Fatima Bosch di Oxaca, Saat Miss Universe 2026 Memamerkan Akar Budaya Meksiko

Author: Qoo Media

Fatima Bosch memanfaatkan statusnya sebagai Miss Universe 2025 untuk membawa sorotan dunia ke Oxaca, salah satu kota bersejarah di Meksiko. Kunjungannya menjadi agenda resmi Miss Universe Organization yang berlangsung dari 17 Juni sampai 19 Juni 2026.

Perjalanan ini menarik perhatian karena Fatima tidak datang sekadar untuk hadir sebagai figur publik. Ia menggunakan panggung yang dimilikinya untuk memperkenalkan wisata budaya negaranya sendiri melalui berbagai kegiatan yang menonjolkan identitas Oxaca.

Oxaca dan jejak budaya Zapotec

Oxaca dikenal sebagai wilayah dengan peradaban Suku Zapotec yang disebut telah ada sejak 11.000 tahun sebelum Masehi. Latar sejarah panjang itu membuat kota ini punya nilai penting sebagai destinasi budaya dan warisan tradisi Meksiko.

Di tempat ini, Fatima menjalani rangkaian aktivitas yang dirancang untuk menampilkan kekayaan sejarah lokal. Kehadirannya sekaligus menghubungkan gelar Miss Universe dengan promosi budaya yang lebih dekat ke akar tradisi negaranya.

Pemotretan dengan busana tradisional

Salah satu momen yang paling menonjol dari kunjungan ini adalah sesi pemotretan Fatima dalam balutan pakaian tradisional Suku Zapotec. Busana itu memberi penekanan kuat pada unsur budaya yang ingin ia tampilkan selama berada di Oxaca.

Potret tersebut memperlihatkan bagaimana identitas lokal dapat diangkat lewat tampilan visual yang kuat. Dalam konteks kunjungan resmi ini, pemotretan menjadi cara untuk memperkenalkan warisan budaya dengan pendekatan yang mudah menarik perhatian publik.

Belajar kuliner dan kerajinan lokal

Fatima juga menyempatkan diri mempelajari cara membuat mole, makanan khas Oxaca yang menjadi bagian penting dari tradisi kuliner setempat. Langkah itu menunjukkan bahwa kunjungannya tidak berhenti pada simbol visual, tetapi juga menyentuh pengalaman budaya yang lebih nyata.

Selain kuliner, ia mencoba membuat kerajinan tanah liat secara tradisional yang masih dilestarikan di wilayah tersebut. Aktivitas itu memperlihatkan sisi edukatif dari perjalanan ini, karena ia ikut menyentuh keterampilan yang diwariskan turun-temurun.

Bersama anak-anak suku pribumi

Kunjungan Fatima ke Oxaca juga mencakup kegiatan sosial bersama anak-anak dari suku pribumi. Momen ini menambah dimensi kemanusiaan pada agenda kunjungannya dan memberi ruang bagi interaksi langsung dengan komunitas lokal.

Kehadiran Miss Universe 2025 di tengah anak-anak pribumi menunjukkan bahwa sorotan yang dibawanya tidak hanya tertuju pada keindahan budaya. Ada juga perhatian pada hubungan sosial dan kedekatan dengan masyarakat yang menjaga tradisi di daerah tersebut.

Agenda kunjungan itu kemudian banyak menuai pujian karena Fatima dinilai tidak melupakan kesempatan untuk memperkenalkan budaya dan sejarah negaranya saat menyandang gelar Miss Universe 2025. Dalam satu rangkaian kegiatan, Oxaca tampil sebagai panggung budaya, sementara Fatima muncul sebagai figur yang mengangkat warisan Meksiko ke perhatian yang lebih luas.

Source: www.idntimes.com
Terbaru