
Paparan matahari yang terasa makin menyengat saat fenomena El Nino kuat membuat perlindungan kulit jadi kebutuhan, bukan sekadar pelengkap. Dalam kondisi yang kerap disebut “Godzilla El Nino”, suhu udara cenderung meningkat, kelembapan menurun, dan risiko kulit kering hingga terbakar ikut naik.
Bagi banyak orang, pertanyaan utamanya sederhana: bagaimana cara memakai sunscreen yang benar agar kulit tidak gosong saat cuaca ekstrem. Jawabannya bukan hanya memilih SPF tinggi, tetapi juga soal waktu pemakaian, jumlah produk, dan disiplin mengulang aplikasi.
Mengapa kulit lebih rentan saat El Nino kuat
Istilah Godzilla El Nino merujuk pada episode El Nino yang sangat kuat dan berdampak luas pada pola iklim. Dalam referensi artikel Suara.com, kondisi ini dikaitkan dengan musim kemarau lebih panjang, udara lebih panas, dan sinar matahari yang terasa lebih terik di berbagai wilayah Indonesia.
Dampaknya pada kulit tidak bisa dianggap sepele. Kulit lebih mudah kehilangan kelembapan, tampak kusam, mengalami iritasi, dan lebih rentan terhadap hiperpigmentasi saat terpapar sinar ultraviolet secara berlebihan.
Secara medis, sinar UVB berperan besar dalam kulit terbakar atau sunburn. Sementara UVA menembus lebih dalam dan berkontribusi pada penuaan dini, flek hitam, serta kerusakan kulit jangka panjang.
Karena itu, sunscreen perlu dipakai sebagai perlindungan harian, termasuk saat cuaca mendung. American Academy of Dermatology juga merekomendasikan sunscreen broad-spectrum, water resistant, dan minimal SPF 30 untuk membantu melindungi kulit dari UVA dan UVB.
Cara tepat memakai sunscreen agar efektif
Pemakaian sunscreen sering gagal bukan karena produknya buruk, tetapi karena caranya keliru. Berikut langkah yang paling relevan untuk menghadapi cuaca panas ekstrem.
-
Pilih minimal SPF 30 dan broad-spectrum
Untuk aktivitas harian, SPF 30 umumnya sudah memadai. Jika banyak berada di luar ruangan, SPF 50 bisa dipilih agar perlindungan UVB lebih tinggi. -
Oleskan 15–20 menit sebelum keluar rumah
Sunscreen butuh waktu untuk membentuk lapisan perlindungan yang merata. Jika dipakai mepet saat akan keluar, efektivitasnya bisa belum optimal. -
Gunakan jumlah yang cukup
Untuk wajah dan leher, patokan yang umum dipakai adalah dua ruas jari. Jumlah yang terlalu sedikit membuat angka SPF di kemasan tidak tercapai di kulit. -
Ulangi setiap 2–3 jam
Keringat, gesekan, dan paparan matahari akan menurunkan efektivitas sunscreen. Reapply penting, terutama bila Anda berkegiatan lama di luar, berkeringat, atau setelah mencuci wajah. -
Jangan lupakan area yang sering terlewat
Telinga, leher belakang, punggung tangan, dan area dekat garis rambut sering tidak terlindungi. Padahal bagian itu juga mudah menggelap dan terbakar. - Sesuaikan dengan jenis kulit
Kulit berminyak biasanya lebih nyaman dengan tekstur gel atau water-based. Kulit kering cenderung terbantu oleh sunscreen yang mengandung pelembap tambahan.
Kesalahan yang sering bikin kulit tetap gosong
Banyak orang merasa sudah memakai sunscreen, tetapi kulit tetap belang atau terbakar. Hal itu sering terjadi karena produk hanya dipakai sekali pada pagi hari dan tidak diulang.
Kesalahan lain adalah hanya mengoleskannya di wajah. Padahal leher, tangan, dan telinga juga menerima paparan matahari langsung saat beraktivitas.
Memakai sunscreen terlalu tipis juga menjadi masalah umum. Dalam praktiknya, proteksi nyata di kulit bisa jauh lebih rendah dibanding klaim SPF pada label bila jumlah yang digunakan tidak memadai.
Perlindungan tambahan selain sunscreen
Sunscreen bekerja lebih baik bila dikombinasikan dengan perlindungan fisik. Langkah ini penting saat matahari sedang sangat terik pada musim kemarau panjang.
Berikut perlindungan tambahan yang disarankan:
- Gunakan topi bertepi lebar atau payung saat berada di luar ruangan.
- Pilih pakaian lengan panjang yang ringan dan menyerap keringat.
- Batasi aktivitas luar ruang pada pukul 10.00–14.00 saat intensitas UV biasanya tinggi.
- Minum air putih cukup agar kulit dan tubuh tidak mudah dehidrasi.
- Gunakan pelembap dan produk dengan antioksidan seperti vitamin C atau E bila cocok di kulit.
Tanda sunscreen perlu diganti
Tidak semua sunscreen cocok dipakai saat cuaca sangat panas. Jika kulit terasa makin perih, gatal, beruntusan, atau sangat berminyak setelah pemakaian rutin, evaluasi formula yang digunakan.
Produk yang terlalu berat bisa terasa tidak nyaman dan membuat orang enggan reapply. Dalam kondisi ini, memilih tekstur yang lebih ringan sering lebih realistis agar perlindungan tetap konsisten sepanjang hari.
Paparan matahari saat El Nino kuat memang sulit dihindari, tetapi kerusakan kulit bisa ditekan dengan kebiasaan yang tepat. Memakai sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30, mengoleskannya 15–20 menit sebelum keluar rumah, menggunakan jumlah cukup, dan mengulang pemakaian tiap 2–3 jam menjadi langkah paling penting agar kulit tidak mudah gosong di tengah cuaca ekstrem.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suara.com








