Persaingan kamera saku pada 2026 mulai berubah arah setelah Insta360 meluncurkan Luna Ultra untuk menantang dominasi DJI Osmo Pocket. Di saat DJI masih kuat di pasar global, kehadiran Luna Ultra langsung menarik perhatian karena menawarkan pendekatan yang lebih agresif di sisi fitur dan ketersediaan.
Daya tarik terbesarnya bukan hanya soal spesifikasi. Di Amerika Serikat, posisi Osmo Pocket 4 justru terganjal karena DJI tidak bisa menjual produk barunya secara resmi, sehingga Luna Ultra masuk ke celah pasar yang sangat strategis.
Perebutan pasar kamera saku makin terbuka
Seri Osmo Pocket selama ini dikenal sebagai pilihan utama untuk vlogger, pelancong, dan kreator yang menginginkan video stabil dalam bodi ringkas. Kamera ini memadukan ukuran kecil dengan gimbal bermotor, sehingga perekaman tetap halus saat pengguna berjalan atau bergerak.
Luna Ultra hadir dengan target yang sangat jelas, yakni pengguna yang selama ini melirik Osmo Pocket. Insta360 menempatkannya sebagai kamera gimbal dedicated pertama yang dibuat bersama Leica, sekaligus sebagai perangkat untuk kreator yang menginginkan fleksibilitas lebih tinggi.
Kedua kamera sama-sama masuk kategori pocket camera dengan desain tubuh kecil dan modul kamera gimbal di bagian atas. Keduanya juga dirancang agar mudah dimasukkan ke saku atau tas tanpa membawa perlengkapan besar.
Keunggulan desain mulai terasa di detail penggunaan
Insta360 membekali Luna Ultra dengan layar OLED 2 inci yang bisa dilepas. Layar ini juga bisa dipakai sebagai remote control hingga jarak 20 meter, fitur yang sangat relevan untuk kreator solo yang sering merekam diri sendiri.
DJI Osmo Pocket 4 juga memakai layar OLED 2 inci, tetapi posisinya tetap menyatu dengan bodi. Layar itu bisa berpindah antara orientasi horizontal dan vertikal, sehingga lebih praktis untuk beralih dari video lanskap ke potret.
Luna Ultra memiliki bobot sedikit di atas 200 gram. Bobot ini tetap menjaga karakter utama kelas perangkat ini, yaitu portabel dan ringan untuk penggunaan cepat di lapangan.
Luna Ultra menekan lewat sensor dan sistem kamera
Luna Ultra dibangun di atas sensor 1 inci dan mampu merekam video 8K pada 30 frame per detik. Kamera ini juga membawa dua lensa, terdiri dari lensa wide dengan aperture f/1.8 dan lensa telefoto dengan zoom hingga 12x, termasuk 6x lossless zoom.
Kombinasi itu memberi keunggulan yang langsung terlihat di atas kertas. Selain lebih fleksibel untuk framing, aperture f/1.8 juga membantu performa saat pencahayaan rendah.
Insta360 juga menyertakan perekaman Dolby Vision, video 10-bit, dan dynamic range hingga 14 stop. Detail ini penting bagi kreator yang mengutamakan rentang tonal lebih luas pada area terang dan gelap dalam satu adegan.
Kemitraan dengan Leica menjadi elemen pembeda lain. Insta360 menyebut Luna Ultra mendapat manfaat dari color science Leica yang dikenal menghasilkan warna alami dan akurat.
Osmo Pocket 4 tetap punya fondasi yang kuat berkat pengalaman panjang DJI dalam stabilisasi dan pemrosesan gambar. Namun, model standar Osmo Pocket 4 saat ini masih memakai satu lensa, sementara Luna Ultra sudah membawa sistem dual-lens sebagai fitur bawaan.
Ada catatan penting dalam perbandingan ini. DJI disebut diperkirakan akan merilis Pocket 4 Pro dengan sistem dual-lens dalam beberapa pekan, yang berpotensi membuat pertarungan menjadi lebih seimbang.
AI tracking dan audio jadi area persaingan berikutnya
Luna Ultra memakai Deep Track 5.0 untuk melacak subjek secara otomatis. Sistem ini mendukung pelacakan orang atau objek, serta fitur seperti Active Zoom Tracking dan Smart Framing untuk menyesuaikan komposisi gambar secara otomatis.
Osmo Pocket 4 mengandalkan ActiveTrack milik DJI. Teknologi ini juga sudah dikenal matang karena dikembangkan lewat beberapa generasi produk DJI.
Cara kerja keduanya pada dasarnya serupa. Pengguna mengarahkan kamera ke subjek, mengetuk untuk mengunci target, lalu kamera menjaga subjek tetap berada di dalam frame saat bergerak.
Insta360 juga menyematkan integrasi mikrofon nirkabel bawaan. Pendekatan ini menunjukkan Luna Ultra disiapkan sejak awal untuk alur kerja kreator yang mengandalkan audio eksternal tanpa banyak penyesuaian tambahan.
Penyimpanan, baterai, dan faktor beli yang paling menentukan
Luna Ultra hadir dengan penyimpanan internal 47GB dan dukungan kartu microSD hingga 1TB. Insta360 mengklaim daya tahan baterainya bisa mencapai empat jam.
Osmo Pocket 4 menawarkan ruang penyimpanan aktual yang dapat digunakan sebesar 107GB. Kamera ini juga mendukung microSD hingga 1TB, dengan daya tahan baterai sekitar empat jam.
Di sisi harga dan ketersediaan, Luna Ultra dijual seharga $769 di Amerika Serikat dan tersedia dalam warna putih atau hitam. Faktor ini menjadi penting karena Osmo Pocket 4 tidak dijual resmi di pasar AS.
Pada Desember 2025, FCC memblokir DJI untuk mendapatkan equipment authorization bagi produk baru. Dampaknya, konsumen di AS yang ingin membeli Pocket 4 harus melalui jalur tidak resmi, dengan konsekuensi tanpa jaminan penuh serta tanpa dukungan ekosistem resmi.
Di luar Amerika Serikat, DJI masih mempertahankan pijakan kuat di banyak pasar. Osmo Pocket 4 sendiri meluncur di Inggris dengan harga sekitar £445, sehingga persaingan global belum sepenuhnya berpihak ke satu kubu.
Namun untuk kreator di AS, situasinya berbeda. Saat DJI tidak bisa menjual produk baru secara resmi, Luna Ultra bukan sekadar alternatif baru, melainkan perangkat yang masuk pada saat pasar kamera saku premium sedang kekurangan pesaing nyata.
Source: www.gizmochina.com






