Wuling Eksion Hampir 1.000 Unit Terkirim, Promo Early Bird Masih Tersisa?

Wuling Eksion mulai menarik perhatian pasar SUV ramah lingkungan di Indonesia sejak pertama kali diperlihatkan ke publik pada Februari. Kini, model ini sudah mendekati 1.000 unit pengiriman ke konsumen, meski angka tersebut belum sepenuhnya tembus.

Pencapaian itu menjadi sorotan karena Eksion baru dijual beberapa minggu lalu. Di tengah pasar yang tetap ramai, Wuling justru melihat permintaan yang terus bergerak naik dari bulan ke bulan.

Pengiriman mendekati 1.000 unit

Hingga bulan ini, Wuling disebut sudah mengirim hampir 1.000 unit Eksion di Indonesia. Jumlah itu tergolong bagus untuk model yang baru masuk pasar dan sudah lama ditunggu kehadirannya.

Permintaan awal terhadap model ini juga cukup kuat. Banyak konsumen tertarik sejak Eksion ditampilkan ke publik, lalu pesanan mulai terkumpul setelah penjualannya resmi dibuka.

Meski demikian, angka pemesanan Eksion belum melonjak setinggi beberapa model lain yang biasanya langsung diburu ribuan unit dalam hitungan minggu. Kondisi pasar yang belum sepenuhnya kondusif ikut memengaruhi laju penjualannya.

Masih ada promo Early Bird

Salah satu daya tarik Eksion ada pada program Early Bird yang diberikan setelah peluncuran. Program ini menawarkan harga spesial serta keuntungan tambahan berupa gratis servis mobil.

Namun, promo tersebut tidak disediakan tanpa batas. Wuling hanya menyiapkan 2 ribu unit untuk program ini, sehingga stok yang tersisa masih ada selama pengiriman belum melewati jumlah itu.

Dengan catatan pengiriman masih berada di bawah 1.000 unit, peluang mendapatkan unit promo masih terbuka. Kondisi ini membuat konsumen yang masih menimbang pembelian perlu bergerak lebih cepat.

Diproduksi lokal di Cikarang

Eksion dirakit secara lokal di pabrik Wuling di Cikarang. Produksi lokal itu membuat proses pengiriman berjalan normal tanpa hambatan berarti.

Karena tidak ada masalah pada suplai unit, Wuling tetap bisa mengirim mobil seperti biasa. Situasi ini juga mendukung ketersediaan unit di tengah tingginya minat pasar.

Bersaing di segmen yang padat

Eksion masuk ke pasar SUV yang sudah dipenuhi banyak model baru. Untuk varian BEV, model ini harus berhadapan dengan sejumlah pesaing dari BYD, Chery, hingga Geely.

Di sisi lain, versi PHEV Eksion juga mendapat tantangan berat dari Tiggo series. Tiggo 8 CSH bahkan masih disebut sebagai salah satu raja mobil PHEV di Indonesia, meski banyak kompetitor terus masuk.

Kondisi itu membuat posisi Eksion tidak mudah, meskipun Wuling tetap optimistis. Model ini membawa sejumlah keunggulan yang diharapkan mampu menahan tekanan dari rival-rivalnya.

Mengisi lini baru Wuling

Sebelum Eksion hadir, Wuling sudah lebih dulu punya Alvez dan Almaz di pasar Indonesia. Namun, kehadiran model baru ini menunjukkan arah yang lebih modern untuk segmen mobil ramah lingkungan.

Eksion tidak diposisikan untuk memangsa konsumen Alvez maupun Almaz. Meski begitu, ada dugaan Almaz kini sudah tergantikan oleh kehadiran model baru ini.

Di sisi lain, Wuling juga masih mengandalkan Darion di Indonesia. Model itu disebut masih mencatat penjualan yang cukup bagus dan memiliki lawan yang lebih terbatas di kelasnya.

Dengan pengiriman yang hampir menyentuh 1.000 unit dan promo Early Bird yang masih tersisa, Eksion kini berada di fase penting untuk menjaga momentum awal. Tantangan berikutnya ada pada seberapa cepat Wuling bisa menghabiskan jatah promo dan mempertahankan minat pasar di tengah persaingan SUV yang makin ketat.

Source: ridertua.com

Berita Terkait

Back to top button