
Gorengan mirip bakwan ternyata tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga hadir dalam banyak tradisi kuliner dunia. Dari Jepang hingga Malaysia, berbagai negara memiliki versi adonan sayur atau jagung yang digoreng renyah, lalu disajikan sebagai camilan, lauk, atau makanan pembuka.
Di Indonesia, bakwan dikenal luas dengan bentuk yang sederhana dan rasa gurih yang akrab di lidah. Namun, di sejumlah daerah namanya bisa berbeda, seperti weci, bala-bala, atau ote-ote di Jawa Timur, sementara di luar negeri bentuk dan bumbunya berkembang mengikuti selera lokal.
Bakwan dan keluarga gorengan lintas negara
Kudapan seperti bakwan menunjukkan bagaimana bahan sederhana bisa menghasilkan banyak variasi. Tepung, sayuran, dan minyak panas menjadi dasar yang sama, tetapi setiap negara menambahkan ciri khas rasa, tekstur, dan cara penyajian masing-masing.
Dalam artikel referensi detikFood, ada delapan camilan yang disebut mirip bakwan dari berbagai negara. Variasinya menarik karena tidak hanya menonjolkan sayuran, tetapi juga jagung, kentang, hingga tambahan seafood dan rempah yang kuat.
1. Kakiage dari Jepang
Kakiage sering disebut sebagai bakwan Jepang karena sama-sama memakai campuran sayuran dan tepung. Isinya biasanya wortel, buncis, bawang bombay, seledri, atau makanan laut, lalu digoreng dalam adonan tipis agar renyah.
Dibanding bakwan sayur Indonesia, kakiage punya lapisan tepung yang lebih ringan. Hidangan ini lazim disantap bersama saus tentsuyu atau teriyaki, dan kerap hadir sebagai pelengkap udon, soba, atau nasi hangat.
2. Yachaejeon dari Korea Selatan
Korea Selatan punya yachaejeon, yakni pancake sayur yang juga mirip bakwan. Isinya umumnya wortel, kubis, daun bawang, dan kadang udang, dengan bentuk yang lebih lebar daripada bakwan Indonesia.
Perbedaan utamanya ada pada komposisi. Yachaejeon cenderung lebih menonjolkan isi sayur, sedangkan tepung pada bakwan Indonesia biasanya lebih dominan sebagai pengikat adonan.
3. Pakora dari India
Pakora sangat populer di India dan Pakistan, terutama di jajanan kaki lima. Sajian ini dibuat dari sayuran seperti kentang, bayam, kol, terong, dan bawang bombay, lalu dibalut tepung kacang Arab atau besan.
Cita rasa pakora lebih tajam karena penggunaan rempah yang kuat. Pakora juga kerap disantap bersama kari atau saus cocolan, sehingga karakter rasanya berbeda dari bakwan yang umumnya lebih ringan.
4. Corn fritters dari Amerika Serikat
Corn fritters bisa dibilang paling dekat dengan bakwan jagung Indonesia. Bahan utamanya sama-sama jagung pipil yang dicampur tepung, lalu digoreng sampai renyah.
Versi Amerika Serikat ini cenderung lebih kaya rasa karena memakai cheddar, bubuk cabai, dan buttermilk. Hasilnya terasa lebih gurih dan creamy dibanding bakwan jagung yang biasa dijumpai di Indonesia.
5. Tod Man Khao Pod dari Thailand
Thailand punya Tod Man Khao Pod, camilan jagung yang mirip kuat dengan bakwan jagung. Bedanya, hidangan ini memakai pasta kari merah, daun ketumbar, dan kadang kelapa parut atau biji wijen.
Kombinasi itu membuat aromanya lebih kompleks. Saat disajikan dengan saus asam-manis khas Thailand, rasanya bergerak ke arah manis-gurih dengan sentuhan pedas yang lebih tegas.
6. Latkes dari Eropa Tengah dan Timur
Latkes adalah gorengan kentang parut yang dikenal di Eropa Tengah dan Timur. Bahan dasarnya kentang, telur, bawang, tepung, garam, dan lada, lalu digoreng hingga permukaannya renyah.
Latkes berbeda dari bakwan sayur karena tidak memakai sayur campur sebagai bahan utama. Kudapan ini biasa disajikan dengan sour cream atau yogurt, dan memiliki kaitan erat dengan tradisi Hanukkah dalam budaya Yahudi.
7. Okoy dari Filipina
Okoy, atau ukoy, merupakan camilan renyah dari Filipina yang juga sering dibandingkan dengan bakwan. Bahan utamanya antara lain udang kecil, tauge, labu siam, wortel, ubi jalar, atau singkong, dengan adonan tepung beras.
Teksturnya terkenal sangat garing dan biasanya dimakan dengan cuka berbumbu cabai, bawang merah, dan bawang putih. Kombinasi itu memberi rasa asam-pedas yang menyeimbangkan gurihnya gorengan.
8. Cucur sayur dari Malaysia
Malaysia memiliki cucur sayur, yaitu gorengan sayur berbahan tepung terigu, kubis, wortel, daun bawang, dan kadang udang. Beberapa versi memakai ragi sehingga bagian luar lebih renyah, sementara bagian dalam tetap empuk.
Cucur sayur umumnya disantap hangat dengan saus sambal manis-pedas. Karakter ini membuatnya terasa dekat dengan kebiasaan makan gorengan di Indonesia, terutama sebagai camilan sore.
Perbandingan singkat camilan mirip bakwan
| Negara | Nama Kudapan | Ciri Khas Utama |
|---|---|---|
| Jepang | Kakiage | Adonan tipis, renyah, sering untuk pelengkap mie |
| Korea Selatan | Yachaejeon | Sayur lebih dominan, bentuk lebar |
| India | Pakora | Rempah kuat, memakai besan |
| Amerika Serikat | Corn fritters | Jagung, cheddar, buttermilk |
| Thailand | Tod Man Khao Pod | Jagung dengan kari merah |
| Eropa Tengah/Timur | Latkes | Kentang parut, disajikan dengan sour cream |
| Filipina | Okoy | Udang kecil dan cuka berbumbu |
| Malaysia | Cucur sayur | Mirip bakwan sayur, kadang pakai ragi |
Secara kuliner, kesamaan itu menunjukkan bahwa gorengan berbasis sayur atau jagung memang mudah diterima lintas budaya karena bahannya sederhana dan cocok untuk banyak selera. Dari bakwan, kakiage, pakora, hingga okoy, perbedaannya justru muncul pada teknik menggoreng, jenis tepung, dan saus pendamping yang mencerminkan identitas masing-masing negara.
Source: www.beautynesia.id








