Microsoft Sengaja Mematikan Ikon Folder Kustom di Windows 11, Diam-Diam Demi Keamanan

Pengguna Windows 11 mungkin mendapati ikon folder kustom tiba-tiba kembali ke tampilan bawaan setelah pembaruan Juni. Perubahan ini bukan bug, melainkan langkah yang sengaja diterapkan Microsoft sebagai bagian dari penguatan keamanan.

Dampaknya cukup terasa bagi pengguna yang mengandalkan desktop.ini untuk mengubah ikon atau nama folder. Jika Windows menilai file itu berasal dari sumber yang tidak tepercaya, sistem akan diam-diam mengabaikan kustomisasi dan menampilkan ikon default tanpa peringatan.

Perubahan yang disengaja

Microsoft mengonfirmasi bahwa perilaku baru ini memang diharapkan terjadi di Windows 11. Perusahaan menyebutnya sebagai bagian dari security hardening, yakni pengetatan perlindungan agar sistem tidak sembarang memuat perubahan visual dari file yang sumbernya meragukan.

Fokus utamanya ada pada file desktop.ini. File ini selama ini bisa dipakai untuk menentukan ikon folder kustom atau penamaan tertentu, tetapi kini tidak lagi diproses penuh jika asal filenya dianggap tidak tepercaya oleh sistem.

Bagi banyak pengguna, gejalanya terlihat seperti ikon folder yang “rusak” atau hilang. Padahal, Windows 11 hanya mengembalikan tampilannya ke konfigurasi standar karena sumber kustomisasinya gagal lolos pemeriksaan kepercayaan.

Sumber yang dianggap tidak tepercaya

Microsoft menjelaskan beberapa kategori sumber yang bisa memicu perubahan ini. Salah satunya adalah file yang diunduh dari internet dan masih membawa penanda Mark-of-the-Web atau MOTW.

Kategori lain mencakup file yang disalin dari lokasi jarak jauh tertentu. Contohnya adalah beberapa lokasi berbasis WebDAV atau HTTP, yang oleh sistem bisa diperlakukan sebagai sumber yang tidak aman untuk memuat ikon kustom.

Windows 11 juga akan menolak kustomisasi dari file yang berada di jalur jaringan tertentu. Ini berlaku bila path jaringan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai intranet atau tidak dipercaya menurut kebijakan zona yang berlaku di sistem.

Dengan kata lain, masalahnya bukan pada format ikon atau pada folder itu sendiri. Penilaian Windows lebih banyak bergantung pada asal file desktop.ini yang mengatur kustomisasi tersebut.

Mengapa Microsoft melakukannya

Perubahan ini menunjukkan bahwa Microsoft kini lebih ketat terhadap elemen antarmuka yang berasal dari sumber eksternal. Ikon folder mungkin tampak sebagai detail visual kecil, tetapi file pengaturnya tetap bisa menjadi bagian dari mekanisme yang dipantau sistem.

Karena itu, Windows 11 tidak lagi otomatis menghormati semua instruksi dalam desktop.ini. Jika file itu datang dari lokasi yang dianggap berisiko, sistem memilih pendekatan aman dengan menampilkan ikon default.

Bagi pengguna biasa, pendekatan ini bisa terasa membingungkan karena tidak ada notifikasi yang jelas saat ikon dikembalikan. Namun dari sudut pandang keamanan, Microsoft tampaknya ingin mencegah pemuatan perubahan yang tidak berasal dari lokasi tepercaya.

Cara memulihkan ikon kustom

Microsoft juga menyertakan beberapa langkah yang bisa dipakai untuk memulihkan ikon folder kustom. Solusi pertama adalah menambahkan sumber file tersebut ke daftar Trusted Sites agar Windows mengenalinya sebagai lokasi tepercaya.

Pilihan kedua adalah mengaktifkan kebijakan “Allow the use of remote paths in file shortcut icons”. Kebijakan ini memungkinkan penggunaan path jarak jauh untuk ikon shortcut, yang dalam kasus tertentu dapat membantu Windows menerima kembali kustomisasi ikon.

Solusi ketiga adalah menghapus tag Mark-of-the-Web dari file terkait. Setelah penanda itu dihilangkan, Windows 11 dapat memperlakukan file sebagai sumber yang lebih aman dan memulihkan tampilan ikon kustom.

Ketiga langkah itu pada dasarnya memberi tahu sistem bahwa file tersebut dapat dipercaya. Setelah status kepercayaannya berubah, kustomisasi melalui desktop.ini bisa kembali berfungsi seperti sebelumnya.

Yang perlu diperhatikan pengguna

Perubahan ini terutama relevan bagi pengguna yang sering memindahkan folder kustom dari internet, server jauh, atau lokasi jaringan. Jika ikon tiba-tiba kembali standar setelah pembaruan, penyebabnya kemungkinan bukan kerusakan file, melainkan kebijakan keamanan baru.

Kasus ini juga menegaskan bahwa pembaruan Windows tidak selalu menghadirkan perubahan yang terlihat besar di permukaan. Terkadang, penyesuaian kecil pada cara sistem menilai file dapat langsung memengaruhi pengalaman pengguna sehari-hari.

Bagi yang terbiasa mengatur tampilan folder secara detail, langkah Microsoft ini bisa memaksa penyesuaian baru. Ikon kustom tetap bisa digunakan, tetapi sekarang hanya jika sumber file desktop.ini diakui sebagai tepercaya oleh Windows 11.

Source: www.xda-developers.com

Terkait