Di tengah rutinitas yang padat dan penuh tekanan, merangkai bunga muncul sebagai cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan mental. Aktivitas ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyentuh sisi biologis, emosional, dan sensoris yang bisa membuat pikiran lebih tenang.
Sejumlah temuan yang dikutip dari Just Agriculture dan Nashville Fit Magazine menunjukkan bahwa floricultural therapy memanfaatkan warna, tekstur, dan aroma bunga untuk meringankan stres, meningkatkan suasana hati, dan menumbuhkan rasa damai. Karena itu, merangkai bunga mulai dilihat sebagai aktivitas yang punya nilai lebih dari sekadar hobi.
Menekan stres dari sisi tubuh
Salah satu manfaat yang paling menonjol adalah kemampuannya menurunkan kadar kortisol, hormon yang berkaitan dengan stres. Penelitian laboratorium yang dikutip dari Nashville Fit Magazine menunjukkan bahwa sekadar melihat bunga segar seperti mawar dapat membantu menurunkan kortisol dan menenangkan respons fight-or-flight tubuh.
Efek ini menjadi lebih kuat saat seseorang ikut merangkai bunga secara langsung. Aktivitas tersebut dilaporkan dapat menurunkan kecemasan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri, sehingga memberi dukungan yang nyata bagi keseimbangan emosi.
Mendorong rasa senang dan motivasi
Paparan terhadap bunga juga diketahui dapat merangsang produksi dopamin, yaitu neurotransmitter yang berperan dalam perasaan senang dan termotivasi. Just Agriculture menyebut respons ini terjadi karena bunga menstimulasi jalur kimia otak yang berhubungan dengan kebahagiaan.
Dalam sejumlah laporan terapi berbasis bunga, individu kerap merasakan suasana hati yang membaik, kecemasan berkurang, dan gejala depresi mereda. Pola manfaat ini menunjukkan bahwa bunga dapat bekerja sebagai pemicu suasana positif yang cukup efektif dalam aktivitas sehari-hari.
Memberi ruang untuk ekspresi diri
Merangkai bunga juga dipandang sebagai bentuk ekspresi artistik. Seseorang bisa menuangkan perasaan lewat pilihan warna, bentuk, dan komposisi tanpa harus berbicara secara langsung.
Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Public Health dan dikutip Bed of Roses menyebut keterlibatan dalam aktivitas kreatif, termasuk merangkai bunga, dapat mengurangi gejala kecemasan dan depresi. Proses menyusun rangkaian juga melatih kepekaan estetika dan memberi rasa pencapaian yang ikut memperkuat emosi positif.
Melatih fokus lewat sentuhan dan aroma
Selain visual, aspek sensoris lain juga berperan besar. Aroma bunga diketahui dapat memicu emosi positif dan kenangan indah, sementara bunga beraroma lembut seperti stok atau carnation disebut membantu menciptakan suasana hati yang tenang dan fokus.
Penelitian yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Psychology dan direferensi Bed of Roses menemukan bahwa aroma bunga dapat memicu kenangan positif dan meningkatkan perasaan bahagia. Saat seseorang menyentuh kelopak, memotong batang, dan mencium aromanya, rangkaian aktivitas itu membentuk pengalaman mindfulness yang membuat pikiran lebih hadir pada momen sekarang.
Manfaat tersebut menjelaskan mengapa merangkai bunga semakin relevan di tengah kebutuhan akan aktivitas yang mampu meredakan tekanan. Dengan langkah sederhana, bunga bisa menjadi media yang membantu tubuh lebih rileks, pikiran lebih fokus, dan emosi terasa lebih seimbang.
Source: www.beautynesia.id






