Lagu Oasis, Wonderwall, kembali menemukan panggung besar di Piala Dunia 2026. Lagu yang lahir pada 1990-an itu berubah menjadi nyanyian kemenangan Timnas Inggris setiap kali The Three Lions meraih hasil positif.
Perayaan itu tidak hanya terjadi di tribun, tetapi juga di antara para pemain. Setelah menundukkan Kroasia pada laga pembuka di Dallas Stadium, Inggris kembali menyanyikan lagu tersebut bersama suporter, lalu kebiasaan itu terus terbawa dalam perjalanan menuju semifinal.
Wonderwall Mengambil Alih Perayaan Inggris
Kapten Timnas Inggris Harry Kane menyebut momen bernyanyi bersama suporter sebagai salah satu pengalaman paling berkesan selama memakai seragam Inggris. Ia mengatakan, perayaan itu menjadi favoritnya terutama di turnamen besar.
Inggris sebenarnya memasukkan tiga lagu ke daftar yang diserahkan kepada FIFA untuk diputar sebelum dan sesudah pertandingan. Tiga lagu itu adalah Wonderwall dari Oasis, Sweet Caroline milik Neil Diamond, dan Hey Jude dari The Beatles.
| Lagu | Asal | Peran di Inggris |
|---|---|---|
| Wonderwall | Oasis | Menjadi lagu kemenangan utama di Piala Dunia 2026 |
| Sweet Caroline | Neil Diamond | Sering dipakai pada turnamen-turnamen sebelumnya |
| Hey Jude | The Beatles | Masuk daftar lagu Inggris sebagai bentuk penghormatan kepada Jude Bellingham |
Pemilihan Hey Jude juga memiliki makna tersendiri karena menjadi penghormatan kepada Jude Bellingham. Namun dalam Piala Dunia 2026, Wonderwall perlahan mengambil alih dan menyatukan pemain dengan pendukung setelah pertandingan.
Kenapa Wonderwall Terasa Dekat dengan Inggris
Lagu ini punya ikatan yang kuat dengan identitas Inggris karena Oasis lahir dan berkembang di Manchester. Wonderwall ditulis oleh Noel Gallagher dan dinyanyikan oleh Liam Gallagher, dua nama yang lekat dengan sejarah band tersebut.
BBC International menilai meningkatnya popularitas lagu ini juga tidak lepas dari kebangkitan Oasis. Setelah video para pemain Inggris menyanyikannya viral di media sosial, Wonderwall kembali masuk 40 besar tangga lagu Inggris.
Penulis biografi Oasis, PJ Harrison, mengatakan keberhasilan itu terjadi secara alami dan tidak pernah direncanakan. Ia menilai lagu tersebut mendapat kehidupan emosional sendiri setelah melekat pada momen kemenangan Inggris di Piala Dunia.
“Begitu lagu itu melekat pada momen emosional seperti kemenangan pertama Inggris di Piala Dunia, lagu tersebut langsung memiliki kehidupan emosionalnya sendiri dan dengan cepat membangun nostalgia,” ujarnya dikutip dari BBC International.
Harrison juga menyoroti lirik Wonderwall yang ambigu, sehingga setiap pendengar bebas memberi makna masing-masing. Lagu itu bisa terasa tentang tim nasional Inggris, seorang pemain, keluarga, atau orang yang dicintai.
Lagu Sepak Bola yang Punya Dua Emosi
Penulis musik sekaligus penggemar sepak bola John Robb menyebut Wonderwall cocok untuk sepak bola karena memadukan euforia dan melankolia. Menurutnya, dua emosi itu memang selalu hadir dalam sepak bola, karena kemenangan dan kekalahan bisa terasa sangat dekat.
“Ada euforia sekaligus melankolia. Sebagai penggemar sepak bola, setiap detik Anda bisa menang, tetapi setiap detik juga bisa kalah. Wonderwall menangkap kedua perasaan itu. Ini adalah lagu sepak bola yang sempurna,” katanya.
Meski tidak pernah ditulis sebagai lagu sepak bola, Noel Gallagher sempat mengakui bahwa atmosfer tribun Stadion Maine Road, markas lama Manchester City, ikut memengaruhi proses kreatifnya. Ia juga menyebut sepak bola sebagai soal komunitas dan persahabatan, sesuatu yang sangat cocok dengan lagu-lagu seperti Wonderwall.
Fenomena ini membuat lagu yang dirilis pada 1995 itu kembali berada di pusat perhatian, bukan hanya sebagai karya musik klasik Oasis, tetapi juga sebagai bagian dari perayaan Timnas Inggris di panggung dunia.
Source: www.cnbcindonesia.com






