Babak playoff MPL ID S17 segera mempertemukan enam tim dengan cerita yang sangat berbeda. ONIC datang sebagai pemuncak klasemen, sementara TLID membawa status penantang paling naik daun setelah musim lalu menjadi juru kunci.
Format playoff juga membuat persaingan terasa lebih terbuka. Dengan sistem double elimination, tim yang jatuh di upper bracket masih punya kesempatan kedua, tetapi satu kesalahan di bracket yang salah tetap bisa mempersingkat perjalanan menuju grand final.
ONIC tetap jadi acuan utama
ONIC menjadi tim paling konsisten sepanjang regular season. Dari 16 pertandingan, mereka menang 13 kali dan hanya kalah tiga kali, lalu mengunci slot upper bracket di posisi teratas.
Catatan itu membuat peluang ONIC meraih gelar terlihat paling kuat di antara semua peserta playoff. Kekuatan mereka juga ditopang oleh pemain berpengalaman seperti Kairi, Sanz, dan Kelra yang pernah menjuarai turnamen internasional.
Meski begitu, ONIC belum menemukan cara untuk menundukkan BTR di regular season. Situasi itu penting karena keduanya berada di bracket yang sama dan bisa kembali bertemu jika BTR lebih dulu melewati EVOS.
TLID membawa ancaman baru
TLID menjadi salah satu kisah terbesar musim ini. Setelah menjadi juru kunci di MPL ID S16, mereka bangkit dan finish di peringkat kedua pada MPL ID S17.
Performa Aran dan rekan-rekannya juga terlihat stabil pada fase akhir regular season. Mereka beberapa kali mampu mengalahkan tim kuat, sehingga peluang mereka untuk bersaing merebut gelar tetap sangat terbuka.
Posisi di upper bracket memberi TLID keuntungan tambahan. Dalam format double elimination, satu kekalahan tidak langsung mengakhiri langkah mereka dan itu bisa sangat menentukan saat tekanan playoff meningkat.
Dewa United mulai diuji konsistensi
Dewa United tampil cukup solid hampir sepanjang regular season. Mereka nyaris selalu berada di papan atas dan berhasil mengamankan tiket playoff dengan nyaman.
Namun, menjelang akhir musim, performa mereka sempat menurun. Dewa United bahkan mengalami empat kekalahan beruntun sebelum akhirnya bangkit saat melawan RRQ.
Kondisi itu menunjukkan bahwa kekuatan mereka belum stabil seperti di awal musim. Jika performa terbaik kembali muncul, Dewa United tetap bisa melangkah jauh, tetapi mereka harus cepat mengurangi risiko lose streak.
BTR dan EVOS sama-sama penuh tanda tanya
BTR menjadi tim yang paling sulit ditebak musim ini. Mereka adalah satu-satunya tim yang mampu mengalahkan ONIC di dua leg regular season, tetapi mereka juga sempat kalah dari RRQ yang sedang terpuruk.
Modal itu membuat BTR sangat berbahaya saat menghadapi lawan mana pun di playoff. Di sisi lain, mereka juga berisiko tersingkir lebih awal jika kalah dari EVOS, apalagi EVOS pernah memulangkan mereka di playoff MPL ID Season 16.
EVOS sendiri lolos dengan perjuangan panjang. Dari 16 laga, mereka mencatat delapan menang dan delapan kalah, lalu finis di peringkat lima setelah sempat berada di luar zona playoff.
Hasil itu menunjukkan mental bertanding EVOS cukup kuat saat berada di bawah tekanan. Jika bisa menekan kesalahan kecil dan menjaga performa, mereka punya peluang membuat kejutan besar.
Geek Fam datang tanpa beban besar
Geek Fam menjadi tim terakhir yang mengamankan tiket playoff. Mereka memastikan tempat itu setelah mengalahkan NAVI pada laga penting di akhir regular season dan menutup musim di peringkat enam.
Status tersebut membuat mereka tidak terlalu banyak dijagokan sebagai kandidat juara. Justru karena ekspektasinya lebih rendah, Geek Fam bisa bermain lebih lepas dan memanfaatkan tekanan yang lebih ringan.
Dengan momentum positif yang sedang mereka bawa, Geek Fam masih punya peluang menjadi kuda hitam. Pada fase playoff yang singkat dan penuh tekanan, tim seperti ini sering menjadi pembeda ketika lawan mulai kehilangan fokus.
Source: www.idntimes.com






