Pergerakan Infinix di pasar ponsel Indonesia terlihat makin agresif dengan fokus yang tidak biasa di kelas harga Rp1 jutaan hingga Rp5 jutaan. Di rentang ini, merek tersebut justru membawa fitur yang selama ini lebih lekat dengan ponsel kelas atas, mulai dari layar sangat terang sampai baterai 6.500 mAh.
Bagi calon pembeli yang ingin mengganti ponsel lama, perubahan ini penting dicermati karena pilihan produknya makin beragam. Infinix juga memperlihatkan pola yang konsisten, yakni menggabungkan harga kompetitif dengan fitur yang menyasar kebutuhan harian, hiburan, dan gaming.
Yang paling mencuri perhatian adalah keberanian Infinix menanamkan spesifikasi ekstrem pada beberapa modelnya. Ada layar dengan tingkat kecerahan hingga 4.500 nits, ada pula fitur bypass charging dan solusi pendingin besar untuk menjaga performa saat bermain gim.
Di saat banyak merek membatasi fitur premium di model mahal, Infinix justru menyebarkannya ke beberapa kelas harga sekaligus. Dampaknya, konsumen kini punya lebih banyak opsi tanpa harus langsung melompat ke segmen flagship.
Lima model yang paling menonjol
Infinix Smart 20 menjadi opsi pembuka untuk segmen pemula di kelas Rp1,5 jutaan. Ponsel ini membawa bodi setebal 7,7 mm, layar 6,78 inci IPS LCD dengan refresh rate 120 Hz, serta chipset MediaTek Helio G81 Ultimate.
Untuk ukuran kelas entry, kombinasi tersebut tergolong menarik karena tidak hanya mengejar harga murah. Infinix juga menyematkan sertifikasi IP64 yang memberi proteksi terhadap cipratan air, sebuah nilai tambah untuk pemakaian harian.
Naik ke kelas menengah, Infinix Note 5G dari seri Note Edge ditempatkan di kisaran Rp3,3 juta. Model ini menonjol lewat layar melengkung Curved AMOLED 6,78 inci dengan tingkat kecerahan hingga 4.500 nits.
Angka kecerahan itu menjadi salah satu daya tarik terkuat karena mendukung visibilitas layar di bawah terik matahari langsung. Perangkat ini juga ditenagai MediaTek Dimensity 7100, dibekali baterai 6.500 mAh, dan memakai dual stereo speaker besutan JBL.
Untuk pengguna yang lebih fokus pada gaming, Infinix GT30 diposisikan sebagai pilihan paling serius di sekitar Rp3,5 juta. Identitasnya langsung terlihat dari desain Cyber Gaming dengan lampu RGB mekanis di bodi belakang.
Bukan hanya tampil beda, GT30 juga membawa tombol fisik GT Shoulder Trigger L1/R1 yang jarang ditemukan di kelas harga ini. Mesin utamanya memakai MediaTek Dimensity 7400 fabrikasi 4 nanometer, dipadukan layar AMOLED 144 Hz dan sistem pendingin vapor chamber 20.000 milimeter persegi.
Pilihan kelas menengah atas
Infinix Note 60 reguler mengisi kelas Rp4 jutaan dengan pendekatan yang lebih premium. Ponsel ini menggunakan bodi metal, menghadirkan Active Halo Lighting, dan ditenagai Dimensity 7400 Ultimate.
Yang paling menonjol, model ini sudah membawa wireless charging 30 Watt untuk mendampingi baterai 6.500 mAh. Fitur pengisian nirkabel masih tergolong langka di kelas harga tersebut, sehingga menjadi pembeda penting bagi Note 60 standar.
Di puncak lini ini ada Infinix Note 60 Pro yang dibanderol sekitar Rp5,5 jutaan. Perangkat ini memakai Qualcomm Snapdragon 7S Gen 4 yang diposisikan kuat untuk kebutuhan editing video maupun gaming berat.
Sentuhan premium lain hadir lewat layar sekunder Active Matrix Display di bagian belakang. Note 60 Pro juga dibekali fast charging 90 Watt, kamera utama 50 MP dengan OIS, serta perekaman video 4K di kamera depan dan belakang.
Pola strategi Infinix yang terlihat jelas
Jika dilihat sebagai satu keluarga produk, Infinix sedang membangun identitas yang cukup tegas. Layar cepat, baterai besar, dan fitur yang mendukung pengalaman bermain gim menjadi benang merah di beberapa model pentingnya.
Strategi itu membuat setiap model punya peran yang berbeda. Smart 20 mengejar pengguna pemula, Note 5G menonjolkan layar super terang, GT30 membidik gamer, Note 60 membawa cita rasa premium, sedangkan Note 60 Pro didorong sebagai pilihan paling lengkap.
Konsumen yang mengutamakan pemakaian luar ruang kemungkinan akan melirik Note 5G karena panel 4.500 nits-nya. Sementara itu, pengguna yang mengincar kontrol lebih presisi saat bermain gim akan menemukan daya tarik utama di GT30 berkat shoulder trigger dan sistem pendinginnya.
Di sisi lain, mereka yang mengejar fitur premium di kelas menengah atas bisa mempertimbangkan duet Note 60 dan Note 60 Pro. Salah satunya menonjol lewat wireless charging 30 Watt, sedangkan versi Pro membawa kombinasi performa Snapdragon, kamera OIS 50 MP, dan perekaman 4K di kedua sisi kamera.
Dengan komposisi seperti ini, Infinix tampak tidak sekadar menambah jumlah produk. Merek tersebut sedang memperlebar tekanan di banyak segmen sekaligus, dari ponsel murah berlayar 120 Hz hingga model premium dengan fitur yang sebelumnya jarang hadir di rentang harga serupa.







