Selisih harga Rp22,9 juta antara Toyota Avanza 2026 tipe E dan tipe G ternyata bukan sekadar soal tampilan. Di dalam kabin, varian G membawa sejumlah fitur yang langsung terasa dalam penggunaan harian, mulai dari akses masuk tanpa kunci hingga panel instrumen yang jauh lebih modern.
Bagi calon pembeli mobil keluarga, perbedaan ini penting karena kenyamanan interior sering menjadi faktor penentu utama. Apalagi, Avanza tetap bermain di segmen MPV kompak yang menuntut kabin lapang, praktis, dan mudah dipakai seluruh anggota keluarga.
Jika dilihat dari area pengemudi, tipe G menunjukkan lompatan fitur yang paling jelas. Varian ini sudah memakai Smart Keyless Entry, sehingga pintu bisa dibuka atau dikunci hanya dengan menyentuh sensor garis pada gagang pintu.
Tipe E masih memakai kunci colok standar dengan remote eksternal. Perbedaan kecil ini berdampak besar pada kepraktisan, terutama saat pengemudi membawa banyak barang atau sering keluar-masuk mobil.
Setelah masuk ke kabin, tipe G kembali unggul lewat tombol Start-Stop Engine. Tipe E belum mendapat fitur ini, sehingga pengalaman berkendaranya masih terasa lebih konvensional.
Kemudi juga menjadi pembeda penting di dua varian tersebut. Tipe G sudah mendukung pengaturan tilt dan telescopic, sementara tipe E hanya menyediakan tilt atau setelan naik-turun.
Di tipe G, lingkar setir juga dilengkapi tombol pengatur audio dan telepon. Fitur ini tidak tersedia di tipe E, padahal sangat membantu pengemudi agar tetap fokus saat mengatur hiburan atau menerima panggilan.
Panel instrumen dan hiburan jadi pembeda utama
Salah satu selisih paling mencolok ada pada panel instrumen. Toyota Avanza 2026 tipe G memakai layar MID full TFT berwarna yang tampil lebih informatif dan modern, dipadukan dengan speedometer 3D beraksen putih-merah.
Sebaliknya, tipe E masih mempertahankan speedometer analog dengan layar MID standar. Untuk konsumen yang hanya mencari fungsi dasar, paket ini mungkin cukup, tetapi tampilannya memang lebih sederhana.
Di sektor hiburan, tipe G dibekali head unit layar sentuh 8 inci. Sistem ini sudah mendukung fitur mirroring melalui aplikasi T-Link, memberi nilai tambah bagi pengguna yang ingin konektivitas lebih praktis.
Tipe E menggunakan layar 7 inci standar. Varian ini juga tidak memiliki fitur mirroring maupun koneksi kamera mundur, sehingga area hiburan dan bantuan parkir terasa lebih basic.
Meski begitu, kedua tipe tetap punya beberapa kesamaan penting. Keduanya sudah memakai panel pengatur AC digital dengan fungsi Max Cool, sebuah fitur yang relevan untuk mobil keluarga yang sering dipakai dalam cuaca panas.
Desain dasbor keduanya juga mengusung kombinasi warna hitam dan cokelat gelap. Namun, tipe G terlihat lebih mewah berkat tambahan aksen perak dan krom di beberapa bagian interior.
Aspek keselamatan pasif pun tetap hadir di dua varian. Baik tipe E maupun tipe G sama-sama dibekali dual SRS Airbag untuk pengemudi dan penumpang depan.
Baris kedua lebih memanjakan di tipe G
Masuk ke baris kedua, ruang kaki dan ruang kepala tetap menjadi salah satu kekuatan Avanza. Penumpang dewasa dengan postur di atas rata-rata masih mendapat ruang yang lega, sehingga kabin tetap nyaman untuk perjalanan jauh.
Namun, tipe G lagi-lagi menawarkan detail yang membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan. Varian ini memiliki gagang pintu dalam berlapis krom, kantong penyimpanan ganda di balik jok depan, dua colokan USB tipe A di konsol tengah, serta armrest lipat di tengah jok baris kedua.
Fitur-fitur itu tidak tersedia pada tipe E. Artinya, baris kedua tipe E tetap fungsional, tetapi tidak semanjakan tipe G dalam urusan kenyamanan dan utilitas.
Akses ke bangku paling belakang tetap praktis di kedua tipe. Sistem one-touch tumble memungkinkan kursi baris kedua dilipat penuh ke depan hanya dengan satu tarikan tuas.
Baris ketiga dan bagasi tetap jadi nilai jual
Di baris ketiga, pembeda penting kembali muncul pada tipe G. Penumpang di belakang mendapat power outlet tambahan di dinding samping, sehingga ponsel bisa diisi daya tanpa harus berebut colokan dari depan.
Fitur ini tidak tersedia pada tipe E. Untuk mobil keluarga yang kerap dipakai bepergian jauh, detail seperti ini bisa terasa penting karena kebutuhan mengisi daya perangkat kini sudah menjadi hal dasar.
Meski fitur berbeda, kedua tipe tetap memakai jok fabric dengan bentuk semi-bucket. Material dan desain ini ditujukan untuk menjaga kenyamanan duduk seluruh penumpang selama perjalanan.
Kepraktisan bagasi juga tetap dipertahankan pada kedua varian. Kursi baris ketiga dapat dilipat dengan konfigurasi 50:50 dan saat direbahkan ke depan, posisinya bisa rata dengan lantai bagasi untuk memaksimalkan ruang angkut.
Di bawah karpet bagasi, tersedia ruang penyimpanan tambahan untuk perkakas. Detail ini memperkuat karakter Avanza sebagai MPV keluarga yang tidak hanya fokus pada kapasitas penumpang, tetapi juga kepraktisan membawa barang.
Pembeda terakhir ada pada ban cadangan. Tipe G sudah menggunakan pelek racing yang serupa dengan empat roda utamanya, sedangkan tipe E masih memakai pelek kaleng standar.
Dengan komposisi tersebut, tipe E lebih cocok bagi konsumen yang mengutamakan fungsi dasar dan efisiensi biaya. Sementara itu, tipe G menawarkan paket interior yang lebih lengkap lewat akses keyless, panel instrumen full TFT, head unit 8 inci dengan mirroring, armrest baris kedua, USB tambahan, hingga power outlet di baris ketiga.
