Kepopuleran Ortuseight membuat pasar sepatu lokal ini ikut ramai oleh versi tiruan. Karena itu, cara membedakan sepatu Ortuseight ori dan KW menjadi penting sebelum pembeli menekan tombol checkout.
Risiko salah beli juga tidak kecil. Sepatu KW disebut punya kualitas build seadanya, berpotensi membuat kaki lecet, dan bahkan memicu cedera saat dipakai olahraga.
Mulai dari box dan kode produksi
Kotak sepatu bisa menjadi petunjuk paling cepat untuk mengecek keaslian. Ortuseight original memakai box berbahan tebal dan kokoh, dengan cetakan logo yang presisi dan tajam.
Di sisi box, ada label berisi nama artikel sepatu, warna, ukuran, dan kode produksi. Kode ini harus cocok dengan size tag di bagian dalam lidah sepatu, dan keduanya perlu sama persis.
Jika penjual beralasan box rusak lalu diganti kotak lain, pembeli patut waspada. Alasan seperti itu bisa dipakai untuk menutupi ketidaksesuaian kode produksi.
Perhatikan insole dan aroma sepatu
Insole pada sepatu Ortuseight ori dirancang untuk kenyamanan olahraga. Saat ditekan atau dipakai, bantalan ini terasa empuk, membal, dan biasanya removable.
Logo Ortuseight di atas insole juga rapi dan tidak mudah terkelupas. Sepatu baru yang original umumnya memiliki aroma material pabrikan yang netral dan tidak menusuk.
Sebaliknya, insole KW cenderung keras atau justru terlalu gembos tanpa daya redam. Logo di atasnya sering miring, blur, atau cepat luntur, sementara baunya menyengat seperti lem aibon atau karet murah.
Cek jahitan dan sisa lem
Ortuseight menerapkan quality control ketat di pabriknya. Hasilnya, jahitan pada upper dan sambungan sol terlihat rapat, konsisten, dan tanpa benang terurai.
Pemakaian lem pada sepatu ori juga rapi dan presisi. Tidak ada bercak lem yang keluar jalur atau tampak berantakan di permukaan sepatu.
Pada produk KW, detail seperti ini biasanya jauh lebih kasar. Jahitan bisa melompat-lompat, benang kusut dibiarkan, dan sisa lem tampak belepotan di banyak bagian.
Kenali karakter sol dan kelenturannya
Ortuseight dikenal dengan teknologi sol seperti Cumulus Foam dan Ort-Shox. Pada produk original, sol memakai rubber atau Phylon berkualitas tinggi yang fleksibel, kokoh, dan memberi pijakan ringan.
Saat ditekuk secara wajar, sepatu asli akan kembali ke bentuk semula tanpa bekas lipatan permanen. Bobotnya juga terasa pas, tidak terlalu berat dan tidak seperti plastik kopong.
Versi KW cenderung menunjukkan karakter yang berbeda. Solnya bisa terasa kaku atau terlalu lembek, lalu licin ketika dipakai di lapangan futsal maupun aspal.
Kondisi itu membuat pengguna lebih rawan terpeleset dan cepat lelah. Berat sepatu KW juga kerap tidak seimbang, bahkan terasa berat sebelah.
Jangan tergoda harga yang terlalu murah
Ortuseight memang dikenal ramah kantong, tetapi tetap memiliki standar harga pasar resmi. Pembeli bisa memeriksa harga artikel sepatu yang dituju lewat situs resmi atau akun media sosial terverifikasi milik Ortuseight.
Waspada perlu ditingkatkan saat ada toko online yang menawarkan seri terbaru dengan label diskon cuci gudang atau barang reject pabrik di kisaran Rp100 ribuan. Barang ori tidak masuk akal jika dijual jauh di bawah modal produksi aslinya.
Membeli sepatu original bukan hanya soal tampilan, tetapi juga soal kesehatan kaki dan apresiasi terhadap brand lokal. Dengan memperhatikan box, insole, jahitan, sol, dan harga, pembeli punya peluang lebih besar untuk menghindari sepatu Ortuseight KW yang merugikan.
Source: www.idntimes.com






