Hari Kartini 21 April Bukan Tanggal Merah, SKB 3 Menteri Menegaskan Sekolah dan Kantor Tetap Masuk

Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April bukan hari libur nasional. Acuan resminya merujuk pada Surat Keputusan Bersama atau SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 yang tidak mencantumkan 21 April sebagai tanggal merah.

Artinya, kegiatan perkantoran, pelayanan publik, dan proses belajar mengajar tetap berjalan normal. Peringatan Hari Kartini biasanya diisi dengan agenda khusus di sekolah atau tempat kerja, bukan dengan penghentian aktivitas seperti hari libur nasional.

Aturan Resmi soal 21 April

Dalam artikel rujukan disebutkan, SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 menjadi dasar utama untuk melihat status libur pada 21 April. Dari aturan itu, Hari Kartini tidak masuk daftar hari libur nasional maupun cuti bersama.

Karena itu, masyarakat tidak perlu mengasumsikan 21 April sebagai hari libur. Jika ada kegiatan peringatan, bentuknya umumnya bersifat seremonial atau tematik dan tetap menyesuaikan jadwal kerja maupun sekolah.

Di banyak tempat, peringatan Hari Kartini identik dengan kebaya atau pakaian adat. Tradisi itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada RA Kartini yang dikenal kerap mengenakan kebaya semasa hidupnya.

Peringatan tersebut juga biasa diwarnai acara kreatif dan edukatif. Jadi, suasananya bisa meriah meski status harinya tetap merupakan hari kerja biasa.

Mengapa Hari Kartini Tetap Diperingati Luas

Hari Kartini memiliki makna sejarah yang kuat dalam perjalanan gagasan kesetaraan perempuan di Indonesia. RA Kartini dikenal sebagai tokoh perempuan terpelajar dari kalangan bangsawan Jawa yang memperjuangkan pentingnya pendidikan bagi perempuan pribumi.

Dalam masa hidupnya, Kartini menghadapi keterbatasan adat, termasuk tradisi pingitan. Kondisi itu tidak menghentikan semangat belajarnya, karena ia tetap mengembangkan pemikiran secara otodidak dan aktif berkorespondensi dengan rekan-rekannya di Belanda.

Surat-surat Kartini banyak membahas pendidikan perempuan, kesetaraan hak, dan kritik terhadap feodalisme. Gagasan itu kemudian menjadi bagian penting dari warisan pemikiran yang terus dikenang hingga sekarang.

Sebagai langkah nyata, Kartini juga mendirikan sekolah untuk anak perempuan di Jepara. Ia turut mendorong pemerintah kolonial Belanda agar memberi perhatian lebih besar pada pendidikan perempuan pribumi.

Atas jasanya, RA Kartini dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964 tertanggal 2 Mei 1964. Tanggal 21 April kemudian terus diperingati sebagai momen kelahiran tokoh emansipasi perempuan tersebut.

Apa yang Biasanya Terjadi pada Hari Kartini

Karena bukan libur, peringatan Hari Kartini biasanya berlangsung di sela aktivitas utama. Sekolah dapat menggelar upacara, lomba, atau kegiatan tematik yang menonjolkan kreativitas dan pemahaman sejarah.

Di lingkungan kerja, peringatannya sering berbentuk penggunaan busana nasional atau acara internal. Fokusnya bukan pada libur, melainkan pada penghormatan terhadap nilai perjuangan Kartini.

Beberapa kegiatan yang kerap diadakan juga bersifat edukatif dan partisipatif. Tema besarnya tetap berkaitan dengan peran perempuan, pendidikan, budaya, dan kesetaraan.

Contoh Kegiatan yang Sering Digelar

Berikut sejumlah kegiatan yang disebut dapat menyemarakkan Hari Kartini:

  1. Lomba fashion show bertema kebaya modern atau wastra Nusantara.
  2. Festival kuliner tradisional dan lomba memasak.
  3. Kompetisi vlog bertema “Sehari Menjadi Kartini”.
  4. Lomba menulis digital tentang sosok Kartini masa kini.
  5. Aksi sosial berupa pengumpulan buku, alat tulis, tas sekolah, sembako, atau dana pendidikan.

Kegiatan seperti fashion show tidak hanya menampilkan kebaya, tetapi juga bisa memuat unsur kreatif seperti busana daur ulang. Sementara festival kuliner dan lomba memasak dapat melibatkan laki-laki maupun perempuan untuk menegaskan pentingnya kerja sama tanpa memandang gender.

Kompetisi vlog dan lomba menulis digital juga dinilai relevan dengan semangat Kartini. Bentuknya bisa berupa video singkat tentang kontribusi positif dalam kehidupan sehari-hari atau tulisan apresiatif tentang perempuan inspiratif masa kini.

Aksi sosial menjadi bagian yang tak kalah penting. Bentuk dukungannya dapat diarahkan pada kebutuhan pendidikan anak-anak dan perempuan di lingkungan sekitar, sejalan dengan gagasan Kartini yang menempatkan pendidikan sebagai isu utama.

Jadi, jawaban atas pertanyaan apakah Hari Kartini 21 April libur atau tidak adalah tidak libur. Dasarnya jelas, yaitu SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 yang tidak menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional maupun cuti bersama.

Source: www.suara.com

Terkait