3 Sisi Gelap Industri Perfilman Korea Selatan yang Jarang Terungkap

Author: Qoo Media

Industri perfilman Korea Selatan kerap terlihat glamor dari luar, terutama lewat keberhasilan film dan drama yang menembus pasar global. Namun, di balik popularitas besar itu, ada realitas kerja yang jauh lebih berat dan jarang dibicarakan.

Sejumlah fakta tentang kehidupan aktor, aktris, dan kru di balik layar menunjukkan bahwa kesuksesan sebuah produksi tidak selalu sejalan dengan kondisi kerja yang nyaman. www.beautynesia.id merangkum tiga sisi gelap yang kerap muncul di industri hiburan Korea Selatan.

1. Bintang Populer yang Masih Harus Kerja Paruh Waktu

Salah satu sisi yang paling mengejutkan adalah masih adanya aktor dan aktris yang bekerja paruh waktu demi finansial. Banyak orang mengira popularitas otomatis membawa penghasilan besar, padahal kenyataannya tidak selalu begitu.

Jung Sung Il menjadi salah satu contoh yang disorot setelah namanya makin dikenal lewat The Glory. Sebelumnya, ia juga tampil dalam Our Blues, Moonshine, Bad and Crazy, dan Birthcare Center, tetapi perjalanan kariernya tidak langsung stabil secara ekonomi.

Ia memulai karier di teater pada usia 20-an, lalu berhenti kuliah demi mengejar akting di Seoul. Selama bertahun-tahun, ia menghidupi diri dengan pekerjaan seperti sopir, petugas parkir, bekerja di kafe, hingga layanan pengiriman barang.

Jung Sung Il bahkan pernah mengatakan bahwa pembayaran royalti drama yang ia terima sudah selesai, tetapi jumlahnya tidak besar dan tidak mengubah hidupnya. Ucapan itu memperlihatkan bahwa ketenaran belum tentu langsung menghapus tekanan finansial.

2. Jam Kerja yang Bisa Menyentuh 20 Jam

Di balik layar, jam kerja yang berlebihan menjadi masalah lain yang ikut membebani industri ini. Bukan hanya para pemeran, para staf produksi juga harus mengikuti ritme kerja yang sama ketatnya.

Melansir Kajomag, produksi drama kerap dikejar target penyelesaian secepat mungkin karena biaya syuting yang tinggi. Bahkan, empat episode awal sebuah drama biasanya direkam lebih dulu dalam satu waktu.

Dalam situasi tertentu, aktor dan aktris disebut hanya sempat tidur 1 jam selama proses syuting. Jika alur cerita harus diganti karena rating atau reaksi penonton, jadwal kerja bisa makin panjang dan membuat mereka bekerja hingga 20 jam.

3. Pembayaran Gaji yang Tidak Selalu Lancar

Soal bayaran juga masih menjadi sorotan, termasuk cara pembayaran per episode yang dinilai tidak selalu mencerminkan beban kerja di lapangan. Aktor Park Jun Gyu pernah menjelaskan dalam acara Happy Together bahwa aktor dan aktris mendapatkan bayaran penuh untuk 1 episode, berapa pun jumlah adegan yang mereka selesaikan.

Ada pula kondisi lain yang membuat bayaran lebih kecil, yaitu ketika seorang aktor atau aktris berperan sebagai karakter yang sudah meninggal. Namun, untuk pemain papan atas yang fotonya tetap muncul dalam adegan, bayaran mereka bisa jauh lebih besar.

Sisi Gelap Fakta Utama Contoh
Kerja paruh waktu Popularitas tidak selalu langsung memberi stabilitas finansial Jung Sung Il masih bekerja untuk mencari nafkah
Jam kerja berlebihan Syuting bisa berlangsung sangat panjang, bahkan hingga 20 jam Pemeran dan staf sama-sama terdampak
Pembayaran gaji Sistem bayaran per episode dan keterlambatan pembayaran masih terjadi Kasus gaji pendukung serial Reverse yang terlambat dibayarkan

Masalah keterlambatan pembayaran juga sempat muncul pada aktor dan aktris pendukung serial Reverse. Melansir Naver, Serikat Aktivis Penyiaran Korea menyebut drama yang tayang melalui platform OTT Wave pada 17 April itu belum membayarkan gaji mereka.

Serikat tersebut mendesak perusahaan produksi untuk segera membayar dan meminta pihak terkait, termasuk Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata serta Badan Promosi Konten Korea, mengambil langkah pengawasan yang lebih efektif. Temuan-temuan ini memperlihatkan bahwa di balik citra mewah industri hiburan Korea Selatan, masih ada persoalan kerja yang serius dan terus berulang.

Terbaru