Berburu barang bekas memang sering terasa menguntungkan karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah. Namun, tidak semua barang thrift layak dibeli, karena sebagian justru bisa memunculkan biaya tambahan dan masalah setelah dibawa pulang.
Karena itu, pembeli perlu melihat lebih jauh dari sekadar label harga. Kondisi fisik, kebersihan, potensi perbaikan, dan kelayakan pakai menjadi faktor penting sebelum barang dimasukkan ke keranjang.
Baju dengan noda atau lubang
Pakaian sering jadi incaran utama saat thrifting karena modelnya masih bagus dan harganya rendah. Meski begitu, baju yang sudah berlubang atau rusak parah sebaiknya dihindari.
Virginia Chamlee, ahli thrifting sekaligus penulis buku Big Thrift Energy, menilai kerusakan yang tampak kecil bisa menjadi masalah setelah pakaian dipakai. Bahan yang sudah lemah juga bisa makin rusak dan membuat pemakaian terasa tidak nyaman.
Furnitur berlapis kain
Sofa dan kursi bekas kerap terlihat menarik karena harganya lebih murah dibanding barang baru. Tetapi, furnitur berlapis kain sebaiknya tidak dibeli secara sembarangan karena banyak bagian yang tidak bisa diperiksa hanya dari luar.
Barang seperti ini berisiko menyimpan debu, jamur, dan kutu. Audra Samnotra, pemilik Social Swan Decor, menyebut penggantian lapisan kain furnitur bukan pekerjaan sederhana dan biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Barang yang terlalu mahal
Tidak semua barang di toko thrift otomatis murah. Ada juga barang bekas yang dijual dengan harga tinggi, bahkan selisihnya dengan barang baru tidak terlalu jauh.
Karena itu, membandingkan harga sebelum membeli menjadi langkah yang penting. Cara sederhana ini bisa membantu menilai apakah barang tersebut benar-benar sepadan atau justru membuat pengeluaran membengkak.
Barang yang bau menyengat
Kondisi barang bekas juga bisa terbaca dari baunya. Aroma asap rokok, jamur, atau bau apek yang kuat sering sulit dihilangkan, bahkan setelah dibersihkan berkali-kali.
Bau yang menyengat bisa menandakan ada masalah pada material atau cara penyimpanan barang. Jika aromanya sudah terasa mengganggu sejak awal, pembeli sebaiknya mempertimbangkan ulang sebelum memutuskan membeli.
Thrifting tetap bisa menjadi cara cerdas untuk mendapatkan barang dengan harga terjangkau. Tetapi, pilihan yang terburu-buru justru bisa berakhir pada barang yang tidak nyaman dipakai, sulit dirawat, atau butuh biaya tambahan.
Source: www.beautynesia.id






