Menghadapi wawancara kerja atau mensetsu dengan user dari Jepang sering membuat pelamar merasa gugup. Hal ini wajar karena budaya wawancara Jepang sangat menekankan kesopanan dan keprofesionalan. Namun, dengan persiapan yang tepat, kamu bisa tampil percaya diri dan mengendalikan rasa grogi saat sesi wawancara berlangsung.
Berikut ini lima rahasia lolos wawancara kerja ke Jepang yang dapat membantu kamu mengatasi kegugupan dan memberikan kesan positif kepada pihak perusahaan.
1. Penampilan yang Rapi dan Profesional
Penampilan menjadi hal pertama yang dilihat oleh pewawancara. Dalam budaya Jepang, kesopanan dan keteraturan menjadi nilai utama. Kenakan pakaian formal seperti kemeja putih dan bawahan gelap untuk pria maupun wanita. Wanita disarankan menguncir rambut atau menggunakan penataan yang rapi. Bagi yang berhijab, pastikan jilbab rapi dan dimasukkan ke dalam kerah.
Saat masuk ruangan atau sesi Zoom, sapa dengan ucapan “Shitsureishimasu” sambil melakukan ojigi (salam membungkuk). Setelah itu, perkenalkan diri dengan semangat agar kesan awalmu kuat.
2. Senyum dan Sikap Enerjik
Senyum membuat kamu terlihat ramah dan penuh semangat yang sangat disukai oleh user Jepang. Tampilkan ekspresi genki, yaitu ceria dan penuh energi sepanjang wawancara. Posisi duduk juga harus tegak dan tidak bersandar agar menunjukkan kesiapan dan rasa hormat.
Jika wawancara dilakukan secara daring, jangan malu untuk meminta pengulangan jika suara atau kecepatan bicara user tidak jelas. Gunakan kalimat sopan seperti “Sumimasen, mou ichido onegaishimasu” (Maaf, bisa ulangi sekali lagi?) atau “Sumimasen, yukkuri hanashite moraemasuka?” (Bisakah bicara lebih perlahan?).
3. Koneksi Internet Harus Stabil
Persiapan teknis penting sekali khususnya untuk wawancara online. Pastikan jaringan internet kamu lancar, perangkat dalam keadaan baik, dan aplikasi video conference sudah diperbarui. Sediakan kuota cadangan atau tethering agar tidak terputus tiba-tiba.
Gangguan teknis dapat merusak fokus dan suasana wawancara, bahkan membuat gelisah. Jadi, persiapan teknis yang matang menjadi setengah dari keberhasilan kamu.
4. Kuasai Pertanyaan Wawancara dan Latihan Terus
Memprediksi pertanyaan yang mungkin keluar adalah kunci agar tidak kaget saat mensetsu. Buat daftar 50 pertanyaan umum seperti perkenalan diri, kelebihan dan kekurangan, serta pertanyaan ringan seperti makanan favorit. Latihan menjawab sampai benar-benar hafal dan nyaman saat mengungkapkan.
Menguasai materi membuat kamu lebih tenang dan menunjukkan keseriusan. Saat benar-benar memahami semua pertanyaan, kamu punya “koentji” atau kunci jawaban yang membantu melewati pertanyaan jebakan.
5. Tunjukkan Minat dengan Riset Perusahaan
Melakukan riset tentang perusahaan yang dilamar sangat penting. Pahami visi, misi, produk, dan sejarah singkat perusahaan atau fasilitas yang menjadi tempat kerja. Hal ini menunjukkan bahwa kamu serius dan benar-benar ingin bergabung bukan hanya sekadar mencari kerja.
Misalnya, jika melamar di bidang perawatan lansia (Kaigo), kenali fasilitas dan layanan yang diberikan perusahaan tersebut. Dengan begitu, kamu bisa memberikan jawaban yang relevan dan membuat user merasa dihargai.
Kelima strategi di atas merupakan hasil pengalaman nyata dari para pelamar kerja ke Jepang yang pernah gagal namun berhasil setelah penerapan tips ini. Dengan persiapan matang, kamu akan lebih mudah mengendalikan rasa grogi dan memberikan kesan terbaik. Selalu percaya pada kemampuan diri dan tetap tenang saat sesi wawancara berlangsung. Semoga tips ini membantu kamu sukses menembus wawancara kerja di Jepang dan meraih kesempatan berkarier di sana. Ganbatte kudasai!
Baca selengkapnya di: yoursay.suara.com