Berat Badan Bertambah Saat Puasa? Kenali 7 Penyebab Tersembunyi yang Sering Terlewat

Banyak orang mengira puasa Ramadan akan menurunkan berat badan karena jangka waktu makan yang lebih singkat. Namun, kenyataannya tidak sedikit mengalami kenaikan berat badan selama bulan puasa. Hal ini terutama disebabkan oleh kebiasaan makan dan gaya hidup yang berubah saat berbuka dan sahur.

Kenaikan berat badan saat Ramadan bisa terjadi ketika asupan kalori melebihi kebutuhan tubuh meskipun frekuensi makan berkurang. Berikut tujuh penyebab umum yang kerap tidak disadari sehingga berat badan bertambah saat berpuasa.

1. Balas Dendam Saat Berbuka Puasa
Setelah menahan lapar selama belasan jam, dorongan untuk makan dengan porsi berlebihan sering muncul saat berbuka. Mengonsumsi banyak jenis makanan dalam satu waktu tanpa kontrol kalori dapat menyebabkan lonjakan asupan yang signifikan.

2. Konsumsi Makanan Manis Berlebihan
Takjil seperti kolak, es buah, dan kue manis memang menggoda ketika berbuka. Gula berlebih ini meningkatkan kadar gula darah dan jika tidak diimbangi aktivitas fisik, akan berkontribusi pada penumpukan lemak tubuh.

3. Kebiasaan Makan Gorengan
Gorengan menjadi pilihan favorit saat berbuka karena rasanya lezat dan mengenyangkan. Namun, makanan ini tinggi kandungan lemak dan kalori sehingga jika dikonsumsi sering dapat menaikkan berat badan secara bertahap.

4. Porsi Makan Berlebihan Saat Sahur
Beberapa orang merasa perlu makan dalam jumlah banyak saat sahur agar kenyang lebih lama. Padahal, kelebihan kalori yang tidak digunakan tubuh akan disimpan sebagai lemak meskipun porsi makan besar terasa mengenyangkan.

5. Kurangnya Aktivitas Fisik
Saat berpuasa, energi terkadang menurun sehingga orang cenderung mengurangi atau bahkan menghentikan olahraga. Penurunan aktivitas fisik ini menyebabkan jumlah kalori yang terbakar berkurang, sementara asupan makanan malam hari bertambah.

6. Pola Tidur yang Tidak Teratur
Perubahan jam tidur akibat sahur dan ibadah malam dapat memengaruhi metabolisme. Kurang tidur memicu hormon yang meningkatkan rasa lapar dan keinginan makan makanan tinggi kalori sehingga Anda mudah makan berlebihan.

7. Makan Berat Terlalu Larut Malam
Kebiasaan makan besar setelah salat tarawih atau dekat waktu tidur menyulitkan tubuh untuk membakar kalori secara efektif. Jika pola ini berlangsung terus-menerus, berat badan akan cenderung meningkat.

Untuk menjaga berat badan tetap stabil saat Ramadan, penting mengatur pola makan secara bijak. Mulailah berbuka dengan air putih dan makanan ringan secukupnya, lalu beri jeda sebelum menyantap makanan berat. Batasi konsumsi gula dan gorengan, serta lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki agar kalori dapat terbakar.

Selain itu, pastikan Anda tidur cukup agar metabolisme tubuh berjalan optimal. Dengan pengaturan yang tepat, Ramadan bisa menjadi waktu untuk memperbaiki gaya hidup tanpa harus menghadapi masalah berat badan naik.

Berita Terkait

Back to top button