Kebanyakan Makan Daging Bisa Picu Amandel Kambuh, Ini Tanda Yang Sering Diabaikan

Makan daging memang sering jadi bagian dari momen santai bersama keluarga atau teman. Namun, konsumsi daging merah berlebihan ternyata perlu diwaspadai karena bisa memicu iritasi tenggorokan dan memperburuk radang amandel.

Dokter spesialis THT Bedah Kepala Leher Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Alexander Nur Ilhami, Sp.THT, mengingatkan bahwa risiko itu makin besar jika daging diolah dengan santan atau lemak tinggi. Dalam keterangannya yang dilansir CNN Indonesia, ia menegaskan amandel adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh, tetapi bisa menjadi sumber penyakit ketika sering terinfeksi.

Kenapa daging berlemak bisa berpengaruh

Amandel atau tonsil adalah dua jaringan kecil berbentuk oval di belakang tenggorokan yang membantu tubuh melawan kuman. Saat jaringan ini mengalami infeksi, terjadilah tonsilitis atau radang amandel, yaitu kondisi ketika amandel membengkak dan meradang.

Tonsilitis paling sering dialami anak-anak dan remaja, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya kapan saja. Penyebabnya dapat berupa infeksi virus umum maupun bakteri yang menyerang area tenggorokan dan mulut.

Makanan tinggi lemak seperti gulai, sate berlemak, atau tongseng bersantan dapat membuat tenggorokan lebih mudah teriritasi. Kondisi ini bisa terasa lebih berat jika pola makan tidak dijaga dan tubuh kurang mendapat asupan air putih yang cukup setiap hari.

Gejala yang perlu diperhatikan

Gejala tonsilitis biasanya muncul mendadak dan membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. Salah satu tanda awal yang sering muncul adalah sakit tenggorokan atau rasa gatal saat menelan makanan.

Keluhan lain yang bisa muncul adalah sulit menelan, amandel membengkak, serta bercak putih di area tenggorokan. Pada beberapa kondisi, lapisan putih, kuning, atau abu-abu juga dapat terlihat di sekitar amandel yang meradang.

Waspadai juga bila demam naik di atas 38 derajat Celsius atau kelenjar di leher ikut membengkak. Pada anak-anak, radang amandel bahkan dapat disertai sakit perut dan muntah.

Sakit tenggorokan mendadak sering menjadi tanda pertama tonsilitis. Karena itu, nyeri tenggorokan yang muncul setelah beberapa hari menikmati olahan daging berlemak tidak sebaiknya langsung diabaikan.

Cara menjaga tenggorokan tetap nyaman

Untuk membantu menjaga tenggorokan, konsumsi daging merah sebaiknya dibatasi dan pilih olahan yang tidak terlalu berlemak. Sup hangat atau makanan rebus bisa menjadi pilihan yang lebih aman dibanding hidangan bersantan dan terlalu berminyak.

Asupan air putih juga penting agar tenggorokan tetap lembap sepanjang hari dan tidak mudah iritasi. Tenggorokan yang kering biasanya lebih sensitif terhadap makanan panas, pedas, maupun berlemak tinggi.

Pilihan makanan bertekstur lembut seperti sayur rebus atau sup hangat juga dapat membantu rasa nyaman saat makan. Hindari makanan yang terlalu pedas, terlalu panas, atau terlalu asam karena bisa memperparah iritasi pada amandel.

Alexander juga mengingatkan agar masyarakat segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala radang amandel. Penanganan yang lebih cepat membantu tubuh pulih lebih baik dan mencegah kondisi menjadi semakin parah.

Penanganan amandel sendiri bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Dalam kondisi tertentu, operasi pengangkatan amandel bisa dilakukan bila radang terlalu sering kambuh atau menimbulkan komplikasi serius.

Source: www.beautynesia.id

Berita Terkait

Back to top button