Jerawat Tak Kunjung Sembuh? Dokter Estetika Ungkap 4 Vitamin yang Bisa Bantu Redakan Inflamasi

Author: Qoo Media

Jerawat yang tidak kunjung membaik kerap membuat perawatan terasa buntu, terutama jika skincare rutin sudah dipakai tetapi peradangan masih sering muncul. Dalam kondisi seperti ini, perhatian tidak hanya tertuju pada produk topikal, tetapi juga pada asupan dari dalam tubuh.

Dokter estetika dr. Yessica Tania menyoroti bahwa kulit berjerawat sering berkaitan dengan peradangan dan keseimbangan hormon di dalam tubuh. Karena itu, dukungan nutrisi harian dinilai dapat membantu melengkapi perawatan kulit yang sudah berjalan.

Pendekatan ini bukan berarti vitamin menggantikan obat jerawat atau skincare. Suplemen diposisikan sebagai tambahan, terutama saat kebutuhan nutrisi harian dirasa belum tercukupi dari makanan.

Ada empat jenis vitamin dan suplemen yang disorot untuk pemilik kulit acne-prone, yakni zinc, omega-3, astaxanthin, dan vitamin D. Keempatnya dipilih karena punya peran yang berkaitan dengan peradangan, perlindungan kulit, hingga pemulihan bekas jerawat.

Zinc untuk sebum dan jerawat meradang

Zinc dikenal sebagai mineral penting bagi kesehatan kulit. Selain membantu meningkatkan imun, zinc disebut efektif mengontrol produksi sebum atau minyak berlebih yang sering menjadi pemicu utama jerawat.

Mineral ini juga memiliki sifat antibakteri yang membantu menenangkan jerawat meradang. Di sisi lain, zinc ikut mendukung regenerasi kulit sehingga noda hitam bekas jerawat bisa lebih cepat memudar.

Untuk kategori ini, dr. Yessica Tania merekomendasikan NOW Sambucus Zinc C. Produk itu disebut berbentuk tablet hisap dan juga mengandung vitamin C serta elderberry.

Omega-3 bantu skin barrier tetap kuat

Omega-3 termasuk asam lemak esensial yang bekerja memperkuat lapisan pelindung kulit atau skin barrier. Fungsi ini penting karena kulit berjerawat sering kali juga mengalami gangguan kelembapan, terutama saat memakai obat jerawat yang cenderung keras.

Pada pemilik jerawat, omega-3 dinilai membantu mengurangi kemerahan. Suplemen ini juga disebut bisa mencegah kulit menjadi kering dan bersisik akibat penggunaan terapi jerawat tertentu.

Rekomendasi yang disampaikan untuk kelompok ini adalah NOW Ultra Omega 3 Fish Oil. Produk tersebut disebut bebas merkuri dan kontaminan berbahaya.

Astaxanthin untuk antioksidan dan bekas jerawat

Astaxanthin dikenal sebagai tabir surya alami dari dalam tubuh. Kandungan ini berasal dari pigmen merah alga yang memiliki kemampuan antioksidan tinggi untuk melawan radikal bebas.

Peran antioksidan itu penting pada kulit yang mengalami stres oksidatif dan inflamasi. Astaxanthin juga disebut membantu menjaga elastisitas kulit serta memudarkan hiperpigmentasi akibat bekas jerawat.

Dr. Yessica Tania merekomendasikan Asthin Force 6 Mg untuk kategori ini. Namun, ia juga menekankan bahwa frekuensi konsumsi astaxanthin tidak harus sama pada semua orang.

Bagi mereka yang memiliki jerawat meradang parah atau stres oksidatif tinggi, astaxanthin disebut bisa diminum setiap hari. Sementara pada orang yang masih muda, memiliki pola hidup sehat, makan sehat, dan kondisi kulit yang baik tanpa inflamasi berarti, konsumsi beberapa kali seminggu dinilai cukup.

Ia mencontohkan bahwa pada kondisi tersebut, astaxanthin dapat diminum sekitar dua sampai tiga kali dalam seminggu. Penyesuaian ini menunjukkan bahwa suplemen tidak dipakai dengan pola yang seragam untuk semua orang.

Vitamin D tidak hanya untuk tulang

Vitamin D juga masuk dalam daftar yang disarankan untuk wajah berjerawat. Fungsinya tidak berhenti pada kesehatan tulang, tetapi juga berkaitan dengan efek anti-inflamasi dan antimikroba.

Peran itu membantu tubuh melawan bakteri penyebab jerawat. Selain itu, vitamin D disebut merangsang produksi kolagen agar kulit tetap kenyal.

Untuk vitamin D, produk yang direkomendasikan adalah Blackmores Bio D3 1000 IU. Rekomendasi ini disampaikan sebagai salah satu pilihan suplemen pendukung bagi pemilik kulit berjerawat.

Tidak semua orang butuh pola konsumsi yang sama

Meski empat suplemen tersebut dinilai bermanfaat, dr. Yessica Tania mengingatkan bahwa kebutuhan setiap orang berbeda. Penentu utamanya meliputi penyakit bawaan, kondisi tubuh saat ini, pola makan harian, dan gaya hidup.

Ia menegaskan bahwa suplemen vitamin bersifat customized. Artinya, apa yang cocok untuk satu orang belum tentu diperlukan dalam jumlah atau frekuensi yang sama oleh orang lain.

Karena itu, vitamin tidak boleh dipandang sebagai solusi instan. Hasil yang lebih optimal tetap bergantung pada kebiasaan dasar yang mendukung kesehatan kulit secara menyeluruh.

Dr. Yessica Tania mengingatkan pentingnya olahraga rutin dan pengaturan pola makan. Ia juga menyarankan pengurangan konsumsi gula serta laktosa atau susu untuk membantu pengelolaan jerawat.

Bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan sebelum memulai suplemen harian. Langkah ini penting agar konsumsi vitamin sesuai kebutuhan tubuh dan tidak bertabrakan dengan kondisi medis yang sudah ada.

Source: www.suara.com
Terbaru