya menyatakan bahwa liburan singkat atau short getaway dengan rata-rata waktu menginap 1,5 hari menjadi pilihan utama. Kota-kota besar dan lokasi yang mudah diakses kini menjadi trending destination untuk healing singkat. Bogor bahkan berhasil menyalip popularitas beberapa destinasi lama, menyusul pertumbuhan pemesanan yang tinggi dalam dua tahun terakhir.

Fenomena ini mendorong penyedia akomodasi untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan cepat, handal, serta penawaran value added seperti program cashback dan diskon khusus pada periode tertentu. Tiket.com, misalnya, menyediakan promo "Stay with Benefits" dan "Stay with Benefits Plus" dengan cashback hingga Rp850 ribu bagi pengguna yang melakukan transaksi hingga 24 Februari 2026.

Daftar Kota Favorit untuk Staycation 2026

Berdasarkan data pemesanan dan minat wisatawan, berikut ini adalah lima kota yang menjadi destinasi utama untuk short escape dan staycation domestik pada 2025–2026:

  1. Jakarta
  2. Bandung
  3. Bali
  4. Surabaya
  5. Bogor

Untuk destinasi internasional, kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina tetap menjadi primadona karena aksesibilitas dan nilai ekonomis yang ditawarkan.

Strategi Memanfaatkan Kalender Liburan

Selain memilih kota tujuan, wisatawan juga semakin pintar memanfaatkan momen kalender libur nasional dan long weekend. Banyak dari mereka yang sengaja merancang agenda jauh-jauh hari demi mendapatkan harga dan pilihan akomodasi terbaik. Kalender liburan resmi dan promosi dari platform perjalanan daring menjadi panduan utama dalam merancang cuti ideal.

Peningkatan tren staycation dan short escape pada 2026 memberi dampak nyata dalam dunia pariwisata, khususnya di sektor akomodasi. Hal ini menuntut pelaku industri untuk terus beradaptasi dan mengembangkan jenis layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen masa kini. Wisatawan pun semakin dimanjakan dengan beragam pilihan menginap yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memiliki nilai tambah, baik dari sisi layanan maupun pengalaman personal.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button