
Minat terhadap dapur modern di Indonesia terus meningkat, tetapi pola belanja konsumen tidak lagi sesederhana memilih produk dengan desain menarik atau teknologi terbaru. Keluarga muda kini cenderung lebih selektif sebelum membeli peralatan rumah tangga, terutama untuk produk yang nilainya tinggi dan dipakai jangka panjang.
Perubahan ini ikut mendorong kebutuhan akan pengalaman belanja yang lebih lengkap. Konsumen ingin bisa melihat, menyentuh, mencoba produk, sekaligus berkonsultasi sebelum memutuskan pembelian, sehingga toko fisik tetap memegang peran penting di tengah pertumbuhan kanal digital.
Tren tersebut muncul seiring berkembangnya konsep smart kitchen yang semakin lekat dengan gaya hidup keluarga muda. Dapur tidak lagi dipandang hanya sebagai area memasak, tetapi juga sebagai ruang yang mendukung ritme hidup modern dan kebutuhan rumah tangga masa kini.
Kehadiran peralatan rumah tangga modern membuat aktivitas memasak dan mengelola rumah menjadi lebih praktis, efisien, dan nyaman. Kebutuhan ini terasa semakin relevan di tengah rutinitas harian yang padat, terutama di lingkungan hunian modern yang mengutamakan fungsionalitas.
Beberapa kategori produk yang paling diminati mencakup kompor modern dengan fitur keamanan dan efisiensi energi. Selain itu, kulkas berkapasitas besar dengan teknologi pendingin yang lebih hemat listrik juga banyak dicari.
Permintaan juga terlihat pada microwave multifungsi, water dispenser, dan mesin cuci yang mendukung pekerjaan rumah tangga agar lebih praktis. Di sisi lain, sebagian masyarakat urban mulai melirik peralatan profesional seperti chest freezer dan showcase cooler untuk menopang usaha kuliner maupun bisnis rumahan.
Namun, minat yang tinggi tidak otomatis membuat keputusan pembelian menjadi impulsif. Konsumen justru semakin cermat menilai apakah sebuah produk benar-benar sesuai dengan kebutuhan harian, efisien dalam konsumsi energi, dan didukung layanan purna jual yang jelas.
Pertimbangan itu semakin kuat untuk kategori home appliances karena produk ini umumnya membutuhkan investasi lebih besar. Karena itu, kemudahan konsultasi sebelum membeli menjadi salah satu faktor yang semakin diperhatikan.
Data EY Future Consumer Index menunjukkan kecenderungan tersebut dengan cukup jelas. Sebanyak 57% responden ingin melihat, menyentuh, dan mencoba langsung produk sebelum membeli.
Laporan yang sama juga mencatat 68% responden mengaku membutuhkan konsultasi atau saran sebelum membeli produk bernilai tinggi. Angka ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian kini lebih banyak didorong oleh kebutuhan akan kepastian fungsi dan kesesuaian produk, bukan hanya promosi.
Tidak hanya itu, 61% konsumen juga tertarik mengunjungi toko fisik untuk mendapatkan promo yang tidak tersedia secara online. Temuan ini menegaskan bahwa meski belanja digital terus berkembang, pengalaman langsung tetap menjadi unsur penting dalam perjalanan belanja peralatan rumah tangga.
Dari situ muncul kebutuhan akan pendekatan omnichannel, yaitu perpaduan antara kenyamanan berbelanja online dan pengalaman eksplorasi produk secara langsung di toko fisik. Model ini dinilai lebih sesuai untuk konsumen yang ingin fleksibilitas digital, tetapi tetap memerlukan interaksi personal sebelum mengambil keputusan.
Belanja Peralatan Rumah Tangga Makin Mengarah ke Omnichannel
Kecenderungan itu terlihat dalam langkah pelaku industri yang memperkuat jaringan gerai fisik. Modena, misalnya, meresmikan lima Modena Home Center secara serentak pada 22 Mei 2026 untuk memperluas layanan pengalaman belanja omnichannel di Indonesia.
Salah satu gerai baru hadir di Sawangan, Depok, kawasan yang dinilai memiliki perkembangan residensial dan kebutuhan rumah tangga modern yang terus meningkat. Kehadiran gerai ini ditujukan agar masyarakat lebih mudah mengakses solusi home appliances sekaligus memperoleh pengalaman belanja yang lebih interaktif.
Di gerai seperti ini, konsumen dapat melihat langsung berbagai kategori produk dan memahami fitur serta teknologi secara lebih mendalam. Mereka juga bisa berkonsultasi sebelum menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan rumah tangga.
Head of Brand Communications Modena, Liem Hansen Salim, mengatakan peresmian tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat kehadiran di berbagai daerah dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang besar. Menurut dia, kebutuhan masyarakat terhadap produk berkualitas dan pengalaman belanja yang lebih baik ikut meningkat seiring berkembangnya gaya hidup modern.
Liem juga menyebut bahwa dengan peresmian ini, Modena telah memiliki total 69 Modena Home Center yang tersebar di Indonesia. Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan solusi peralatan rumah tangga premium, tetapi juga untuk menawarkan pengalaman belanja yang lebih modern dan menyeluruh.
Menurut dia, penguatan teknologi digital memang terus mendorong belanja online. Namun untuk kategori home appliances, konsumen tetap membutuhkan pengalaman yang lebih lengkap melalui pendekatan omnichannel karena keputusan pembeliannya bersifat lebih personal dan membutuhkan pertimbangan matang.
Perubahan perilaku ini menunjukkan bahwa pasar peralatan rumah tangga modern tidak hanya tumbuh dari sisi permintaan produk, tetapi juga dari cara konsumen menilai dan membeli. Di tengah tren dapur modern yang terus naik, pengalaman mencoba, berkonsultasi, dan membandingkan langsung kini menjadi bagian penting dari keputusan belanja keluarga muda di Indonesia.
Source: www.suara.com








