
Penjualan kendaraan listrik di Australia mencetak tonggak baru pada Mei. Data terbaru menunjukkan mobil listrik berbasis baterai kini menyumbang 20 persen dari seluruh penjualan kendaraan baru, level tertinggi yang pernah tercatat di pasar tersebut.
Kenaikan itu menandai percepatan adopsi yang semakin jelas dalam waktu singkat. Rekor sebelumnya baru tercipta pada April di angka 16,4 persen, sehingga lonjakan pada Mei memperlihatkan perubahan selera konsumen yang semakin kuat ke kendaraan bertenaga listrik.
Data bulanan yang dirilis Kamar Industri Otomotif Federal Australia atau FCAI juga menunjukkan gambaran yang lebih luas. Jika dihitung bersama kendaraan hybrid dan plug-in hybrid, seluruh kendaraan bertenaga listrik menyumbang 46 persen dari total penjualan kendaraan baru pada Mei.
Angka ini menunjukkan bahwa elektrifikasi pasar otomotif Australia tidak lagi terbatas pada satu jenis teknologi. Konsumen kini bergerak di berbagai opsi, mulai dari battery electric vehicle hingga hybrid dan plug-in hybrid, dengan kontribusi gabungan yang mendekati separuh pasar mobil baru.
Perubahan paling menonjol terlihat di segmen SUV, salah satu kategori kendaraan paling penting di Australia. Kepala Eksekutif FCAI Tony Weber mengatakan pergeseran menuju kendaraan bertenaga listrik sangat terlihat di segmen ini.
Menurut Weber, penjualan EV di kategori SUV pada Mei melonjak 167 persen dibandingkan periode yang sama 12 bulan sebelumnya. Pada saat yang sama, penjualan plug-in hybrid SUV melesat 377 persen, sementara penjualan SUV berbahan bakar bensin turun 31 persen.
Pola ini penting karena SUV selama ini menjadi penopang utama pasar otomotif di banyak negara, termasuk Australia. Ketika elektrifikasi mulai mendominasi segmen tersebut, arah perubahan pasar menjadi jauh lebih nyata daripada sekadar kenaikan di segmen niche.
Di tengah perubahan itu, merek-merek asal China memperlihatkan ekspansi yang semakin kuat. BYD menjadi salah satu pemain yang paling menonjol setelah menjual 8.211 kendaraan baru di Australia pada Mei.
Capaian BYD itu naik 155 persen dibandingkan Mei 2025. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa merek China bukan lagi pemain pelengkap, melainkan faktor utama dalam pergeseran struktur pasar kendaraan baru di Australia.
Kinerja gabungan produsen China juga menunjukkan skala perubahan yang lebih besar. Hingga akhir Mei, BYD bersama GWM dan Chery telah menjual 78.168 kendaraan baru di Australia pada 2026.
Jumlah itu naik tajam dari 46.023 unit pada periode yang sama pada 2025. Kenaikan ini menegaskan bahwa laju pertumbuhan tidak hanya datang dari satu merek, tetapi dari beberapa produsen China yang sama-sama memperluas jejak mereka.
Sementara itu, Toyota masih bertahan sebagai produsen terkemuka di Australia pada Mei. Namun, volume penjualannya menunjukkan tekanan yang cukup jelas di tengah perubahan komposisi pasar.
Dalam lima bulan pertama 2025, Toyota membukukan 100.753 penjualan kendaraan. Pada periode yang sama tahun 2026, angka itu turun menjadi 76.017 unit.
Penurunan tersebut memberi konteks tambahan atas rekor penjualan EV pada Mei. Ketika merek lama menghadapi penurunan dan pemain baru tumbuh pesat, pasar tampak bergerak menuju persaingan yang semakin dipengaruhi strategi elektrifikasi.
Rekor pangsa 20 persen untuk EV berbasis baterai juga menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik di Australia telah melampaui fase awal. Kenaikan dari 16,4 persen pada April ke 20 persen pada Mei terjadi hanya dalam satu bulan, sebuah sinyal bahwa minat konsumen berkembang cepat.
Di sisi lain, pangsa 46 persen untuk seluruh kendaraan bertenaga listrik mengindikasikan bahwa banyak pembeli belum memilih satu jalur teknologi yang seragam. Sebagian beralih langsung ke EV murni, sementara sebagian lain tampak memilih hybrid atau plug-in hybrid sebagai langkah transisi.
Dari sudut pandang industri, perubahan ini memberi tekanan baru pada produsen otomotif untuk menyesuaikan portofolio produk mereka. Data FCAI menunjukkan bahwa pertumbuhan paling kuat justru muncul di area yang sebelumnya dikuasai model konvensional, terutama SUV berbahan bakar bensin.
Dengan tren itu, persaingan di pasar Australia semakin ditentukan oleh kemampuan menghadirkan kendaraan listrik yang sesuai kebutuhan pembeli massal. Kinerja BYD, GWM, dan Chery hingga akhir Mei memperlihatkan bahwa merek yang agresif di elektrifikasi kini memperoleh momentum paling besar.









