Bersepeda 1 Jam Bisa Bakar Ratusan Kalori, Ternyata Hasilnya Beda Jauh Antara Statis Dan Outdoor

Bersepeda selama 1 jam bisa membakar ratusan kalori, tetapi angkanya tidak sama untuk semua orang. Berat badan, intensitas kayuhan, kecepatan, jenis sepeda, dan medan sangat menentukan besarnya energi yang keluar.

Itu sebabnya, pertanyaan berapa kalori yang terbakar saat bersepeda tidak punya satu jawaban pasti. Semakin berat tubuh dan semakin tinggi intensitasnya, biasanya semakin besar pula kalori yang terbakar per menit.

Kalori yang terbakar dalam 1 jam bersepeda

Bersepeda termasuk olahraga aerobik atau kardio. Aktivitas ini membantu menjaga kesehatan jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah, sekaligus membuat tubuh memakai banyak energi.

Untuk orang dengan berat badan 55-65 kg, bersepeda selama 1 jam dengan intensitas sedang dapat membakar sekitar 350-500 kalori. Sementara itu, seseorang dengan berat 65-75 kg bisa membakar sekitar 450-650 kalori per jam.

Jumlah itu masih bisa naik jika kecepatan dan intensitas ditingkatkan. Dalam praktiknya, kayuhan yang lebih cepat membuat tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk mempertahankan laju sepeda.

Bersepeda statis tidak sama dengan bersepeda di luar

Bersepeda kini tidak selalu harus dilakukan di luar rumah. Sepeda statis memberi alternatif bagi orang yang ingin berolahraga di dalam ruangan tanpa harus keluar.

Namun, pembakaran kalori dari dua jenis aktivitas ini tidak identik. Bersepeda statis cenderung membakar kalori lebih sedikit dibandingkan bersepeda di luar ruangan.

Sebagai gambaran, seseorang dengan berat 70,3 kg yang mengayuh sepeda statis dengan kecepatan sedang selama 30 menit bisa membakar sekitar 252 kalori. Dengan berat, waktu, dan kecepatan yang sama, bersepeda di luar ruangan dapat membakar sekitar 288 kalori.

Perbedaan itu menunjukkan bahwa lingkungan dan jenis latihan ikut memengaruhi hasil akhir. Medan luar ruangan yang lebih beragam membuat tubuh bekerja sedikit lebih keras.

Cara membuat kalori terbakar lebih maksimal

Bagi yang ingin menjadikan bersepeda sebagai bagian dari program penurunan berat badan, cara berlatih juga perlu diperhatikan. Beberapa pola latihan bisa membantu tubuh mengeluarkan energi lebih banyak dalam waktu yang sama.

Salah satu caranya adalah bersepeda dengan kecepatan tinggi lalu diselingi periode pemulihan. Pola ini membantu tubuh mengeluarkan energi lebih besar dalam waktu relatif singkat.

Peningkatan kecepatan, jarak tempuh, atau durasi juga sebaiknya dilakukan bertahap. Tubuh perlu waktu untuk beradaptasi agar latihan tetap nyaman dan aman dijalankan.

Pilihan rute juga berpengaruh besar. Jalur yang menanjak atau tidak rata membuat otot kaki bekerja lebih keras, sehingga pembakaran energi ikut meningkat.

Asupan makanan setelah bersepeda juga tidak boleh diabaikan. Diet seimbang penting dijaga, karena makanan berkalori tinggi setelah latihan bisa menghapus defisit kalori yang sudah dibangun.

Pada akhirnya, bersepeda memang bisa menjadi olahraga efektif untuk membakar kalori, tetapi hasilnya bergantung pada banyak faktor. Semakin tinggi kecepatan dan semakin berat tantangannya, semakin besar pula energi yang harus dikeluarkan tubuh.

Source: www.idntimes.com

Terkait