
Sepatu lari lokal kini makin banyak dilirik karena menawarkan bantalan, stabilitas, dan bobot ringan dengan harga yang umumnya lebih ramah dibanding Nike atau ASICS. Untuk pembaca yang mencari sepatu fleksibel buat jalan jauh sekaligus lari, ada beberapa model buatan merek Indonesia yang spesifikasinya sudah cukup kompetitif di kelasnya.
Data dari artikel referensi Suara.com menunjukkan sedikitnya ada tujuh sepatu lokal yang menonjol dari sisi kenyamanan, responsivitas, hingga dukungan untuk latihan harian dan lomba. Model-model ini datang dari 910 Nineten, Mills, Ardiles, dan Ortuseight, dua kategori penting dalam pasar sepatu lari lokal saat ini.
Pilihan sepatu lokal untuk jalan jauh dan lari
- 910 Nineten Haze Vision
Sepatu ini diposisikan sebagai opsi harian untuk pelari yang membutuhkan kenyamanan pada jarak menengah hingga jauh. Suara.com mencatat model ini memakai teknologi HyperWeb dan Seamlock pada bagian atas untuk menjaga stabilitas sekaligus tetap lentur saat kaki bergerak.
Sol Airflex pada model ini juga disebut ringan dan efektif meredam benturan. Harga pasarnya berada di kisaran Rp399.000 sampai Rp480.000, sehingga cocok untuk pengguna yang mencari sepatu serbaguna dengan bujet lebih terjangkau.
- Mills Treximo Hydra
Mills membekali Treximo Hydra dengan Aptive Foam pada midsole. Menurut artikel referensi, material ini menggabungkan EVA dan karet untuk menghasilkan sensasi pijakan yang lebih kenyal dan efisien.
Bagian upper menggunakan synthetic mesh untuk membantu sirkulasi udara. Karakter ini penting bagi pelari pemula maupun pengguna yang juga memakai sepatu untuk jalan kaki lama di cuaca panas, karena kaki cenderung tetap lebih sejuk saat dipakai lebih lama.
- Ardiles Nfinity Sense Pro 2.0
Model ini menargetkan pengguna yang mengutamakan kecepatan. Ardiles menyematkan Power Fly Carbon Plate yang, menurut referensi, memberi energy return lebih agresif dibanding generasi sebelumnya.
Upper Sky Mesh yang tipis dan berpori besar membantu ventilasi kaki saat tempo lari meningkat. Konstruksi midsole ganda juga disebut membantu menyeimbangkan kekakuan pelat karbon dengan bantalan saat mendarat, sehingga sepatu ini tetap relevan untuk sesi latihan cepat.
- Ortuseight Hyperblast 2.1
Hyperblast sudah cukup dikenal di komunitas lari lokal karena fokus pada bantalan tebal namun tetap responsif. Dalam artikel referensi, seri ini bahkan kerap dibandingkan dengan ASICS Novablast karena efek pijakannya yang empuk dan memantul.
Teknologi midsole-nya memberi efek seperti trampoline saat transisi langkah. Desain collar yang empuk dan penahan tumit yang kokoh juga memberi dukungan tambahan pada pergelangan, terutama untuk recovery run atau jalan kaki jarak jauh.
- 910 Nineten Haze Pro
Haze Pro lebih cocok untuk pelari yang mengejar catatan waktu lebih baik. Suara.com menyebut model ini punya konstruksi ringan dan aerodinamis, dengan Hexa Cush pada insole untuk membantu distribusi tekanan pada telapak kaki.
Upper knit yang elastis membuat sensasi pakainya lebih rapat dan ringan. Dengan karakter seperti ini, Haze Pro bisa menarik bagi pelari yang ingin sepatu kencang tetapi tetap nyaman dipakai latihan rutin dalam durasi cukup panjang.
- Ortuseight Hypersonic 2.0
Di kelas performa, Hypersonic 2.0 hadir dengan pelat karbon melalui fitur Kinetic Blade. Teknologi ini dirancang untuk memberi propulsi yang lebih kuat, sehingga langkah terasa lebih terdorong ke depan saat pace meningkat.
Karakter seperti ini biasanya lebih ideal untuk race day atau sesi tempo. Namun bagi pengguna berpengalaman, sepatu berpelat karbon juga bisa dipakai pada latihan tertentu saat ingin menjaga efisiensi langkah.
- 910 Nineten GE Elite X
GE Elite X menjadi salah satu model premium dari 910 Nineten untuk kompetisi jarak jauh. Referensi menyebut kombinasi Full Length Carbon Plate dan Fast Foam menghasilkan dorongan yang cepat serta responsif.
Upper transparan yang minimalis membantu menekan bobot sepatu. Daya cengkeram outsole juga dinilai mumpuni untuk menjaga kontrol saat bermanuver di tikungan atau berlari pada ritme tinggi.
Perbandingan harga singkat
| Model | Kisaran harga |
|---|---|
| 910 Nineten Haze Vision | Rp399.000–Rp480.000 |
| Mills Treximo Hydra | Sekitar Rp499.000 |
| Ardiles Nfinity Sense Pro 2.0 | Rp590.000–Rp650.000 |
| Ortuseight Hyperblast 2.1 | Rp639.000–Rp799.000 |
| 910 Nineten Haze Pro | Rp1.190.000–Rp1.275.000 |
| Ortuseight Hypersonic 2.0 | Rp1.359.000–Rp1.450.000 |
| 910 Nineten GE Elite X | Sekitar Rp1.299.000 |
Cara memilih sesuai kebutuhan
Untuk jalan jauh dan lari santai, model dengan bantalan empuk dan upper bernapas seperti Haze Vision, Treximo Hydra, atau Hyperblast 2.1 cenderung lebih aman. Untuk latihan cepat atau lomba, pilihan seperti Nfinity Sense Pro 2.0, Hypersonic 2.0, Haze Pro, dan GE Elite X lebih relevan karena menawarkan karakter yang lebih agresif.
Pemilihan sepatu tetap perlu disesuaikan dengan bentuk kaki, berat badan, dan pola latihan. Jika fokus utama Anda adalah fleksibilitas untuk dipakai harian, cari model dengan cushioning seimbang, ventilasi baik, dan outsole yang stabil agar tetap nyaman saat dipakai bergantian untuk berjalan dan berlari.
Source: www.suara.com








