Kenapa Sneakers Putih Cepat Menguning, Ternyata Bukan Sekadar Soal Kotor

Author: Qoo Media

Sneakers putih sering dipilih karena tampilannya netral dan mudah dipadukan dengan banyak gaya. Namun, warna putih yang awalnya memberi kesan bersih justru paling rentan berubah kusam dan menguning seiring waktu.

Masalah ini sering mengejutkan pemilik sepatu karena noda kuning bisa muncul meski sneakers jarang dipakai. Dalam banyak kasus, penyebabnya bukan sekadar kotor, melainkan gabungan proses kimia, paparan lingkungan, dan kebiasaan perawatan yang kurang tepat.

Oksidasi membuat warna putih pelan-pelan berubah

Salah satu penyebab utama sneakers putih menguning adalah oksidasi. Proses ini terjadi ketika material sepatu bereaksi dengan oksigen di udara dalam jangka waktu lama.

Banyak sneakers memakai karet, busa, dan perekat berbasis polimer. Seiring usia, bahan-bahan itu mengalami perubahan kimia yang membuat warna putih bergeser menjadi krem lalu kuning.

Sinar matahari justru bisa mempercepat perubahan warna

Banyak orang menjemur sneakers putih di bawah matahari setelah dicuci agar cepat kering. Kebiasaan ini memang praktis, tetapi sinar ultraviolet dapat merusak struktur kimia pada bahan sepatu.

Bagian yang paling terdampak biasanya sol karet dan lem. Akibatnya, warna putih lebih cepat kusam dan berubah kuning, sehingga pengeringan di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik lebih dianjurkan.

Sisa sabun juga bisa memicu bercak kuning

Sneakers yang menguning setelah dicuci sering kali menyimpan sisa deterjen atau sabun di permukaannya. Residu itu dapat bereaksi dengan udara dan sinar matahari, lalu meninggalkan bercak kuning.

Risiko ini lebih besar pada bahan mesh atau kanvas putih. Kondisi tersebut biasanya muncul saat sepatu tidak dibilas dengan sempurna atau saat deterjen dipakai terlalu banyak.

Lem sepatu ikut mengalami penuaan

Tidak semua perubahan warna berasal dari permukaan sepatu. Perekat yang menyatukan bagian-bagian sneakers juga bisa mengalami degradasi kimia seiring waktu.

Saat itu terjadi, warna lem dapat berubah menjadi kekuningan atau kecokelatan. Inilah alasan sambungan antara sol dan upper sering tampak lebih kuning dibanding bagian lain, bahkan pada sneakers baru yang lama tersimpan di gudang atau toko.

Keringat dan minyak kaki ikut meninggalkan jejak

Setiap kali dipakai, sneakers menyerap keringat, minyak alami kulit, dan debu dari lingkungan sekitar. Zat-zat itu masuk ke serat bahan sepatu dan perlahan mengubah warnanya.

Perubahan ini sering tidak terlihat pada awalnya. Namun, setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun, noda kuning mulai muncul, terutama jika sepatu sering dipakai tanpa perawatan yang tepat.

Cara menyimpan sepatu juga berpengaruh

Penyimpanan yang salah dapat memperparah kondisi sneakers putih. Tempat yang lembap atau terlalu panas dapat mempercepat penguningan karena memicu reaksi kimia pada karet dan perekat.

Menyimpan sepatu di dalam mobil dalam waktu lama juga berisiko karena suhu kabin bisa meningkat tinggi. Karena itu, tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung menjadi pilihan yang lebih aman.

Sneakers putih yang menguning jadi hasil dari banyak faktor yang saling bertumpuk. Oksidasi, sinar UV, sisa sabun, penuaan lem, keringat, dan penyimpanan yang kurang tepat sama-sama bisa membuat warna putih berubah perlahan.

Perawatan yang lebih hati-hati tetap bisa membantu menjaga tampilannya lebih lama. Mencuci dengan benar, menghindari penjemuran langsung di bawah matahari, dan menyimpan sepatu di tempat yang kering dapat menekan risiko menguning pada sneakers favorit.

Source: www.idntimes.com
Terbaru