Bermuda shorts kembali mencuri perhatian di musim panas ini karena menawarkan kombinasi yang jarang gagal: nyaman, ringan, dan tetap terlihat rapi saat dipakai. Potongan celana pendek selutut ini juga makin menarik karena kini tidak lagi dipandang sebagai item santai semata, melainkan bagian dari gaya yang bisa dibawa ke lebih banyak suasana.
Daya tarik itu muncul saat cuaca panas mendorong pilihan busana yang lebih sejuk dan praktis. Bermuda shorts menjawab kebutuhan tersebut lewat siluet longgar yang memberi keleluasaan bergerak dan membantu kaki tetap terasa nyaman.
Secara historis, bermuda shorts disebut sebagai celana pendek selutut berpotongan longgar yang muncul sekitar tahun 1940-an dan 1950-an. Seiring waktu, item ini berkembang bertahap mengikuti perubahan gaya fashion dan kebutuhan pakaian transisi yang cocok untuk iklim tropis.
Pada era 90-an, celana ini tidak lagi hanya dipakai karena fungsi, tetapi juga masuk ke arus tren mode. Banyak fashion enthusiast memadukannya ke dalam gaya kasual, street style, edgy, hingga elegan.
Di era modern, kebangkitannya banyak didorong oleh figur publik. Selebriti, penyanyi, desainer, dan model internasional mengunggah tampilan bermuda shorts di media sosial, lalu memicu percakapan luas di kalangan warganet.
Sorotan lain datang dari panggung mode. Dalam peragaan busana Spring/Summer 2026, sejumlah brand fashion luxury terlihat antusias menggarap bermuda shorts, dan momentum itu ikut mendorong popularitasnya di kalangan pencinta mode.
Bermuda shorts makin fleksibel di runway
Panggung mode itu memperlihatkan bahwa bermuda shorts kini diterima sebagai bagian dari penjahitan yang lebih santai dan siluet yang terbuka untuk inovasi. Para desainer dari berbagai brand pun mengolahnya dengan pendekatan yang berbeda-beda.
Loewe menghadirkan versi denim yang dipadukan dengan jaket kulit dan aksesori mencolok. Dries Van Noten memberi sentuhan manik-manik dan ornamen rumit sehingga celana ini naik kelas menjadi pernyataan gaya.
Frorme memilih jalur minimalis modern dengan tampilan yang rapi dan canggih. Pendekatan itu menunjukkan bahwa bermuda shorts tetap bisa terlihat formal tanpa kehilangan karakter dasarnya.
Cara styling agar tidak terlihat terlalu santai
Untuk tampilan casual chic, bermuda shorts berbahan denim bisa dipadukan dengan oversized shirt warna netral, sepatu bot setinggi lutut, dan ikat pinggang kulit. Kombinasi ini memberi kesan santai, nyaman, dan effortless, tetapi tetap terasa keren.
Jika ingin menyeimbangkan proporsi tubuh, atasan yang lebih pas di badan bisa jadi pilihan. Tank top, blazer pendek, fitted tee, atau kemeja poplin yang dimasukkan ke dalam celana dapat membantu membentuk tampilan yang lebih seimbang.
Gaya minimalis juga mudah dibangun lewat sweatshirt atau polo shirt yang dipasangkan dengan sandal jepit hak rendah, tote bag, dan kacamata hitam. Padanan ini cocok untuk tampilan yang sederhana, tetapi tetap punya karakter.
Untuk suasana yang lebih formal, bermuda shorts bisa dipakai bersama kemeja, blazer berstruktur, dan heels. Hasilnya adalah tampilan yang rapi, profesional, dan tetap terasa ringan untuk musim panas.
Bermuda shorts pada akhirnya menawarkan lebih dari sekadar kenyamanan saat cuaca panas. Dengan styling yang tepat, celana ini bisa bergerak dari tampilan kasual hingga formal tanpa kehilangan kesan modern.
