Seringai Kembali Dengan Formasi Baru, Konser IV Anastasis Jadi Jawaban Setelah Ditinggal Ricky

Seringai kembali naik panggung lewat konser peluncuran album terbaru IV: ANASTASIS di M Bloc Live House, Jakarta, Kamis (23/3/2026). Momen ini menjadi sorotan karena tampil sebagai penampilan perdana setelah kepergian gitaris Ricky Siahaan pada April 2025, sekaligus menandai babak baru perjalanan band metal asal Indonesia itu.

Konser tersebut tidak hanya menjadi ajang perkenalan album baru, tetapi juga menghadirkan format live yang berbeda. Seringai tampil dengan lima personel, termasuk Angga Kusuma dan Darma Respati yang mengisi posisi gitar bersama Arian 13, Sammy, dan Edy Khemod.

Panggung baru, energi baru

Kehadiran dua gitaris tambahan memberi warna berbeda pada penampilan Seringai malam itu. Formasi baru ini membuat panggung terasa lebih penuh, sementara chemistry antarpersonel terlihat solid sejak awal pertunjukan.

Konser dibuka oleh BongaBonga, Masakre, dan Stepforward, sebelum Seringai mengambil alih panggung sekitar pukul 20.00. Stepforward menjadi perhatian tersendiri karena Ricky Siahaan pernah menjadi gitaris di band tersebut, sehingga kehadirannya memberi lapisan emosional pada rangkaian acara malam itu.

Stepforward tampil bersama Jill, Fajar, dan Junas, serta membawa gitaris baru mereka, Roma Sophiaan, yang dikenal sebagai salah satu sahabat dekat Ricky Siahaan. Susunan pembuka konser ini memberi konteks kuat bahwa acara peluncuran album bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan juga penghormatan terhadap jejak Ricky di berbagai lingkaran musiknya.

Setlist yang merangkum fase lama dan baru

Seringai membuka penampilan dengan Intro dan “Program Party Seringai”, lalu melanjutkan dengan lagu-lagu lama seperti “Berhenti di 15”, “Mengadili Persepsi”, dan “Akselerasi Maksimum”. Setelah itu, band ini membawakan dua lagu dari album terbaru, yakni “Melunaskan Dendam” dan “Membungkam 98”.

Perpaduan lagu lama dan materi baru menunjukkan bahwa IV: ANASTASIS hadir sebagai kelanjutan identitas musik Seringai, bukan sekadar proyek terpisah. Pilihan setlist itu juga memperlihatkan upaya band menjaga keseimbangan antara nostalgia untuk penggemar lama dan pengenalan arah musikal terbaru.

Di sisi teknis, konser malam itu didukung tata suara dan pencahayaan yang megah. Visual background yang ditampilkan juga memperkuat suasana panggung, sehingga penonton mendapat pengalaman yang lebih imersif selama pertunjukan berlangsung.

Lagu yang membuat ruangan hening

Salah satu momen paling emosional terjadi saat Seringai membawakan “Akar”, lagu yang ditulis oleh Ricky Siahaan dan termuat di album IV: ANASTASIS. Pada bagian ini, penonton dibuat hening ketika suara gitar akustik dari Angga Kusuma mengiringi visual yang menampilkan gambar gitar Gibson SG dan topi yang kerap dipakai mendiang Ricky.

Momen tersebut menegaskan bahwa album baru ini juga membawa dimensi personal yang kuat. Lagu “Akar” seolah menjadi ruang refleksi atas perjalanan bermusik Ricky, sekaligus pengingat bahwa kontribusinya masih melekat dalam karya terbaru Seringai.

Seringai kemudian menutup konser dengan lagu “Selamanya”. Pada lagu penutup itu, visual background menampilkan foto Ricky Siahaan bersama gitar kesayangannya, memberi penegasan emosional bahwa kehadirannya tetap hidup dalam ingatan band dan penggemar.

Babak baru setelah kehilangan

Penampilan di M Bloc Live House menjadi jawaban atas pertanyaan besar soal masa depan Seringai setelah ditinggal Ricky Siahaan. Keberadaan Angga Kusuma dan Darma Respati memberi energi baru yang terasa kuat di panggung, tanpa menghapus identitas band yang sudah terbentuk sejak lama.

Dengan materi baru, formasi live terbaru, dan penghormatan yang jelas kepada Ricky, peluncuran IV: ANASTASIS menempatkan Seringai dalam fase transisi yang matang. Panggung itu menunjukkan bahwa band ini masih bergerak maju, sambil tetap merawat warisan musikal yang telah dibangun bersama Ricky Siahaan.

Source: www.idntimes.com
Terkait