
Rumah produksi seni pertunjukan ArtSwara kembali menunjukkan inovasi dengan menghadirkan pertunjukan bertajuk Vintage Sounds pada pertengahan Februari mendatang. Acara ini dirancang sebagai Live Variety Show yang bertujuan menghidupkan kembali nuansa romantisme musik Indonesia era 80 dan 90-an.
Vintage Sounds merupakan bentuk penghormatan dari Maera Panigoro, Produser Eksekutif, kepada kedua orang tuanya. Lagu-lagu yang ditampilkan merupakan favorit keluarga Maera yang membawa kenangan hangat masa kecil. “Lagu-lagu ini membawa memori yang dalam dan sekaligus sebagai cara melestarikan musik Indonesia yang sulit dilupakan,” ujar Maera Panigoro dalam konferensi pers di Jakarta.
Sentuhan Big Band oleh Tohpati Orchestra
Untuk memberikan warna baru sekaligus menjaga keaslian musik era tersebut, ArtSwara menggandeng Tohpati sebagai komposer dan pengarah aransemen. Tohpati akan membawa gaya big band yang megah namun tetap groovy dalam setiap segmen pertunjukan. “Ini pengalaman baru bagi saya untuk mengiringi berbagai segmen dalam format variety show yang beragam,” jelas Tohpati.
Repertoar lagu dipilih secara kuratif, mencakup hits populer seperti “Selamat Datang Cinta”, “Aku Cinta Kepadamu”, dan “Asmaraku Asmaramu”. Pilihan lagu ini dikemas agar tetap hidup dan mengena pada penonton lintas generasi, tanpa kehilangan jiwa musik aslinya.
Kolaborasi Lintas Generasi dan Seni
Salah satu daya tarik utama Vintage Sounds adalah perpaduan antara musisi senior dan generasi muda yang menghadirkan warna beragam. Seniman hip-hop legendaris Iwa K, penyanyi sekaligus penari Galabby, dan pelukis pasir Vina Candrawati akan turut memeriahkan panggung. Kolaborasi ini merupakan perpaduan unik antara rap, vokal, tari, dan seni visual.
Iwa K menyatakan bahwa menyatukan rap dengan nuansa orkestra dan nostalgia memberikan tantangan kreatif tersendiri. “Energi khusus dibutuhkan agar kolaborasi ini terasa istimewa sekaligus menyatu,” kata Iwa K. Sementara itu, Galabby mengaku senang bisa membawakan lagu-lagu legendaris dengan aransemen baru dan tampil bersama teman seperjuangannya di atas panggung.
Dalam lagu “Asmaraku Asmaramu”, Galabby tidak hanya bernyanyi tetapi juga menari, yang semakin memperkuat pengalaman penonton. Menurutnya, konsep yang beragam ini membuat pertunjukan tidak monoton dan mampu menjaga antusiasme penonton hingga akhir acara.
Pengalaman Menyentuh dan Pelestarian Budaya
Vintage Sounds menjadi lebih dari sekadar konser musik. Acara ini adalah wadah pelestarian budaya dan nostalgia yang dikemas modern dan komunikatif. Melalui show ini, musik pop era 80-an dan 90-an dihadirkan kembali bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga media mempererat hubungan antar generasi.
ArtSwara berharap pertunjukan ini dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Mereka ingin generasi muda mengenal kekayaan musik Indonesia yang tak lekang oleh waktu, sedangkan generasi tua dapat mengenang kembali masa kejayaannya secara penuh gairah.
Fakta Penting tentang Vintage Sounds
- Pertunjukan berlangsung pada 17 Februari di Jakarta.
- Format acara berbentuk Live Variety Show yang dinamis.
- Musik diaransemen ulang dengan gaya big band oleh Tohpati Orchestra.
- Menampilkan kolaborasi musisi senior dan muda lintas genre.
- Melibatkan seniman tari dan seni visual dalam konsep pertunjukan.
- Harga tiket mulai dari Rp 550.000.
Vintage Sounds bukan sekadar tribute, melainkan upaya serius melestarikan dan merevitalisasi karya musik terdahulu melalui sentuhan artistik mutakhir. ArtSwara berupaya menjaga romantisme musik era 80 dan 90-an tetap hidup dan relevan dengan gaya kekinian yang dapat dinikmati semua kalangan usia.





