BMKG Imbau Warga Pesisir Tetap Jauh Dari Pantai, Setelah Gempa 7,7 Guncang Filipina

Author: Qoo Media

Gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah selatan Mindanao, Filipina, langsung memicu imbauan waspada dari BMKG untuk masyarakat di pesisir Indonesia. Guncangan kuat yang terjadi pada Senin pukul 06.37 WIB itu juga menimbulkan dampak lintas negara, termasuk potensi tsunami minor di sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyebut gempa tersebut sebagai gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Pusat gempa berada di koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT, tepatnya di laut pada jarak 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

Di Filipina, gempa dilaporkan merusak sejumlah bangunan. Mengutip laporan yang dikutip dari Instagram ABS-CBN News, Kantor Pertahanan Sipil Filipina menyatakan delapan orang meninggal dunia akibat peristiwa itu, dengan rincian tiga korban di Davao Occidental, tiga di General Santos City, dan dua di South Cotabato.

Sejumlah warga di General Santos juga menggambarkan guncangan itu sebagai salah satu yang terkuat. Haula, warga setempat, mengatakan banyak bangunan runtuh dan kondisi kota sempat terganggu karena listrik dan air terputus.

Gelombang kecil terdeteksi di sembilan daerah

Sebagai negara yang berdekatan dengan Filipina, Indonesia ikut merasakan dampak lanjutan dari gempa tersebut. BMKG sempat mengeluarkan empat kali peringatan dini tsunami, lalu menambah dua daerah lagi dalam pembaruan berikutnya.

Total ada sembilan wilayah di Indonesia yang tercatat mengalami tsunami minor dengan ketinggian berbeda-beda. Data yang disampaikan BMKG menunjukkan gelombang setinggi 9 sentimeter di Loloda, Maluku Utara, 18 sentimeter di Ulu Siau, Sulawesi Utara, dan 32 sentimeter di Melonguane, Sulawesi Utara.

Tsunami minor juga terdeteksi di Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan ketinggian 30 sentimeter. Berikutnya, Paleleh, Sulawesi Tengah, mencatat 45 sentimeter, Tanjung Sidupa, Sulawesi Utara, 32 sentimeter, serta Bitung, Sulawesi Utara, 29 sentimeter.

Dua lokasi lain adalah Ternate, Maluku Utara, dengan ketinggian 14 sentimeter, dan Talengan, Sangihe, Sulawesi Utara, yang mencatat 75 sentimeter. Seluruh data itu menunjukkan bahwa dampak tsunami memang terjadi, meski dalam kategori minor.

Peringatan dini dihentikan, warga diminta tetap siaga

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa peringatan dini tsunami akhirnya berakhir. Keputusan itu diambil karena tidak ada kenaikan air laut signifikan yang membahayakan wilayah pesisir.

Faisal menegaskan, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada 10.15.51 WIB. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang membantu diseminasi informasi serta melakukan evakuasi dengan cepat.

Meski peringatan telah dicabut, BMKG tetap memantau perkembangan aktivitas gempa susulan. Lembaga ini meminta masyarakat di pesisir untuk tetap tenang, tetapi tidak lengah terhadap potensi risiko lanjutan.

BMKG juga mengimbau warga menjauhi area pantai untuk sementara waktu. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di tepi pantai dan muara sungai, serta selalu mengikuti arahan pemerintah dan BMKG.

Selain itu, masyarakat diminta terus memperbarui informasi dari laman resmi BMKG. Imbauan ini menjadi penting karena kondisi setelah gempa besar bisa berubah cepat, terutama di wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan ancaman gelombang laut.

Source: www.beautynesia.id
Terbaru