MR.D.I.Y. Buka Lagi Lintasan Rp370 Juta, Indonesia Jadi Tuan Rumah Panggung Asia Tenggara

MR.D.I.Y. Indonesia kembali menggelar MR.D.I.Y. Art Competition dengan skala yang lebih besar dan peluang hadiah yang lebih menarik bagi seniman tanah air. Kompetisi ini membuka pendaftaran tingkat Indonesia pada 1 April hingga 30 Juni, lalu dilanjutkan ke tahap regional yang mempertemukan pemenang dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Ajang ini menjadi perhatian karena Indonesia juga dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi regional. Lewat format tersebut, karya peserta tidak hanya dinilai di level nasional, tetapi juga berkesempatan tampil di panggung Asia Tenggara.

Ajang seni dengan total hadiah Rp370 juta

MR.D.I.Y. Art Competition menghadirkan total hadiah Rp370.000.000 untuk peserta Indonesia. Kompetisi ini dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu profesional, umum, serta pelajar dan mahasiswa.

Untuk kategori profesional, peserta memperebutkan Grand Prize senilai Rp125.000.000. Sementara itu, kategori umum menawarkan Grand Prize Rp85.000.000, Judge’s Award Rp50.000.000, dan President Director’s Award Rp35.000.000.

Di kategori pelajar dan mahasiswa, hadiah yang disiapkan meliputi Grand Prize Rp30.000.000, Judge’s Award Rp25.000.000, dan President Director’s Award Rp20.000.000. Struktur hadiah ini menunjukkan bahwa penyelenggara membuka ruang kompetisi yang cukup luas, baik bagi seniman yang sudah mapan maupun talenta muda yang baru berkembang.

Tema tahun ini menekankan ketangguhan

Tahun ini, kompetisi mengusung tema “Strength and Resilience”. Tema tersebut menyoroti semangat untuk bertahan, beradaptasi, dan tetap kreatif di tengah keberagaman budaya dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Pihak penyelenggara berharap tema ini dapat mendorong peserta menghasilkan karya yang tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga punya kedalaman pesan. Pendekatan ini sejalan dengan karakter lomba seni yang tidak sekadar mencari karya menarik, melainkan juga ide yang relevan dan mampu berbicara kepada publik.

Kriteria penilaian yang dipakai juri

Penjurian dilakukan dengan melihat beberapa aspek utama yang umum dipakai dalam kompetisi seni rupa. Empat unsur yang menjadi perhatian adalah kreativitas dan orisinalitas, kesesuaian dengan tema, kualitas artistik dan teknik, serta konsep dan pesan yang disampaikan.

Panel juri diisi oleh nama-nama yang memiliki rekam jejak di dunia seni rupa Indonesia, yakni R.E. Hartanto, Mitha Budhyarto, dan Abigail Hakim. Selain itu, Edwin Cheah selaku Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia juga ikut terlibat dalam proses penjurian.

Berikut ringkasan unsur penilaian yang disorot penyelenggara:

Unsur penilaian Fokus utama
Kreativitas dan orisinalitas Gagasan baru dan kebaruan karya
Kesesuaian tema Relevansi ide dengan “Strength and Resilience”
Kualitas artistik dan teknik Eksekusi visual, kerapian, dan kemampuan teknik
Konsep dan pesan Kekuatan narasi yang disampaikan karya

Jejak kompetisi sebelumnya menjadi acuan

Penambahan kelas regional bukan langkah yang berdiri sendiri. Berdasarkan keterangan penyelenggara, finalis dari Indonesia pada kompetisi sebelumnya berhasil meraih kemenangan di tingkat regional, yang menjadi salah satu alasan ajang ini terus dilanjutkan.

Tom Tandio, Pendiri IndoArtNow, menyebut capaian itu menegaskan potensi seniman Indonesia untuk bersaing lebih luas. Ia juga menilai kompetisi ini penting sebagai platform yang mendorong perkembangan serta eksposur talenta nasional.

Kehadiran kompetisi lintas negara juga memberi nilai tambah bagi peserta yang ingin memahami standar penjurian yang lebih kompetitif. Bagi pelajar, mahasiswa, dan seniman muda, ajang seperti ini sering menjadi pintu awal untuk membangun portofolio sekaligus memperluas jaringan di dunia seni.

Ruang bagi seniman muda

Salah satu kisah yang ikut menonjol datang dari Diandra Lamees, pemenang Grand Prize kategori pelajar pada kompetisi regional sebelumnya di Malaysia. Ia menyebut ajang tersebut memberinya ruang bereksplorasi, menyampaikan gagasan, dan memperkenalkan karya kepada audiens yang lebih luas.

Pengalaman itu memperlihatkan bahwa kompetisi seni semacam ini tidak hanya soal hadiah uang, tetapi juga soal pengakuan dan kesempatan tampil di tingkat yang lebih besar. Bagi banyak peserta, aspek ini sering menjadi nilai yang sama pentingnya dengan kemenangan.

MR.D.I.Y. Indonesia menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini juga ditujukan untuk memberi ruang bagi anak bangsa agar semakin dikenal di kancah internasional. Informasi pendaftaran dan detail teknis kompetisi dapat diakses melalui situs resmi penyelenggara bagi peserta yang ingin menyiapkan karya sejak awal.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait

Back to top button