BYD M6 DM-i langsung mencuri perhatian karena membawa paket MPV keluarga yang kini diklaim jauh lebih efisien. Harga resminya mulai Rp200 jutaan, sementara teknologi plug-in hybrid yang dipakai menjanjikan karakter berkendara yang lebih dekat ke mobil listrik ketimbang hybrid konvensional.
Di sisi lain, model ini tetap mempertahankan format tujuh penumpang dengan kabin yang dibuat fleksibel untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jauh. Kombinasi harga, ruang kabin, dan efisiensi menjadi alasan utama mengapa M6 DM-i berpotensi menarik minat keluarga yang mencari kendaraan serbaguna.
Dimensi besar untuk kabin tujuh penumpang
Secara ukuran, M6 DM-i dan versi EV sama-sama memiliki panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.690 mm. Wheelbase 2.785 mm ikut memberi ruang kabin yang lebih lapang sekaligus membantu stabilitas kendaraan.
Kabin tiga baris kursi mampu menampung hingga tujuh penumpang. Joknya dibuat empuk dengan bantalan tebal dan material berkualitas tinggi agar penumpang tetap nyaman, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Interior modern dan ruang bagasi fleksibel
Nuansa interior modern khas BYD masih dipertahankan pada M6 DM-i. Layar sentuh rotasi elektrik 10,25 inci tetap menjadi pusat kendali utama, sementara panoramic sunroof dipasang untuk memberi kesan lega di dalam kabin.
Fleksibilitas ruang juga menjadi nilai jual penting. Kursi baris kedua dan ketiga dapat dilipat dengan mudah, sehingga area bagasi berubah menjadi jauh lebih luas untuk membawa barang dalam berbagai kebutuhan keluarga.
DM-i Generasi 5.0 dengan pendekatan electric-first
Dari sisi penggerak, BYD membekali M6 DM-i dengan teknologi DM generasi 5.0. Sistem ini menggabungkan mesin bensin 1.5 liter naturally aspirated siklus Atkinson dengan motor listrik berperforma tinggi untuk mengejar efisiensi energi setinggi mungkin.
Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 96 hp dan torsi 125 Nm. Namun dalam penggunaan normal, motor listrik tetap menjadi sumber tenaga utama, karena sistem DM-i memakai pendekatan electric-first.
Pada sebagian besar kondisi berkendara, motor listrik yang menggerakkan roda. Sementara itu, mesin bensin lebih sering bertugas sebagai generator untuk mengisi energi ke baterai.
Performa senyap dan akselerasi instan
Pendekatan tersebut membuat sensasi berkendara terasa mirip mobil listrik. Respons akselerasi diklaim instan, kabin lebih senyap, dan perpindahan tenaga berlangsung halus tanpa hentakan berlebih.
BYD menyebut akselerasi 0-100 km/jam dapat dicapai dalam 9,1 detik. Angka itu memperlihatkan bahwa efisiensi tidak datang dengan mengorbankan performa dasar untuk penggunaan harian.
Baterai LFP dan jarak tempuh listrik
M6 DM-i menggunakan Blade Battery Lithium Iron Phosphate atau LFP yang dikenal aman dan memiliki masa pakai panjang. Dengan tenaga listrik saja, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 100 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTP.
Saat daya baterai mulai menurun, mesin bensin akan aktif secara otomatis untuk mengisi ulang daya sekaligus membantu penggerak roda ketika tenaga tambahan dibutuhkan. Seluruh proses itu berlangsung hampir tanpa disadari pengemudi.
Efisiensi bahan bakar jadi sorotan utama
Efisiensi menjadi kekuatan terbesar dari teknologi DM-i. BYD menjelaskan bahwa motor listrik digunakan untuk sekitar 80 persen aktivitas berkendara sehari-hari, sehingga konsumsi bahan bakar bisa ditekan sangat jauh.
Pabrikan menyatakan M6 DM-i mampu mencatat konsumsi hingga 65 km per liter. Jika tangki bahan bakar dan baterai sama-sama terisi penuh, jarak tempuh gabungannya diklaim bisa melewati 1.800 kilometer dalam sekali perjalanan.
Selain itu, mesin pada model ini memiliki efisiensi termal 46,06 persen. Angka tersebut disebut sebagai salah satu yang tertinggi di industri otomotif global saat ini dan menjadi bagian penting dari strategi efisiensi M6 DM-i.
