
Di tengah jadwal padat, member EXO tetap menyempatkan diri membaca buku fiksi. Pilihan bacaan mereka menarik perhatian karena bukan hanya populer, tetapi juga memuat tema yang dekat dengan kehidupan, identitas diri, dan hubungan antarmanusia.
Ketertarikan itu membuat rekomendasi buku dari para member EXO sering dicari penggemar. Dari novel klasik sampai kisah fantasi-misteri, daftar bacaan favorit mereka memberi gambaran selera literasi yang beragam dan cukup reflektif.
Suho dan Momo: kritik sosial tentang waktu
Salah satu bacaan Suho adalah Momo karya Michael Ende. Novel ini juga dikenal dengan judul The Grey Gentlemen atau The Men in Grey dan pertama kali terbit pada 1973.
Setahun kemudian, novel itu meraih Deutscher Jugendliteratur Preis. Ceritanya mengikuti Momo, gadis kecil pemberani yang melawan pencuri waktu misterius bernama Tuan Kelabu.
Lewat kisah tersebut, Michael Ende mengangkat kritik sosial terhadap gaya hidup modern yang terlalu sibuk. Pesan utamanya mendorong pembaca agar lebih bijak menghargai waktu.
Kai memilih detektif yang tak biasa
Kai termasuk member yang punya lebih dari satu buku favorit. Salah satunya adalah The Devotion of Suspect X karya Keigo Higashino, novel yang berbeda dari cerita detektif kebanyakan.
Alih-alih menebak siapa pelakunya, cerita ini justru bergerak dari sudut pandang pelaku. Fokusnya ada pada cara kejahatan disusun, bukan sekadar proses pengejaran misteri.
Tokoh utamanya adalah Tetsuya Ishigami, guru matematika yang menyusun alibi untuk menutupi kejahatan tetangganya. Di sisi lain, Manabu Yukawa, fisikawan jenius berjuluk Detektif Galileo, berusaha mencari kebenaran dari kasus itu.
Hubungan emosional juga ikut memperkuat cerita karena Ishigami dan Yukawa adalah sahabat lama. Kombinasi intelek, konflik, dan kedekatan personal itu membuat novel ini jadi bacaan favorit Kai.
Kai dan drama emosional dalam I Want to Eat Your Pancreas
Buku favorit lain dari Kai adalah I Want to Eat Your Pancreas karya Sumino Yoru. Judulnya terdengar mengejutkan, tetapi maknanya bersifat kias dan mengarah pada drama romantis yang mengharukan.
Cerita bermula saat tokoh “Aku” menemukan buku di lorong rumah sakit. Buku itu ternyata buku harian milik Sakura Yamauchi, siswi populer yang menderita penyakit pankreas dan diperkirakan tak akan hidup lama.
Pertemuan “Aku” dan Sakura menjadi awal hubungan yang berkembang menarik. Dari situ, kisah ini bergerak pada tema kedekatan, kehilangan, dan emosi yang pelan-pelan muncul.
Chanyeol memilih Demian yang klasik
Chanyeol diketahui pernah membaca Demian karya Hermann Hesse. Novel klasik ini pertama kali terbit pada 1919 dan tetap dianggap relevan hingga sekarang.
Kisahnya mengikuti Emil Sinclair, pemuda dari keluarga berada yang tumbuh dengan tuntutan moral dan pendidikan tinggi. Namun, tekanan itu membuatnya merasa terkungkung.
Perubahan besar terjadi ketika Sinclair bertemu Max Demian, teman sekolah yang punya cara pandang unik. Dari sana, Sinclair mulai melihat dunia dari sudut berbeda dan berani mencari jati diri.
DO dan buku kutipan yang hangat
DO Exo pernah membaca The Magical Moment karya Paulo Coelho. Buku ini bukan novel biasa, melainkan kumpulan kutipan Coelho yang mendorong pembaca untuk berhenti sejenak dan mendengarkan diri sendiri.
Buku tersebut juga dilengkapi ilustrasi karya Joong Hwang Hwang. Perpaduan kata-kata bijak dan visual warna-warni memberi kesan hangat sekaligus ceria saat dibaca.
Ragam buku yang dipilih member EXO menunjukkan bahwa bacaan fiksi bisa menghadirkan hiburan sekaligus ruang refleksi. Dari Momo hingga Demian, setiap judul menawarkan pesan yang berbeda dan tetap menarik untuk masuk daftar bacaan berikutnya.
Source: www.idntimes.com








