Masalah dalam hubungan adalah hal yang wajar dan bisa menjadi kesempatan bagi pasangan untuk saling memahami lebih dalam. Pasangan cerdas tidak menghindari masalah, melainkan menghadapi dan menyelesaikannya dengan cara yang sehat dan konstruktif.
Menurut psikolog Dr. John Gottman dan Dr. Julie Schwartz Gottman yang dikutip dari NPR, tujuan dari setiap masalah yang muncul adalah untuk meningkatkan pemahaman antar pasangan. Berikut ini lima cara utama pasangan yang cerdas gunakan dalam menyelesaikan masalah hubungan mereka.
1. Mulai Percakapan dengan Lembut
Pasangan yang memulai diskusi dengan emosi negatif, seperti kritik tajam, berisiko lebih tinggi mengalami rusaknya hubungan. Dr. John Gottman menyarankan untuk mengawali percakapan dengan kalimat yang fokus pada perasaan diri sendiri, bukan menyalahkan pasangan. Misalnya, mengganti ungkapan “Kamu tidak pernah membantu pekerjaan rumah!” dengan “Aku merasa kewalahan ketika mengerjakan sebagian besar pekerjaan rumah sendirian. Aku membutuhkan bantuan lebih dari kamu.”
2. Menghindari Pola Komunikasi yang Merusak
Gottman Institute mengidentifikasi empat pola komunikasi berbahaya yaitu kritik yang menyerang karakter, penghinaan, sikap defensif berlebihan, dan pengabaian (stonewalling). Cara mengatasinya adalah dengan mengelola kritik secara lembut, membangun budaya saling mengapresiasi, belajar menerima tanggung jawab saat defensif, serta mengambil waktu tenang terlebih dahulu bila mengalami stonewalling.
3. Mendengarkan secara Aktif
Studi tahun 2023 dalam Journal of Family Psychology menunjukkan bahwa pasangan yang mempraktikkan teknik mendengarkan secara aktif melaporkan tingkat kepuasan hubungan 35% lebih tinggi dan tingkat konflik yang lebih rendah. Mendengarkan aktif mencakup menjaga kontak mata, mengulangi pemahaman atas ujaran pasangan, menunjukkan empati, dan menghindari interupsi.
4. Mengelola Emosi dengan Baik
Dalam kondisi emosi negatif yang meluap (emotional flooding), sulit bagi seseorang untuk berpikir jernih. Oleh karena itu, disarankan untuk mengambil jeda sekitar 20-30 menit untuk menenangkan diri sebelum melanjutkan diskusi. Mengatur pernapasan dan menenangkan emosi akan membuat dialog selanjutnya jauh lebih efektif.
5. Menggunakan Kata “Aku” Daripada “Kamu”
Pilihan kata sangat mempengaruhi suasana komunikasi. Menggunakan pernyataan dengan kata “aku” membantu menyampaikan perasaan tanpa menjatuhkan pasangan. Contoh yang efektif adalah, “Aku merasa sedih ketika hari jadi kita tidak diingat karena itu penting bagiku,” daripada mengatakan, “Kamu selalu lupa hari jadi kita!” Cara ini meminimalisasi konflik dan membuka ruang diskusi yang lebih sehat.
Penerapan kelima cara di atas dapat meningkatkan kualitas hubungan secara signifikan. Masalah akan menjadi sarana untuk tumbuh bersama jika pasangan mampu berkomunikasi secara efektif, mengelola emosi, dan menunjukkan empati. Prinsip utamanya adalah menyelesaikan konflik dengan adil dan saling menghormati.
Menghadapi permasalahan dalam hubungan bukan sekedar mengatasi masalah itu sendiri, melainkan juga mengurai akar perasaan dan kebutuhan masing-masing pihak. Pasangan yang sukses adalah mereka yang bersama-sama menjadikan masalah sebagai jembatan untuk memperkuat ikatan cinta dan pengertian. Dengan disiplin menerapkan cara-cara ini, hubungan dapat terus berkembang menjadi lebih dewasa dan harmonis.
