Penurunan daya ingat sering muncul seiring bertambahnya usia, tetapi risikonya tidak hanya bergantung pada faktor umur. Pola makan yang baik disebut bisa membantu otak mendapat nutrisi yang cukup dan menjadi salah satu cara untuk menekan risiko pikun.
Sejumlah bahan makanan dinilai punya peran penting untuk menjaga fungsi kognitif. Kandungan tertentu di dalamnya membantu melindungi sel otak, memperlambat penurunan fungsi, dan mendukung kemampuan mengingat.
Buah beri dan sayuran hijau
Buah beri termasuk pilihan yang menonjol karena mengandung flavonoid. Zat ini disebut dapat membantu mencegah pikun, dan sebuah studi yang dikutip Harvard Health Publishing menemukan perempuan yang makan dua porsi atau lebih buah beri per pekan mengalami pengurangan penurunan memori hingga 2,5 tahun.
Sayuran hijau juga masuk daftar makanan yang layak diperbanyak. Bayam, brokoli, dan kangkung mengandung vitamin K, folat, dan beta karoten yang penting bagi otak, sehingga dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif.
Kombinasi keduanya menarik karena mudah ditemukan dan bisa masuk ke pola makan harian. Keduanya juga memberi dukungan nutrisi tanpa perlu pengolahan yang rumit.
Ikan berlemak dan kacang-kacangan
Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna dikenal punya omega-3 tinggi. Menurut Harvard Health Publishing, kandungan itu penting untuk kesehatan otak, sehingga konsumsi ikan disarankan setidaknya dua kali seminggu agar hasilnya lebih maksimal.
Kacang-kacangan juga disebut bermanfaat karena mengandung protein tinggi dan lemak sehat. Protein berperan membantu neuron otak melalui asam amino, yang kemudian ikut menjaga fungsi otak dan memperkuat kemampuan mengingat.
Dua kelompok makanan ini memberi dukungan dari sisi yang berbeda. Ikan menonjol lewat omega-3, sementara kacang-kacangan menawarkan protein dan lemak sehat yang mendukung kerja otak.
Dark chocolate sebagai pelengkap
Dark chocolate masuk daftar makanan yang dapat membantu mencegah pikun karena kandungan antioksidannya tinggi. Antioksidan itu membantu melindungi tubuh dari radikal bebas sekaligus mendukung fungsi kognitif otak.
Selain itu, dark chocolate disebut dapat membantu mengurangi potensi terkena Alzheimer. Meski begitu, posisinya lebih tepat sebagai pelengkap pola makan sehat, bukan pengganti sumber nutrisi utama dari makanan lain.
Pilihan makanan yang beragam memberi peluang lebih besar untuk menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang. Saat pola makan dijaga secara konsisten, tubuh mendapat asupan yang lebih seimbang dan otak pun ikut memperoleh dukungan nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap berfungsi baik.
Source: www.beautynesia.id






