14 Koleksi Dolce & Gabbana FW26 di Milan Fashion Week, Rayakan Karakter Pria Maskulin Berani!

Dolce & Gabbana menampilkan koleksi Fall/Winter 26 pada Milan Fashion Week dengan tema “The Portrait of Man.” Koleksi ini merayakan identitas unik pria dan menonjolkan berbagai gaya yang mencerminkan karakter maskulin modern. Penampilan yang kuat dan percaya diri menjadi inti dari setiap busana yang ditampilkan di panggung.

Pada pembukaan, koleksi menampilkan outer bulu berukuran besar yang memberi kesan dramatis khas Dolce & Gabbana. Outer ini memberikan sentuhan mewah sekaligus berani, membuktikan bahwa pakaian musim dingin tidak harus membosankan. Selanjutnya, koleksi beralih ke pakaian kerja dengan warna monokrom yang elegan dan lengkap, menghadirkan nuansa anggun sekaligus profesional bagi pria masa kini.

Dolce & Gabbana mengintegrasikan aksen bros (brooch) yang sedang tren di Italia untuk memperkaya busana malam. Dengan cara ini, tampilan monokrom tidak terlihat datar, justru bersama bros tersebut memberi kesan mewah dan artistik. Palet warna netral juga digunakan untuk mengekspresikan karakter pria lembut. Outer bulu, celana longgar, dan topi beret menjadi simbol penampilan yang santai namun tetap berkelas.

Outer yang diperlihatkan memiliki variasi struktur, ada yang dirancang longgar dan ada juga yang ramping dengan motif. Ini menambah dinamika dan fleksibilitas tampilan yang bisa disesuaikan dengan gaya dan momen berbeda. Dalam hal aksesori, koleksi menyoroti bros bunga yang mencolok pada busana malam bertema flamboyan, menghadirkan nuansa romantis demi menggambarkan sisi lain pria yang kompleks.

Warna-warna kaya seperti emerald green memberikan kesan kuat dan eksperimental pada pakaian kerja, dikombinasikan dengan motif stripe dan polkadot yang memperkaya variasi tekstur dan visual busana. Koleksi ini juga mengangkat kode-kode era 90-an, terlihat dari pemilihan warna tanah dan potongan gaya lama yang diinterpretasikan ulang secara modern.

Karakter pria sporty hadir melalui pakaian olahraga ala 90-an, termasuk tank top, jersey, short, dan celana training. Gaya kasual dengan kaus basic yang dimasukkan ke celana berpinggang tinggi dilapisi hoodie jacket juga membawa semangat dekade tersebut ke dalam koleksi ini. Sentuhan unik hadir dalam bentuk bros jam yang berfungsi sebagai aksesoris artistik, yang disematkan pada busana kerja dan evening suit, menambah kesan mewah dan eksklusif.

Meskipun material denim tidak dominan, penggunaan denim dipadukan dengan kulit dan bulu memberikan nuansa chic dan elegan. Penampilan akhir koleksi terdiri dari busana malam monokrom yang ramping dan minimalis, tetap memadukan aksen bros jam berbentuk bunga sebagai identitas khas Dolce & Gabbana. Keseluruhan koleksi ini mengingatkan kembali esensi maskulin baru yang tegas dan mudah dikenali.

Secara keseluruhan, Dolce & Gabbana berhasil memadukan kebebasan berekspresi dengan identitas maskulin yang kuat melalui koleksi Fall/Winter 26 ini. Dengan rangkaian yang beragam mulai dari outer dramatis, workwear anggun, hingga sporty kasual, pesan bahwa setiap pria layak memiliki “potretnya” sendiri tersampaikan dengan jelas. Koleksi ini bukan hanya pakaian, tetapi sebuah kampanye untuk merayakan banyaknya cara menjadi pria di era masa kini.

Berita Terkait

Back to top button