Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro langsung menarik perhatian karena keduanya membawa paket yang sangat mirip di atas kertas. Namun, perbedaan di sisi performa, kamera, baterai, dan konektivitas membuat versi Pro terasa jauh lebih serius untuk pengguna yang mengejar kelas flagship.
Itulah sebabnya pertanyaan “mana yang lebih layak dibeli” tidak bisa dijawab hanya dari tampilan luar. Xiaomi menempatkan 17T sebagai opsi yang lebih seimbang, sementara 17T Pro hadir untuk mereka yang ingin fitur paling lengkap.
Performa jadi pembeda paling tegas
Xiaomi 17T Pro memakai MediaTek Dimensity 9500 dengan fabrikasi 3 nanometer. Xiaomi 17T mengandalkan MediaTek Dimensity 8500-Ultra yang dibuat dengan proses 4 nanometer.
Keduanya sama-sama dibekali RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1. Meski begitu, varian Pro lebih siap untuk gaming berat, pengolahan video beresolusi tinggi, dan fitur AI generatif yang lebih kompleks.
Penyimpanan Pro jauh lebih longgar
Xiaomi 17T hadir dalam dua opsi, yaitu 12GB/256GB dan 12GB/512GB. Xiaomi 17T Pro menambahkan pilihan 12GB/1TB yang tidak tersedia di model reguler.
Kapasitas 1TB memberi ruang lebih lega bagi pengguna yang sering merekam video 4K atau 8K. Opsi ini juga cocok untuk koleksi foto besar dan banyak game berukuran besar.
Baterai dan pengisian daya tidak setara
Xiaomi 17T membawa baterai silikon-karbon 6.500 mAh dengan pengisian cepat 67W. Xiaomi 17T Pro naik ke 7.000 mAh dan mendukung HyperCharge 100W.
Varian Pro juga mendukung pengisian nirkabel 50W, sedangkan model reguler tidak memilikinya. Keduanya tetap mendukung reverse charging hingga 22,5W.
Layar Pro lebih besar dan lebih cepat
Kedua ponsel sama-sama memakai panel AMOLED 1,5K dengan Dolby Vision, HDR10+, warna 12-bit, dan kecerahan hingga 3.500 nits. Perbedaannya ada pada ukuran dan refresh rate.
Xiaomi 17T Pro membawa layar 6,83 inci dengan refresh rate 144Hz. Xiaomi 17T memakai layar 6,59 inci dengan refresh rate 120Hz, sehingga pengalaman scrolling dan gaming terasa lebih mulus di versi Pro.
Kamera Leica, tetapi sensornya berbeda
Keduanya sama-sama mengusung kerja sama dengan Leica. Konfigurasinya juga serupa di atas kertas, yakni kamera utama 50 MP, telefoto periskop 50 MP dengan zoom optik 5x, dan ultrawide 12 MP.
Bedanya, Xiaomi 17T Pro memakai sensor Light Fusion 950 berukuran 1/1,31 inci dengan aperture f/1.67. Xiaomi 17T memakai sensor Light Fusion 800 berukuran 1/1,55 inci, sehingga Pro punya peluang menang dalam penangkapan cahaya, terutama di kondisi minim cahaya.
Videografi dan konektivitas ikut dibedakan
Xiaomi 17T Pro mendukung perekaman video 8K dan 4K hingga 120 fps. Fitur ini tidak tersedia pada Xiaomi 17T, jadi varian Pro jelas lebih unggul untuk pengguna yang serius di sisi video.
Di konektivitas, Xiaomi 17T Pro sudah memakai Wi-Fi 7, sedangkan Xiaomi 17T masih menggunakan Wi-Fi 6E. Keduanya tetap membawa Bluetooth 6.0, NFC, eSIM, dual SIM, dan sertifikasi IP68.
Harga dan warna menunjukkan segmentasi yang jelas
Xiaomi 17T dijual mulai 749,99 euro untuk 12GB/256GB dan 799,99 euro untuk 12GB/512GB. Pilihan warnanya adalah Violet, Opal White, Blue, dan Black.
Xiaomi 17T Pro dibanderol mulai 899,99 euro untuk 12GB/256GB, 999,99 euro untuk 12GB/512GB, dan 1.099,99 euro untuk 12GB/1TB. Pilihan warnanya mencakup Deep Blue, Deep Violet, dan Black.
Bagi pengguna yang mencari ponsel premium dengan harga lebih terkendali, Xiaomi 17T sudah menawarkan kombinasi yang solid untuk penggunaan harian, hiburan, dan fotografi. Namun bagi yang menginginkan performa paling tinggi, baterai lebih besar, pengisian lebih cepat, wireless charging, layar lebih besar, kamera yang lebih siap untuk video, dan Wi-Fi 7, Xiaomi 17T Pro terlihat lebih layak dipilih.
